23. jemput

11 2 13
                                        

Mohon maaf bila ada kesalahan dalam cara penulisan maupun kata kata.




...............

Happy reading gesss

....................



Pagi ini Rara masih bergulat dengan selimutnya, padahal matahari telah menampakan sinarnya. Jam menunjukan pukul 06.30 WIB.

"Rara?, bangun sayang" Rere mengguncang tubuh Rara

"Hey, ini udah siang, nanti kesiangan sekolahnya. Nak Revan juga udah ada tuh jemput kamu dibawah"

Tapi sang anak tak kunjung bangun juga

"Ni anak, mati atau tidur sih?"

Rere pun mengambil ancang ancang akan berteriak.

"RAFISA PUTRI FRASTA!!, BANGUUUUN UDAH SIANG NIH"teriak Rere karna tak ada pilihan lain

"Nghhhh...... Mamah ngapain teriak?!, ish... Aku masih ngantuk!."

"Bangun gak?!, ini udah siang tuh liat jam, revan ufah nunggu dibawah dari tadi"

"Iya, 5 menit lagi." ucap Rara dengan mata yang setengah terpejam

"HAH?!, APAH?!, REVAN DIBAWAH?!, KENAPA MAMAH GAK NGOMONG DARI TADI?!" teriak Rara begitu sadar dengan apa yang diucapkan mamanya.

"Mama udah bilang dari tadi, kamunya aja yang kebo"

Rara buru buru bangun dari kasur dan berlari menuju kamar mandi. Rere yang melihat kejadian tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.

Setelah melaksanakan ritual mandinya Rara dengan tergesa gesa mengenakan bedak baby dan liptin kemudian dengan cepat keluar dari kamar dan turun kebawah.

"Aduuh, jangan gosip deh, ayok berangkat nanti malah telat!" ucap Rara ketika melihat revan yang sedang mengobrol dengan mamanya.

"Sarapan dulu!" suruh sang mamah

" aduh maaah, udah siang keburu kesiangan masuk ini, emang mama mau anaknya ini dihukum gara gara telat?"

"Ya mau mau aja, siapa suruh kebo"

"Ish jahat banget, pokoknya aku gak mau sarapan dulu, nanti aja disekolah, lagian kalo aku telat revan ikutan telat kan?"

"Eh iya, kasihan ya nak revan kalo dia dihukum" ucap Rere biadab

"Sama anak aja rela dihukum" dumel rara

"Yaudah sana berangkat!, nanti Revan kena hukum, jangan lupa makanya nanti dikantin ok?"

"Y"

....................................



Sedari tadi Revan terus saja memandangi wajah Rara. Dan hal tersebut sukses membuat Rara bingung.

"Lo kenapa liatin gue kayak gitu?"

"Ppprtt," revan berusaha untuk menahan tawanya ketika melihat wajah Rara dihadapanya.

"Kenapa ketawa?"

"Buahahahahahaaaa" keluarlah tawa Revan yang sedari tadi ditahanya.

"Ish kenapa sih?!" tanya Rara kesal sambil menabok tangan revan pelan.

Revan beralih menatap Rara kemudian memegang pipi rara dengan lembut.

"Lo tuh kayak anak kecil tau gak?, aduuuh. Masa dibedak aja kagak bisa sih." ucap revan mengosap wajah rara yang mehong karena bedak yang tak rata.

"Untung aja belum masuk kelas, kalo udah pasti diketawain" ejek Revan.

Mendengar ejekan Revan tersebut membuat Rara cemberut.

"Ish, gak usah ketawa" ucap Rara judes

"Iya iya"

"Mau nanya boleh?" tanya Rara

"Itu udah nanya"

"Ish, gue serius"

"Gue juga serius"

"Ish, lo mah" ucap Rara bete

"Yaudah, Rara mau nanya apa?"tanya Revan

"Kok lo gak jutek atau dingin sih sama gue?" tanya Rara

" emang kenapa gak suka?"

"Y_ya bukan gitu. Maksud gue kan lo tipikal cowok dingin nih ya, terus kok kalo sama gue lo gak dingin sih?"

"Karna lo spesial"

"Bullshit"

"Beneran, kalo gak percaya, gue bakal ngunggu lo sampe lo bisa nerima gue"

"Emangnya lo cinta sama gue?, lo gak terpaksa gara gara gue mirip orang dimasa lalu lo?"

"Gue minta maaf, waktu itu gue gak bermaksud"

"Lo sama dia itu beda, sangat beda"lanjutnya.

"Gue mau ngomong, gue bakal coba buat nerima lo, dan gue bakal coba buat ccinta sama lo"

"Beneran?!" tanya Revan tak percaya

"Iya, gue capek nunggu dia, kemarin gue ketemu sama dia, tapi dia pergi gitu aja, hehe.... Maaf kalo gue belum bisa lupain dia, tapi gie bakal berusaha buat lupain dia. Lo mau bantu gue kan?" ucap Rara menunduk.

"iya, gue mau bantu lo. Gapapa gue ngerti kok, maksih udah mau coba buat nerima gue" ucap Revan dan memeluk Rara.

Hati Revan sakit mendengar Rara yang mengatakan hal tersebut.

'Maaf ca' batin Revan

'Hati aku sakit denger kamu mau lupain aku ca"










.......................


Bersambung

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.

Maaf pendek



Papaaaay

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang