~Happy Reading~
Tandain kalau ada kesalahan ya, makasih sudah mampir ✨
Rama memandangi Laras sepanjang gadis itu mendengarkan dan merespon setiap keluhan teman-temannya, dengan sabar gadis itu mendengarkan dan memberi balasan dengan kata yang dia usahakan tidak memihak salah satunya.
Dan setelah selesai dengan urusan kawan-kawannya, Laras akhirnya dapat bernafas lega. Tapi gadis itu bingung melihat makanannya tersisa setengahnya saja, dan menatap lelaki di hadapannya yang sibuk mengunyah.
"Mas?" panggilnya pelan.
Lelaki itu masih sibuk dengan tabletnya, dia sedikit mengurus kerjaan sambil memakan makanan milik Laras,"Maaf sayang, gak sadar."
Mau tak mau gadis itu memakan apa yang tersisa, nggak apa-apa lagian sebagian memang Rama yang bayar tadi.
"Aku pengen upload foto kita ke Instagram deh," kata Rama yang sedang melihat-lihat foto mereka, lumayan banyak tapi tidak ada satupun yang di publikasi.
Laras melotot tidak setuju,"Buat apa?"
"Ya pengen aja orang-orang tau." Ini ceritanya mau pamer apa gimana?
"Nggak deh, nanti aku banyak yang musuhin lagi." Gadis itu membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, antara dia akan dimusuhi juga prestasinya yang tidak seberapa itu mungkin bakal jadi bahan gunjingan warga kampus.
"Yang ini gak keliatan kok mukanya ya ya ya." Laras mengamati sebuah foto yang lelaki itu tunjukkan, foto saat piknik beberapa saat lalu.
Gadis itu yakin Rama akan berusaha tidak membuatnya dalam posisi tidak aman, "Terserah mas, aku belum mau go publik tapi, belum siap menghadapi komentar orang-orang."
"Namanya di media sosial, gini beberapa hal memang gak perlu kita ekspose, tapi kadang orang lain ingin tau melebihi batas privasi yang kita tentukan, tapi balik lagi, segala sesuatu yang kita tunjukkan di sana bisa kita setting seperti yang kita mau." Rama berhasil mengunggah satu foto yang hanya diberi caption pendek.
"Iya, itu kenapa penipuan lebih berkemungkinan besar terjadi, kita bisa membentuk karakter berbeda di sana dan dilihat lebih banyak orang," kata Laras mengingat beberapa kasus penipuan yang marak beberapa tahun terakhir, dari masalah belanja, berita sampai masalah percintaan yang berlatarkan sosial media.
Rama mengangguk setuju, "Sebenernya kalau mau, semua perkembangan teknologi ini tuh memudahkan hidup banget loh sayang, efek positifnya banyak juga di samping efek negatif yang juga banyak, kamu bisa pakai buat membentuk branding diri yang bagus untuk karir sama kehidupan sosial kamu."
Kening gadis itu mengerutkan kening heran, "Kamu bangun branding dimana mas? media sosial kamu kosong tuh."
"Coba kamu cari nama mas di LinkedIn." Laras melakukan apa yang Rama bilang, dan terkagum melihat akun lelaki di hadapannya, banyak sekali isinya tidak seperti milik Laras yang masih kosong.
"Keren, gak kayak punya ku," kata Laras di akhiri tawanya.
"Kamu juga keren, ide-ide kamu bagus loh." Puji Rama kagum, dia yang diam-diam sering membaca tulisan-tulisan atau ide gadis itu.
"Kamu baca tulisan ku yaa?" tanya gadis itu sedikit panik juga malu.
"Iya." Rama tersenyum menggoda saat menjawabnya, masalahnya Laras memang sering sekali menuliskan mereka berdua dalam bentuk tulisan, mengungkapkan perasaannya tentang lelaki itu walaupun dalam nama lain.
Tetapi lelaki itu memiliki ingatan dan pemahaman yang baik, pasti lelaki itu tau cerita mana dan adegan apa yang menceritakan tentangnya. Memalukan, pasti lelaki itu merasa dicintai sekali, tapi dia senang Rama memujinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak Pacar [TERBIT]
ChickLitCover by seelviyeo13 Laras tak habis pikir, entah sekenario apa yang sudah tuhan tuliskan untuknya, kenapa semakin rumit saja cobaan perkuliahan nya di semester yang semakin tua ini. "Ngapain kamu liatin saya begitu?" Suara berat itu membuat Laras s...
![Pak Pacar [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/267938254-64-k126466.jpg)