20). masalah

16 6 23
                                        

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam cara penulisan maupun kata kata. Mohon dimaklumi aku lagi dalam tahap belajar.

Happy reading




................



"Maaf pak, saya beneran gak bermaksud gitu," ucap rara setelah sampai diruangan bapak bapak tersebut

"Duduk"

"Beneran deh pak, uangnya ketinggalan dirumah, suer deh saya gak bohong," ucap rara dengan tangan yang membentuk peace

"Iya saya percaya, saya suruh kamu kesini bukan mau bahas tentang itu"

"Terus apa dong?" bingung rara

" jadi......


Sedangkan diluar ruangan reyna dan ratu menunggu diambang pintu dengan gelisah

"Sirara gak bakal dipenjara kan?" tanya ratu

"Gak lah goblog, masa iya cuman lupa bawa uang langsung dipenjara," sungut reyna menjitak kepala ratu

"Apasih?!, maen jitak aja, sakit tau gak?!," ucap ratu kesal

"Ya lagian lo sih, ngomongnya ngaur banget," ucap reyna

"Kan bisa jadi gitu, kalo bapak bapak yang tadi kejam mah rara pasti dijeblosin tuh," ucap ratu

"Iya juga ya," ucap reyna terbawa bawa oon

Sedangkan didalam ruangan.

"Kamu ingetin saya sama masalalu anak saya," ucap bapak bapak tersebut

"Sebelumnya perkenalkan nama saya aglar," ucap aglar sambil menjulurkan tanganya

"Rafisa pak," ucap rara menerima uluran tangan aglar

Aglar terkekeh melihat sikap gadis didepanya

"Panggil om aja," suruh aglar

"Iya om," ucap rara tersenyum canggung

"Kamu mirip masalalu anak saya," ucap aglar

"Siapa?," tanya rara

"Mau saya ceritakan?"

"Gimana om nya aja," jawab rara

"Waktu anak saya kecil, dia punya sahabat perempuan, dia mirip banget sama kamu, dari tanda lahir yang ada ditangan kanan kamu"

Secara refleks rara memegang tanda lahir yang ada ditanganya.

"Kalo boleh tau nama anak om siapa?" tanya rara

"Revan alfian aglar"

Rara menunduk sendu " kayaknya om salah orang deh, lagian yang punya tanda lahir ditangan kanan kan banyak," ucap rara

"Mm, saya permisi ya, mau bayar dulu belanjaan" ucap rara bangkit dari duduknya

"Gak perlu, biar om aja" tolak aglar

" tap__"

"Gapapa, om yang punya mall ini kok"

"Tapi, aku gak enak hehe," ucap rara

"Gapaapa udah, kalo mau pulang, pulang aja" ucap aglar

"Beneran om?" tanya rara

"Iya"

"Oke, makasih om," ucap rara

"Kalo gitu saya pamitt om," ucap rara dan menyalami aglar

Aglar menatap kepergian rara dengan senyum tipisnya

...................

Cklek

"Gimana ra?, lo gak di apa apain kan?" tanya ratu panik

"Hiks,,,,,hikss,,,,"

Ditanya begitu rara malah menangis

"Ha, lo kenapa?" tanya reyna

" gue mau pulang," ucap rara lirih

"Belanjaan gimana?" tanya reyna

"Bawa," ucap rara dan melangkah pergi meninggalkan keduanya

"Kenapa tuh?"tanya ratu

"Meneketrhe, udah lah, bawa aja"

"Gak dibayar?" tanya ratu

"Gak tau, kan katanya suruh bawa, jadi udah bawa aja lah," ucap reyna

Sesampainya dimobil reyna langsung menghampiri rara yang melamun

" ra?, lo kenapa sih?" tanya reyna

"Lo gak bakal dipenjara kan?" tanya ratu

"Huaaaa, gue,, hikss,,, hikss ,," rara malah menangis

" aduh lo kenapa sih?" tanya ratu khawatir

"Gak diapa apain kan sama si bapak tua?" tanya ratu

"Hikss,,,, gue mau ketemu Al hikss,,"

Reyna langsung memeluk rara

" ra, jangan gini dong, gue sedih liatnya," ucap reyna mengusap punggung rara

" emang harus dikasih pelajaran nih si bapak tua udah buat sahabat kita nangis," ucap ratu menggebu gebu

"Hikss,, gue bakal dipenjara, hiks,,," isak rara

"WHATEEEE?" Teriak ratu ngawur

"What bukan whatee," ralat reyna

Tapi detik selanjutnya " lo beneran?" tanya rena

"Iya, hikss,,,, hua. Gue dikasih waktu buat pamit kemamah," ucap rara sesegukan

................................

Bersambung

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.

Ica pecinta bubur tanpa diaduk🔪

Cinta kalian💙

Bubaaay☺☺

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang