Maaf jika ada kesalahan dalam cara penulisan maupun kata kata.
........................
Happy reading geeesss
................................
Sekarang Rara dan juga Revan tengah melaksanakan hukumanya. Yaitu hormat bendera sampai bel istirahat berbunyi.
Wajah Rara sangatlah merah akibat sinar matahari yang panas. Rara meniup niup hidungnya pakai bibirnya. Revan terus saja memperhatikan Rara yang kepanasan.
Revan terkekeh geli melihat kelakuan gadis disampingnya ini. Lalu Revan merogoh saku celananya dan mengeluarkan ikat rambut. Kemudian dia mengikatkan ikat rambut tersebut kerambut Rara.
"E_eeh"
"Biar gak gerah!"
"Tapii_"
"Iya, nanti kalo udah bel lepas lagi kok" ucap Revan seakan mengerti isi pikiran Rara.
"Ya tapi kan, keliatan sama lo"
"Dih, orang pacar juga" ucap Revan sombong
"Tetep aja, itu aurat" jawab Rara.
"Rara sayang, gak nyadar apa?, rambut lo juga aurat, tapi gak lo tutupi ituu.... Jadi udahlah gak usah diperpanjang, kita kan pacaran" ucap revan.
"Diih, ngaku ngaku. Sejak kapam kita pacaran pak?"
"Tapi pagi sebelum kita kena hukuman" jawab Revan
"Masa sih, perasaan gak ada yang ngajak pacaran deh tadi pagi"
" yaudah besok gue tembak lo"
" diiih, mati dong" ucap Rara sok polos
"Hm" gumam Revan.
...................................
"Eh, Ra?. Tadi lo kemana aja sih?" tanya Ratu
"Dihukum" jawab Rara malas.
"Kok bisa aih?"
"Ya bisalah, kan gue juga maampu"
"Dugong lu, maksud gue kenapa lo bisa kena hukum?. "
"Karna manusia tak luput dari kesalahan" ucap Rara ngasal. Tapi emang bener sih.
"Heh, dugong!, gak usah berjanda ya. Gue nanya bener bnener" ucap Ratu
"Kesiangan, gara gara si Revan yang malah ngebacot mulu".
"Lo udah nerima Revan Ra?" tanya reyna
"Dicoba" jawab Rara acuh
"Bagus" kompak ratu dan reyna mengacungkan jempolnya.
Rara meemandang sahabatnya yang beradu jetos, kemudian dia memanfaatkan kesempatan tersebut. Rara cepat cepat menuangkan sambal sebanyak 5 sendok kedalam mangkuk baksonya. Tapi saat dia akan menuangkan sambal yang ke 6, tiba tiba ada yang menahan tanganya.
"Jangan banyak banyak!" ucapnya datar.
Rara mendongak melihat orang yang mencegahnya.
"Terserah gue dong!" ucap Rara menantang.
Reyna dan Ratu saling pandang.
"Udahlah sana lo kekelas!, ganggu aja" ucap Rara mengusir Revan
"Gak" jawab Revan singkat
"Hiilih, tadi aja ngomongnya dilemes lemesin" ucap Rara mengejek. Tapi tak digubris Revan.
Revan kemudian duduk disamping Rara. Kemudian menumpu dagunya dan memandangi wajah Rara.
"Sana iiih!!!" ucap rara kesal
"Gak"
"Iish, Revaaan!!"
"Gk"
"Gue marah nih kalo lo tetep disini" ancam Rara.
"Ganti dulu baksonya baru gue pergi"
"Ckk, iya iya" ucap Rara kemudian bangkit dari kursinya dan kembali memesan bakso yang baru.
"Udah nih, sana kekelas!!"
Revan pun meninggalkan Rara bersama 2 kawan nya.
"Anjay" ucap ratu
" perhatian banget" lanjut reyna dramatis.
"Najiis" ucap rara.
"Hmmm...... Najis najis tar juga suka" ucap reyna meledek
"Apaaansih!?!"
"Hmmmm" ratu ikutan meledek
" mau nanya" ucap Ratu tiba tiba
" nanya apa?" tanya Rara
" lo waktu di mall diapain sama si om kakek tua?" tanya Ratu
" gak di apa apain cuman ya gitu deh"
"Anjiir, kocak deh, kok bisa ya lo lupa gak bawa uang" ucap Ratu tertawa.
"Eh, tapi kan waktu itu gue sengaja gak bawa uang" ucap Rara berpikir
Hingga sesaat kemudian dia ingat.
"Ooo, IYA____
..............................
Bersambung
Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.
Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.
Maaf pendek
Papaaay
KAMU SEDANG MEMBACA
ALICA [Revisi]
Teen FictionWARNING!! Cerita tahun 2022 dan belum revisi. Rafisa,gadis yang memiliki nama lengkap Rafisa putri frasta,biasa dipanggil Rara,gadis yang ceria,murah senyum,cerewet,dan lugu. Dibalik senyuman dan keceriaanya dia menyimpan luka yang dalam. ...
![ALICA [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/306993181-64-k365310.jpg)