12). menghindar

33 10 14
                                        

Maaf jika ada kesalahan dalam cara penulisan maupun kata kata.

...............



Happy reading ygy

.................

Jika kamu pikir aku tak terluka,kamu salah.aku terluka disini
-ica

Jika kamu pikir kamu yang paling terluka,kamu salah,nyatanya aku juga terluka
-Al

..........

Sudah seminggu belakangan ini,rara menjauhi revan, meskipun revan yang selalu menemuinya,tapi rara menghiraukanya. dia juga bingung,vkemana gitu ya revan yang dingin, datar, masa iya berubah jadi pengemis.

Hari ini rara berangkat sangat pagi karena sedang rajin. rara memutuskan untuk tak pernah mengobrol lagi dengan revan, siapa yang tak sakit hati coba. diajak pdkt sama orang yang nganggap kita sebagai orang yang ada dimasalalunya.vlebih tepatnya mendekati kita karena mirip dengan masa lalunya.

Rara berjalan dengan santainya dikoridur,tidak terlalu banyak siswa karena hari terlalu pagi.

"Rajin banget ya gue,"monolognya sambil memperhatikan murid yang baru sedikit.

Bruk

"Aduh,aws......"ringis rara ketika dia tak sengaja keseleo

"Aduh, baru juga banggain diri sendiri, udah jatoh aja,"keluhnya

Seseorang menyodorkan tanganya, rara yang melihat tangan terulur untuknya pun mendongak. Ternyata revan yang mengulurkan tanganya.

"Lo,"ucap rara

"Gue bisa sendiri,"tambahnya

Rara berusaha untuk bangkit, tapi kakinya sangat sakit. rara pun berusaha menutupi rasa sakitnya. rara berdiri dengan perlahan dan melangkahkan kakinya. revan diam ditempat memperhatikan rara.

Bruuk

Baru beberapa langkah, tapi rara sudah kembali terjatuh. revan pun buru buru menghampirinya.

"Ngeyel,"ucap revan dan menggendong rara ala brydal style

"Lep___"ucapan rara teepotong

"Diem!"

...............

Revan pun membawa rara ke UKS untuk mengobati kaki rara.

"Buka kaos kakinya!,"ucap revan

"Apaansih?!"tanya rara

"Gak usah ngegas, gue cuman mau urut kaki lo kok,"ucap revan

"Ya,vya tapi kan,vemang lo bisa?"tanya rara

"Cepetan!"

"Iya iya, ck"

Rara berdecak kemudian membuka kaos kakinya.
Revan pun mulai mengurut kaki rara.

"Awss,, pelan pelan bisa gak?!"

"Aduh, bukan malah sembuh tapi_,,aaaaa"teriak rara kesakitan

"Lebay lo,"ucap revan

"Lebay lebay, emangnya gak sakit apa, ini sakit ya, lo sih gak ada lembut lembutnya,"omel rara

"Lo lucu deh kalo lagi ngomel,"ucap revan

Bluss

"A_apaansih?,"ucap rara garang tapi gugup

"Garang kok pipinya merah sih,"ucap revan menggoda

"Apaansih!, udah kan?!,vgue mau kekelas"ucap rara

Rara pun segera memakai kaos kaki dan juga sepatunya kemudian berdiri. tapi saat akan melangkahkan kakinya revan mencekal tanganya.

"Lo kenapa jauhin gue?"

"Soal yang waktu itu?,vgue minta maaf, gue gak bermaksud___"

"Iya, gue tau, hehe"ucap rara terkekeh kecil

"Lo gak marah?,"tanya revan

"Gak lah, ngapain marah?"tanya rara balik

"Ya, gue kira lo marah, soalnya dari kemarin kemarin lo jauhin gue,"ucap revan

"Kita masih bisa jadi sahabat kan?"tanya revan

"Heem,"gumam rara

"Gue mau kenal lo lebih jauh lagi,"ucap revan

'Gue yakin,kalo lo ica nya gue'lanjut revan dalam hati




.....................................



Bersambung

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.


Hay guys,gimana part ini?

Jangan lupa tinggalkan jejak ya;)

Ica pecinta bubur tanpa diaduk🔪

Sayang kalian banyak banyak🤧🤧

Love sakebon buat kamu🙃🙃

BABAAAAY🖐🖐

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang