33. mencari? (ii)

11 0 14
                                        

Happy reading ygy

.     .      .     .     .     .      .    .

Setelah mendapatkan rekaman tersebut Revan segera melihatnya. Terlihat direkaman tersebut sekitaran pukul 07.00 pagi. Rara sedang menunggu angkot tiba tiba ada yang membekap mulutnya.

"Sial" umpat Revan.

Ratu segera memeluk Reyna dan menangis dipelukan Reyna.

"Hikss,,, Ena. Rara. Hiks,,, hikss,,, gue takut dia kenapa napa, rara hikss,,, udah gue anggap seperti keluarga gue sendiri, gue. Gue,, gue takut hiks,,, dia kenapa napa" isak Ratu dipelukan Reyna.

"Sttt. Atu diem ya jangan nangis. Gue juga sama sedih. Sekarang mending kita cari Rara bareng bareng okey?" ucap Reyna menenangkan Ratu.

"Kalian gak perlu bantuin cariin dia. Gue bakal serahin bodygart buat nyari dia. Sekaligus gue turun tangan buat cari Rara. Kalian pokus belajar aja okey?. Kalian tenang aja. Gue bakal berusaha sebisa gue buat nemuin Rara" ucap Revan menenangkan Ratu dan Reyna.

"Gimana kita bisa fokus belajar Rev?. Sedangkan Rara. Sahabat kita?" ucap Reyna yang sukses membuat Revan diam.

"Hikss,,,, Raraaaa"

"Sttt. Tenang. Revan pasti bakalan nemuin Rara" ucap Reyna menenangkan.

.      .     .     .      .     .     .    .

Revan segera pulang kerumahnya untuk memberitahukan kepada papanya sekaligus meminta papanya untuk ikut andil dalam mencari Rara.

"Pah" panggil Revan sambil mendudukan dirinya ke sofa.

"Rara diculik" lanjut Revan.

"Papa tau" ucap Aglar.

"Dari mana papa tau?" tanya Revan.

"Kamu pikir mata mata papa gunanya buat apa?" tanya Aglar.

"Kamu tenang aja. Papa udah serahin orang orang suruhan papa buat nemuin Rara" ucap Aglar.

"Makasih pah" ucap Revan.

"Apa kan kata papa?. Kenapa kamu gak jujur aja sama Rara?" tanya Aglar.

"Revan yakin. Dia yang culik Rara gak ada sangkut pautnya sama Ica" ucap Revan.

   .     .     .     .     .     .    .

Revan mengendarai motornya diatas kecepatan sedang. Revan berencana untuk memberitahukan ke mama Rara yaitu Rere. Tapi tak melewati telpon karna Revan menganggap hal tersebut kurang sopan. Jadilah dia menemui tante Rere kerumahnya.

Tok    tok.   tok

Tak lama pun pintu terbuka menampakan Rere. Rere langsung melayangkan berbagai pertanyaan.

"Gimana? Rara udah ketemu kan? Anak tante gak kenapa napa kan? Kenapa kamu pulangnya cuman sendiri?" tanya Rere beruntun.

"Maaf tan. Rara..... Rara-"

"Rara dimana Revan?" tanya Rere tak sabar.

"Rara diculik tan" jawab Revan yang sukses membuat mata Rere berkaca kaca.

Deg

"Kamu gak boohong?" tanya Rere yang meneteskan air matanya.

"Tante tenang aja. Revan bakalan cari Rara sampe ketemu. Kalo pun harus mengorbankan nyawa Revan. Tante tenang aja" ucap Revan menenangkan Rere.

"Makasih,,, tante mohon hikss,,,"

"Iya. Revan janji" ucap Revan.

"Tante jangan nangis. Revan gak suka liat wanita nangis." ucap Revan

Revan juga bingung bagaimana cara menenangkan Rere bukan?. Rere aja gak ada hubungan darah denganya. Gak mungkin kan kalo dia memeluknya???.

"Yaudah Revan pamit dulu ya tan" ucao Revan.

"Iya" ucap Rere

Sepeninggalan Revan Rere pun segera memasuki rumahnya dan segera menghubungi suaminya.

Sudah keriga kalinya Rere menelpon putra. Tapi tak kunjung dijawab oleh Putra.

"Hiks,,,, pah angkat dong pliiis"

Rere pun mencoba kembali menghubungi Putra.

Tuuut

"Halo mah" ucap Putra disebrang sana

"Hiksss,,, papah" isak Rere.

"Kenapa?. kenapa mama nangis?" tanya Putra khawatir.

"Rara pah. Rara hiks,,,,, "

"Mama tenangin diri mama dulu. Baru cerita sama papa kenapa sama putri kita" ucap Putra disebrang sana.

"Rara diculik pah" ucap Rere setelah dia merasa tenang.

"Rara diculik? Kenapa bisa?" tanya Putra cemas.

"Mama juga gak tau. Sekarang Revan dalam proses mencari putri kita. Pokoknya papah harus pulang sekarang juga!" ucap Rere.

"Maaf ma. Tapi nanti jam 07.00 papah ada meiting"ucap Putra disebrang sana.

"Papah gak sayang sama putri kita?!. Pekerjaan papa saat ini lebih penting dari pada putri kita?! Papa kenapa sih?!" tanya Rere yang tak habis pikir dengan jawaban suaminya.

"Bukan gitu. Maksud papa. Papa pulangnya udah meting." ucap Putra.

"Gak bisa pah!!. Pokoknya papah harus pulang!. Soal meting emang gak bisa di undur atau diwakilain hiksss..." isak Rere

"Iya iya. Sekarang papah pulang" ucap Putra disebrang sana.

Tuuut

Rere segera mematikan telpon tersebut secara sepihak.

"Hiks.... Maaafin mama sayang. Mama gak becus jadi ibu" isak Rere.

   .     .      .      .      .      .     .      .

"Kalian cari dia sampe dapat!"

"Cari tau siapa yang culik Rara!. Kalo perlu bunuh saja dia!. "

"Saya gak mau tau. Pokoknya kalian harus nemuin dia!"

"Kalo kalian udah tau tempat dia disekap. Kasih tau saya diwaktu itu juga"

".............."


Tuuuuut




.      .       .      .          .     .

Bersambung

Maaf pendek

Cerita makin kesini makin gaje. Sedikit lupa sama alur ceritanya.

Ketikkk langsung publis hehehe......


Papaaaaaay

ALICA [Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang