~Happy Reading~
Gak salah hari kok, aku lagi rajin aja makanya up sekarang🤭
Jangan lupa tinggalkan jejak biar aku makin semangat
Laras beranjak menghampiri Rama yang sepertinya mengambil bawaan-nya.
"Mas, kok bisa sempet dateng?" Masalahnya Rama tidak mengabarinya jika akan datang, dia hanya takut lelaki itu nyasar.
"Tadi pertemuan terakhir aku buat online, jadi kelas di jalan." Laras mengangguk paham, setidaknya lelaki itu tidak meninggalkan tanggung jawabnya.
"Mas gak tau mau bawa apa." Rama menunjukan sebuah parcel berisi berbagai teh bunga lengkap dengan gula, padahal menurut Laras bisa pakai plastik biasa saja tidak apa-apa.
Rama tersenyum menyapa beberapa orang yang melihatnya, sambil mengikuti Laras untuk masuk ke dalam rumah. Wajah lelaki itu tentu asing bagi warga sekitar, itu kenapa sudah pasti akan menarik perhatian dan tentu saja jadi bahan obrolan setelah ini, biasa... tetangga.
Lelaki itu tentu tidak lupa dengan lelaki yang dia lihat bersama Laras tadi, dia tersenyum tetap ramah lalu seorang anak kecil berlari mendahului nya memasuki rumah.
"Andra! ini salim sama om Rama dulu, yang ngirim hadiah tadi siang." Laras menegur anak itu, dan tentu keluarga lain langsung tau siapa lelaki itu.
Anak itu berbalik dan menyalami Rama dengan sikap malu-malu, "Om nya ajakin masuk Ndra."
"Ayo om masuk," katanya menuruti saran Mama-nya tadi, anak itu masuk terlebih dahulu lalu duduk di sebelah kakeknya, Ayah Laras.
Rama dituntun Laras ke sebelah Ayah gadis itu untuk menyalaminya serta ibu, kakak dan kakak ipar Laras. Tidak lupa beberapa orang tua lainnya, lelaki itu melirik lelaki yang dilihatnya tadi bersama Laras sekarang juga duduk di ujung.
"Maaf ya om, Rama baru sempet datang, ini ada sedikit oleh-oleh." Rama memberikan bingkisan yang dibawa.
"Panggil Om Hadi aja, di samping ini Ratih ibu nya Laras, disampingnya lagi orang tua bocah ini." Perkenalkan Ayah Laras, terakhir menunjuk Andra sebagai bocah yang dimaksud.
"Aduh, gak usah repot-repot." Ayah Laras memberikan itu pada istrinya, melihat bingkisan cantik itu ibu Laras berujar sungkan, siang tadi sudah dikirim kue juga kan.
Rama tersenyum sampai matanya menyipit, "Nggak apa bu."
"Om kira gak kesini hari ini, soalnya kata Laras kamu kerja sampai sore hari ini." Lelaki paruh baya itu ternyata sepemikiran dengan anaknya, kaget tapi bahagia lelaki di sampingnya ini datang hari ini.
"Masih bisa Rama handle di jalan kok om."
Om Hadi mengangguk paham, "Alhamdulillah, sekarang kerjanya bisa online ya nak, jadi lebih fleksibel bisa dimana-mana."
"Rama kerjanya dimana?" Sekarang kakak ipar Laras nimbrung, lelaki itu belum tau siapa Rama sampai istrinya membisikinya tadi.
"Di kampus Laras juga Mas." Kalau sudah memasuki pertanyaan begini biasanya sudah masuk sesi sidang, Rama sepertinya harus berusaha tapi tetap jujur.
Kakak ipar Laras masih melontarkan pertanyaan, "Ooo ketemu Laras di kampus juga? disana ngajar atau apa?"
"Iya ngajar."
Tanya Ayah Laras setelah dari tadi hanya tersenyum melihat Rama menjawabi pertanyaan menantu pertama nya, "Bukan ngajar Laras kan?"
Rama mengangguk mengiyakan, "Dulu bukan, karena beda Fakultas, tapi beberapa bulan ini saya gantiin ayah saya ngajar di tempat Laras juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak Pacar [TERBIT]
ChickLitCover by seelviyeo13 Laras tak habis pikir, entah sekenario apa yang sudah tuhan tuliskan untuknya, kenapa semakin rumit saja cobaan perkuliahan nya di semester yang semakin tua ini. "Ngapain kamu liatin saya begitu?" Suara berat itu membuat Laras s...
![Pak Pacar [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/267938254-64-k126466.jpg)