Jhaaa pagi banget ya update nya, yang penting udah masuk hari Jum'at, waktunya up yaa wkwk
Tandai kalau nemu typo dan kesalahan
~Happy Reading~
Hari ini hujan turun dari pagi sampai siang, Laras yang pagi tadi sudah berangkat diguyur hujan merasa malas sekali harus pulang dengan cara yang sama, tapi dia tidak mungkin di kampus lebih lama, smartphone nya hampir mati dan tambah bahaya jika dia tidak bisa menghubungi siapapun, mau tak mau dia harus menerobos hujan untuk menemui Ridha di gedung base camp organisasi.
Dingin dan air tetap membasahi badan gadis itu walaupun sudah dibalut jas hujan, tangannya sampai perih terkena air hujan walaupun motornya sudah dilajukan perlahan. Jalanan kampus memang lumayan sepi karena masih jam kantor dan hujan dari pagi membuat staf juga mahasiswa malas keluar gedung.
Laras tidak langsung memasuki gedung, dia merapikan jas hujan nya terlebih dahulu.
"Laras?" Gadis itu menoleh mendapati lelaki yang kemarin datang ke rumahnya berada di depannya sekarang, ingat anak ibu Santi? iya dia sekarang di sini.
"Vio ya? ngapain?" Basa-basi nya sembari merapihkan diri sebelum masuk ke gedung.
"Mau ketemu teman, dia mantan anak debat, lagi mampir dan sekalian aja kita ketemu soalnya dia kerja di luar kota." Laras mengangguk, terkadang beberapa alumni datang bertamu ke base camp organisasi yang mereka ikuti dulu.
Vio sendiri setaunya sudah bukan lagi mahasiswa, "Aku duluan ya," pamitnya hendak mendahului lelaki itu.
"Kamu mau ke mana?" Lelaki itu segera menyamai langkah Laras menuju lift.
"Ke base camp di lantai 3."
"Sama dong, barengan ya." Tidak menjawab apa-apa lagi gadis itu melihat Vio sudah memencet tombol lift.
Sembari menunggu lift terbuka, Vio membuka pembicaraan, "Kamu ikut organisasi apa?"
"Seni." Laras tidak se cuek yang kalian bayangkan, hanya saja tidak banyak bicara pada orang baru.
Lift terbuka dan mereka mulai naik, "Ooo, suka seni apa?" Lelaki itu tidak menyerah.
"Nulis sih." Gadis itu tersenyum sekilas melihat lelaki itu, merasa tidak nyaman karena dari tadi dipandangi dengan senyumnya, tidak masalah dengan senyum nya, hanya tidak nyaman saja dipandangi selama itu.
"Duluan ya." Laras berjalan cepat begitu lift terbuka, lelaki itu bahkan belum sempat mengajukan pertanyaan lagi atau bahkan menjawab gadis itu.
Laras mengetuk pintu dan yang keluar adalah Ridha beserta cas yang sudah Laras pesan di tangan gadis itu, "Abis ngapain lo? capek bener."
"Ntar gue cerita, mau ngecas dulu gue."
"Mau masuk?" tawar Ridha, Laras sudah lumayan lama tidak memasuki ruangan itu, dia sudah jarang mengikuti kegiatan organisasi dengan alasan tertentu.
"Gue mau ke perpustakaan." Dia harus pindah gedung lagi untuk ke perpustakaan, tapi itu lebih baik untuk sekarang.
"Ikut dong, jalan aja kita pake payung gue." Ridha mengambil Laptopnya, merapikan barangnya lalu keluar menemui Laras, tidak lupa mematikan kamera kelas online nya.
"Sangat tidak patut ditiru anak ini." Komentar Laras melihat Ridha malah tidak fokus dengan kelas online nya, dan dia tau siapa yang mengajar temannya itu sekarang.
Oleh karena itu mereka berdua tergesa untuk sampai di perpustakaan, untung gedung nya hanya perlu menyeberang jalan saja, tidak jauh.
"Nitip," kata Ridha yang langsung ngacir mencari tempat duduk, meninggalkan Kartu mahasiswanya yang harusnya digunakan untuk registrasi dan barang-barangnya untuk disimpan di loker.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak Pacar [TERBIT]
Literatura FemininaCover by seelviyeo13 Laras tak habis pikir, entah sekenario apa yang sudah tuhan tuliskan untuknya, kenapa semakin rumit saja cobaan perkuliahan nya di semester yang semakin tua ini. "Ngapain kamu liatin saya begitu?" Suara berat itu membuat Laras s...
![Pak Pacar [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/267938254-64-k126466.jpg)