31.diculik

10 1 21
                                        

Happy reading ya


Saat ini Rara sedang berayunan dirumah pohon rahasianya sambil membayangkan masa lalu saat dia bermain dengan Alnya.

"Al. Jangan kenceng kenceng lalinya. Aku gak bisa kejal iih" ucap rara

"Bukan aku yang kekeencengan tapi kamunya aja yang lelet" ucap Al.

Brukkk

"Aduh!!. Awsss Al hiks,,,, huaaaaaa"

Rara menangis akibat terjatuh karena tak sengaja kesandung.

Al pun buru buru berlari menghampiri Rara dengan khawatir.

"Ada yang sakit?" tanya Al.

"Kaki aku sakit hikss,,,"

"Yaudah sini biar aku tiupin"

Rara tersenyum mengingat kejadian tersebut.

"Kamu dimana? Apa lo itu Al gue?" gumam Rara teringat kepada Revan.

"Masa iya papa lo bilang kalo lo cuman mau sama si ica ica itu"

"Tapi Al kan matanya Biru"

"Apa revan ngumpetin warna mata aslinya?"

"Tapi gak mungkin!"

"Tapi bisa aja sih!"

"Gue harus cari tau secepatnya"

  .     .     .     .    .    .    .

Sedangkan ditempat lain. Dikediaman Revan. Revan sedang menjelaskan apa yang terjadi kepada papanya.

"Papa kenapa bilang gitu sih?" tanya Revan.

"Loh kenapa? Bukanya kamu juga kangen kan sama dia?" tanya aglar heran.

"Tapi aku gak mau dia kenapa napa pah. Papah tau kan apa yang bakalan kayla lakuin kalo dia sampe tau kalo Rara itu temen kecil aku?"

"Kamu raguin papa?. Kalo kamu jujur sama Rara. Itu gak bakal ngebahayain dia. kamu gak percaya sama papa? Papa juga bisa buat kayla gak celakain Rara" ucap aglar yang tak terima anaknya merendahkanya.

"Bukan gitu pah" ucap Revan.

"Yaudah. Kamu jujur aja sama dia. Sebelum dia tau yang sebenernya. Lagian papa yakin sebentar lagi dia bakalan tau siapa kamu sebenarnya" ucap Aglar.

"Udahlah terserah papa" ucap Revan dan meninggalkan Aglar.

.     .     .     .    .    .     .    .     .     .    .    .

Sedangkan ditempat lain. Seorang gadis tengah menelpon seseorang.

"Urus gadis itu!"

"......."

"Bagus. Culik dia dan bawa kehadapan gue!"

"........."

"Gue gak mau tau. Culik dia gak ada alasan lo gak berhasil"

".........."

"Pokoknya kalo lo berhasil. Gue naikin gaji lo"

"........."

Tuuut

Dia pun memutuskan telpon secara sepihak

  .     .     .    .     .    .    .     .

Saat ini Rara bersiap siap untuk tidur dan menarik selimutnya sampai dadanya.  Dengan Tangan kirinya yang memegang hp nya.

Tuuut

"Revan kamu bisa jujur kan sama aku?" tanya Rara saat video call terhubung.

"Bisa" jawab Revan dengan tenang.

"Kamu Al kan?" tanya Rara.

"Kamu ngomong apa sih?. Aku Revan ra. Aku Revaaan" ucap Revan disebrang sana.

"Kamu pikir aku sebodoh itu buat gak ngenalin kamu?" tanya Rara.

"....." Revan terdiam disebrang sana.

"Gak bisa jawab kan?" tanya Rara.

Terlihat disebrang sana Revan memegang dadanya yang terasa sakit.

"Revan?" panggil Rara khawatir.

"Lo kenapa?"

"Revan. Kamu kenapa?"

"REVAAAAN?!" teriak Rara yang terbangun dari tidurnya.

"Hah. Ternyata cuman mimpi" gumam Rara dan meminum air putih yang ada dinakas dekat kasurnya.

"sebenernya lo siapa sih?" monolognya bertanya kepada diri sendiri.

Rara pun kembali menarik selimutnya dan kembali tertidur.

.    .    .    .     .    .    .   .    .    .    .    .    .  

Rara telah siap dengan seragam sekolahnya dan berjalan dipinggir jalan sambil menunggu angkot yang datang. Dikarenakan Revan yang tak bisa menjemputnya.

Tadi pagi saat Rara menunggu Revan yang akan menjemputnya. Tapi Revan tak kunjung kerumahnya. Akhirnya Rara pun menelpon Revan.
Dan ternyata saat mengangkat telpon tersebut.Revan baru saja terbangun dari tidurnya akibar telpon daru Rara. Dan berakhirlah Rara berangkat dengan menaiki angkot.

"Mana sih ni angkot. Aiiih" ucap Rara kesal.

Saat Rara memandang angkot yang mengarah kearahnya dari kejauhan tiba tiba ada orang yang membekap mulutnya.

"Hmmmppt"

Dan Rara pun kehilangan kesadaranya.

.    .     .    .    .     .    .    .    ..

"Bos kami telah menculiknya"

"Baguss. Bawa kehadapan gue!"

"Siap bos"

Tuuut

.     .     .     .     .     .     .

Cerita ini makin kesini makin gaje aja ya

Bersambung

Maaf pendek

Ketik langsung publish

Babaay

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang