Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

TIGA BELAS

1.2K 254 71
                                        

--------------------------------------------------

Sorry for typos and happy reading.

--------------------------------------------------

- TIGA BELAS -

Day off menjelang pertandingan terakhir seperti ini biasanya Myungsoo manfaatkan dengan latihan ataupun tidur guna menyimpan energi, namun berbeda dari ia yang biasanya, kali ini Myungsoo benar-benar menghabiskan waktu di luar. Dia tidak akan bisa mengajak Suzy sepenuhnya berjalan-jalan jika mereka di Seoul, dia ada pekerjaan lain.

Tanpa kembali ke motel bahkan saat hari sudah gelap, Myungsoo dan Suzy memutuskan untuk menutup hari dengan mengunjungi pasar Seomun yang sangat terkenal di Daegu.

Pasar tradisional terbesar itu tidak hanya menyuguhkan wisata kuliner yang menyenangkan, tapi juga menjadi tempat untuk menikmati keindahan Kota Daegu dari Apsan Observatori.

"Myungsoo, aku rasa aku tidak bisa makan lagi. Aku terlalu kenyang."

Myungsoo tersenyum simpul saat mendengar Suzy bicara demikian. Dia bicara sembari memasukkan hotteok isi madu ke dalam mulut, lalu mengunyah dengan wajah senang.

"Aku benar-benar kenyang." Adunya kemudian. Myungsoo sepertinya sudah mendengar kalimat serupa berulang kali. Tapi tetap saja dia masih bisa mengunyah makanan.

"Kau tidak mau? Ini sangat enak. Lembut dan manis." Wanita itu menyondorkan hotteok yang sudah ia gigit pada Myungsoo, pria itu langsung menggeleng. "Tidak, aku tidak bisa makan lebih banyak lagi." Bisa jadi masalah kalau dia makan berlebihan, besok malam adalah pertandingan terakhir.

-oOo-

Sembari berjalan menyusuri pasar Seomun, Suzy melirik Myungsoo. Pria itu memakai topi hitamnya, melirik sisi kanan tubuh dimana ada banyak penjual yang menjual beragam barang. Makanan dan lainnya.

Suzy menjatuhkan pandangannya pada tangan pria itu yang menggengam erat tangannya, mereka seperti sedang kencan, pikiran itu membuat ia geli sendiri. Namun entah kenapa dia senang. Jadi, apakah seperti rasanya pergi berkencan?― Suzy selalu ingin pergi kencan.

"Masih mau makan lagi?" Ditengah lamunannya, Myungsoo tiba-tiba bicara. Membuat Suzy salah tingkah. Buru-buru ia menggeleng.

"Kalau mau bilang saja. Sepertinya kau masih lapar."

Suzy mencebik, "aku bilang sudah kenyang."

"Ya. Ya. Kau sudah kenyang." Myungsoo tidak percaya kalau Suzy bilang kenyang, nyatanya dia bisa makan lebih banyak. Sepertinya Myungsoo punya lawan dalam urusan makan banyak, yaitu Suzy.

Tapi, sebenarnya Suzy tidak benar-benar makan banyak. Dia hanya mau makan banyak hal, tapi tidak dengan porsi besar seperti Myungsoo. Alhasil, jika Suzy tidak habis dan berganti ke makanan lain― Myungsoo lah yang harus menghabiskan makanan sisa.

Apakah aku ini sejenis tong sampah? Pria itu tiba-tiba berpikir demikian.

"Pasar ini besar sekali, sampai aku lupa jalan yang kita lalui sebelumnya." Suzy melihat sekitar, pasar tersebut benar-benar besar dan memiliki banyak hal yang dijual. Pertama kalinya datang ke tempat seperti ini, Suzy merasakan betapa menyenangkannya hidup dengan bebas.

"Tidakkah kau lelah?"

Suzy menatap Myungsoo lagi, "lelah. Tapi tidak apa-apa, aku senang." Senyuman polosnya keluar, berakhir dengan cengiran yang cukup lebar. "Aku suka tempat seperti ini, saat aku bisa melihat orang-orang dan juga banyak hal. Rasanya seperti hidup."

Be My Bad Boy [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang