29. Rumah camer

9 0 13
                                        


Happy reading 📍

.     .     .     .     .    .     .     .     .

Rara menatap rumah yang ada dihadapanya. Dia terkagum kagum melihat rumah yang begitu mewahnya.

"Ayok" ucap Revan dan menarik tangan Rara untuk memasuki rumahnya.

Rara tersadar dari lamunanya.

"Emmm" Rara gugup.

"Lucu banget sih kalo gugup gitu" ucap Revan terkekeh

"Tenang. Jangan panik. Papa aku gak gigit kok" ucap Revan menghibur dan membawa Rara memasuki rumahnya.

"Silahkan masuk  den" ucap bibi

Revan pun masuk dengan menggandeng Rara.

"Bentar aku telpon dulu ya" ucap Revan setelah duduk dikursi bersama Rara.

"Woy. Cepet kesini!" ucap Revan setelang panggilan terhubung.

".........."

"Cepet!!" ucap Revan

Tuuuuut

Revan mematikan panggilan tersebut sebelum orang itu menjawab.

Tak lama kemudian datanglah dua orang yang berbeda kelamin menghampiri Revan dan Rara.

Deg

Rara terpana melihat wajah orang tersebut yang sangat mirip dengan Revan. Terlebih lagi saat melihat mata biru pemuda tersebut yang mengingatnya kepada seseorang. Dan dengan gadis manis yang tempo hari Rara temui dimall bersama sahabatnya.

"A-al" lirih Rara

"Nah. Sekarang udah tau kan?" tanya Revan.

"Jadi. Dia Raihan kembaran aku"ucap Revan.

"Kenalan!" ucap Revan dengan bicara yang tak santai dan datar. Sangat berbeda jauh dengan caranya berbicara kepada Rara.

"Hai kak. Nama aku Rania " ucap gadis yang duduk didekat Raihan.

"Hai. Nama gue Rafisa" ucap rara menerima uluran tangan Rania

Raihan diam dan menatap Rara datar. Rara yang ditatap seperti itu pun langsung menundukan wajahnya karna gugup.

Rania menyenggol lengan Raihan.

"Kak" bisik Rania.

Seakan tau dengan apa yang dimaksud rania. Raihan pun memperkenalkan dirinya

"Raihan" ucap Raihan datar yang membuat Rania tersenyum tak enak kepada Rara.

"Emm. Kakak mau gak main sama aku?" tanya Rania.

"Boleh. Main apa?" tanya Rara.

Raihan langsung menatap Rania

"Sayang" ucap Raihan.

"Iih. Aku mau main sama kak Rafi" ucap rania

"Biarin aja napa?. Pacar gue juga gak bakal ngapa ngapain pacar lo sih" ucap Revan

"Yuk" ucap Rania dan menarik Rara ketaman belakang rumah ini.

Karena Rania yang sudah sangat sering berkunjung kesini. Jadi dia tau tempat tempat yang ada disini.

Lalu Rania pun membawa rara dan duduk dibangku yang ada ditaman belakang .

"Kakak tau gk?" tanya Rania

"Enggak" ucap Rara menimpali.

"Aku belum selesai bicara" ucap Ranuia cemberut

"Iih ucul banget sih" ucap Rara mencubit pipi Rania

"Nama kakak sama kayak nama sahabat aku" ucap Rania.

"Oo ya?. Siapa namanya?" tanya Rara

"Rafisa putri danendra" ucap Rania.

"Kalo nama kakak?" tanya Rania selanjutnya

"Rafisa putri frasta" ucap Rara.

"Waah. Cuman beda dikiit ya" ucap ranua takjub

"Hehehe. Iya" ucap Rara bingung mau jawab apa.

"Kakak sekarang kelas berapa?" tanya Rania

"12" jawab Rara

"Ouh"



.    .    .    .     .     .     .    .    .



"Ngapain sih lo suruh gue pulang?" tanya Raihan.

"Pacar gue salah paham. Dia lihat lo dimall sama Rania. Dia pikir gue selingkuh. Yaudah gue bawa aja kerumah" ucap Revan.

"Ica?" tanya Raihan

"Dia ica. Tapi dia gak tau kalo gue temen dia waktu itu"

"Kenapa?"

"Gue takut kayla malah sakitin Ica"

"Bodoh"

"Harusnya lo jujur. Dia bakal kecewa banget kalo tau dari orang lain. Atau dia sendiri yang cari tau dan tau siapa lo sebenarnya. Menurut gue. Lo cepet jujur secepatnya" lanjut Raihan.

"Gue takut"

"Takut apa sih?!" tanya Raihan

"kayla?. Lo bisa jujur sama ica dan lo lindungin ica dari sikayla!." ucap Revan

"Ya gue bakal coba"

.   .    .    .    .    .    .    .

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.

Bersambung

Maaf pendek

Salam manis😊

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang