Author's POV.
Pagi ini Emily menyetir mobilnya dengan hati-hati mengarah ke rumah Gevin. Ini pukul 6.25 dan Emily tidak bilang pada Gevin akan menjemputnya hari ini dan ia takut Gevin sudah berangkat duluan. Dan haruskah ia menambah kecepatan mobilnya sekarang?
Mungkin iy-oh engga, dia ternyata telah sampai. Dan tepat sekali waktunya, pada saat Emily sampai Gevin baru saja keluar rumah menghampiri motornya, untuk dipanaskan mungkin?
Lipatan tebal terlihat di kening Gevin menandakan Gevin bingung kenapa Emily ada disini, pada pukul ini. Apa Gevin lupa kalau mereka janjian untuk berangkat bareng kemarin? Kayaknya engga.
"Mli ngapain?" tanya Gevin dengan nada bingung.
Mli? Sejak kapan Gevin mulai memanggil Emily dengan sebutan 'Mli'? Dan entah kenapa Emily senang mendengar cara Gevin menyebut sebutan itu. Ah ia terlalu melebihkan saja, itu hanya sebuah panggilan.
"Berangkat bareng?" kata Emily sambil memiringkan kepalanya.
Gevin benci kalau Emily sudah melakukan itu. Memiringkan kepalanya. Entahlah, gerakan ringan tersebut dapat menimbulkan kerja berat untuk jantungnya dan Gevin mulai khawatir jika Emily mulai sering melakukan hal tersebut, apakah Gevin masih mempunyai kekuatan untuk tidak memeluk Emily? Karena demi Tuhan, kenapa dia harus terlihat selucu itu?!
"Woi mau engga?" tanya Emily lagi, kali ini dengan kepala yang sudah tidak dimiringkan lagi.
Gevin tertegun mendengar hentakan pada suara Emily yang membuatnya kemudian sadar dari lamunan sesaatnya tadi. Gevin berdeham mencoba mendapatkan kembali suaranya.
"Oke. Gue yang nyetir." Kata Gevin sembari memasukan kunci motornya ke saku celana abu-abunya.
"Gue aja!" pinta Emily.
"Ga. Lo lagi terlalu seneng dan gue ga mau ambil resiko lo tiba-tiba nabrak apaan gitu gara-gara terlalu semangat nginjek pedalnya."
"HEHEHEHE lo tau gue banget." Kata Emily sambil melempar kunci mobilnya ke arah Gevin.
"Biasanya emang gitu bukan?" kata Gevin pelan, sampai Emily sendiri tidak sadar Gevin ngomong.
—
"Gue mau ke kantin dulu, lo mau ikut?" tanya Gevin sambil menutup pintu mobil Emily.
Emily yang tadinya sedang menatap sekeliling langsung beralih pada Gevin, kemudian mengangguk sambil tersenyum kecil.
Emily kenapa senyum-senyum mulu? Pikir Gevin.
"Gev hari ini lo ujian praktik ya?" tanya Emily ketika mereka sudah menginjak lantai kantin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Till We Meet Again
Novela JuvenilBaginya, Emily bukan hanya sekedar perempuan yang hadir di hidupnya dan lewat begitu saja. Emily mengajarinya bahwa menginginkan sesuatu berarti perjuangan. Namun ia juga tau menatap perempuan itu sama saja seperti mengingatkannya akan banyak hal di...
