Maaf jika ada kesalahan dalam cara penulisan ataupun kata kata.
.......................
Happy reading geees
........................
"Eh, tapi kan waktu itu gue sengaja gak bawa uang" ucap Rara berpikir
Hingga sesaat kemudian dia ingat.
"Ooo, IYA____
"Kenapa?" tanya Ratu kagek.
"Kita bego ratu. Kita bego tau gak?!" ucap Rara ngegas.
Ratu dan Reyna memandang Rara dengan heran.
"Enak aja, gue kagak bego ya!, lo aja deh yang bego," ucap Ratu
"Pokoknya kita bego tau gak, waktu kita ke mall itu kan niatnya ditraktir sama siReyna! begooo. Lo, sengaja kan gak kasih tau kita?, aduh bilang aja kalo gak mau bayarin mah" ucap Rara menunjuk Reyna
"Oo, iya gue juga lupa" ucap Ratu yang sudah ingat
"Sengaja ya?" selidik Ratu menatap Reyna
"Hehehehe" Reyna cengengesan
"Anjirr, tolol lu rey, liat noh temen kita sampe mau dipenjara" ucap Ratu menyindir.
"Bacoott, ekting juga" ucap reyna
"Pokoknya gak mau tau, nanti pulang sekolah, harus teraktir kita buat beli baju dimall . Gak ada penolakan!" Rara mengalihkan topik pembicaraan, karna sedari tadi dia terpojokan oleh kedua sahabatnya.
"Loh?"
"Pelit banget sih lo, lo tuh kan punya banyak duit, sekali kali lah teraktir kita berdua" ucap Rara.
"Ya bukan gitu.. Tapi pas Ratu jadian sama si Raja kok gak PJ sih" kesal Reyna.
"Oo, jadi perhitungan nih?, yaudah. Ratu lo juga teraktir kita berdua" ucap Rara.
"Lo juga PJ nya dong bambang" ucap Ratu kesal.
"Lah?, gue?, PJ?, jadian aja kagak, saama siapa juga?" tanya Rara herman.
"Wah, ulah dileuleungit sia teh goblog, bisi leungit enyaan keh, anger mewek siateh" ucap Ratu mengeluarkan bahasa sundanya.
( wah, gak boleh diilang ilangin, nanti ilang beneran, nanti nangis lo)
"Ya emang bener gak jadian setan" ucap Rara ngegas.
"Dikit lagi jadian ggeura" ucap Ratu mengompori
"Terserah, terserah. Gue ketoilet dulu" ucap Ratu dan bangkit dari duduknya.
Tujuanya sekarang bukanlah toilet, melainkan roptoof.
Rara melangkahkan kakinya menuju roptof dan menaiki satu persatu anak tangga. Sesampainya diroptoof. Rara memandang indahnya pemandangan dengan tatapan kosongnya. Tanganya ia gunakan untuk memegang liontin yang ada dilehernya.
"Al, al. Pinter banget sih curi hati aku." ucapnya sambil memandang liontin tersebut.
Rara melangkahkan kakinya menuju kursi yang ada didekat tembok, saat dia akan mendudukan bokongnya, matanya tak sengaja matanya menangkap suatu barang yang ada didekat kursi tersebut.
Rara melihat benda tersebut dan merogohnya.
"Al" lirihnya.
Benda tersebut, sebuah kunci kecil, yang mengingatkan Rara kepada dia yang mempunyai benda yang sama.
"Gak. Gak mungkin, kunci kek gini bukan cuman dia yang punya" ucap Rara menggelengkan kepalanya.
Kemudian dia memastikan bahwa kunci itu bukanlah milik dia. Dia mencoba membuka liontinnya dengan kunci tersebut.
Dan. Yap. Berhasil. Liontinnya terbuka.
"Enggak. Al, kamu dimana?" ucap Rara lirih.
"ENGGAK, ENGGAK MUNGKIN!!"
"Enggak, pasti ini bukan punya Al, pasti Al belum kembali, makanya dia gak nemuin gue".
"AAAAAAARRRRGGGG, KAMU DIMANA AL?!, KENAPA KAMU GAK PERNAH MAU KETEMU AKU?!, KENAPA?!"
Rara menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Enggak ra, lupain dia!, pliis lupain dia. Sekarang lo udah punya Revan Ra". ucap Rara tanpa sadar.
"Kalo lo kembali. Jangan salahin gue, kalo gue udah berpaling Al"
....................................
Bersambung
Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.
Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.
Maaf pendek
Papaaay
KAMU SEDANG MEMBACA
ALICA [Revisi]
RomanceWARNING!! Cerita tahun 2021 dan belum revisi. Rafisa,gadis yang memiliki nama lengkap Rafisa putri frasta,biasa dipanggil Rara,gadis yang ceria,murah senyum,cerewet,dan lugu. Dibalik senyuman dan keceriaanya dia menyimpan luka yang dalam. ...
![ALICA [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/306993181-64-k365310.jpg)