26. Titik terang

15 2 20
                                        

Maaf jika banyak kesalahan dalam cara penulisan maupun kata kata.

.............................




Happy reading geees




...........................

Rara turun dari roptoof setelah sekolah sepi, penampilanya sangat mengerikan. Rambut yang tidak rapi dan mata yang sembab..

Rara berjalan kearah parkiran, untungnya tas nya sudah dibawakan oleh sahabatnya saat dia diroptoof sahabatnya menelponya. Lalu Rara menyuruh mereka untuk pulang duluan.

Rara melangkahkan kakinya menuju gerbang. Tiba tiba ada yang memegang pundaknya.

"Hey, lo kemana aja sih?" tanya revan.

"Roptoof" jawab Rara singkat tanpa membalikan tubuhnya.

Revan membalikan tubuh Rara karena ingin melihat wajah Rara. Dengan cepat Rara menunduk dengan rambut yang menutupi wajahnya.

"Hey"

"Kenapa sih?, jangan nunduk, kamu kenapa hm?" tanya Revan

"Gak" jawab Rara datar tanpa menatap Revan.

"Sini liat wajahnya" ucap Revan memegang dagu Rara.

"Diem" ucap Rara

Revan pun terpaksa berjongkok dihadapan rara sambil mengintip wajah rara. Revan kaget melihat mata Rara yang bengkak.

"Siapa yang bikin kamu nangis?" tanya Revan.

"Enggak"

"Bilang?!"

"Nggak!"

"Rafisa putri frasta. Bilang?!" ucap revan nada bicaranya sedikit membentak.

Rara semakin menunduk dengan bahu yang bergetar.

"Hiks...... Hiks.....hiks....."

Revan langsung membawa Rara kedalam pelukanya.

"Maaf, maaf, maafin gue". Ucap Revan mengelus surai panjang Rara.

"Yaudah yuk, kita pulang, mau kemana dulu?" tanya Revan.

"Rumah pohon" jawab Rara lirih.

"Maaf" ucap rara lirih ketika menyadari apa yang diucapkannya

"Gapapa, aku anter" ucap Revan

........................

Sesampainya dirumah pohon tersebut. Rara segera naik dengan diikuti Revan dari belakang.

Saat sampai diatasnya. Rara memandangi foto dirinya dan juga Al kecil.

"Hiks..... Kamu jahat. Kamu ninggalin aku" ucap Rara terisak.

Hati Revan sakit melihat orang yang dia cintai menangis karena dirinya.

Revan melangkah dan dengan cepat membawa Rara kepelukanya. Dan mendudukan dirinya dan juga Rara diatas kursi yang terbuat dari kayu.

"Sttt, stt. Udah jangan nangis lagi. Aku gak kuat liat kamu kayak gini" ucap Revan

Revan terus saja menenangkan Rara. Tak lama kemudian Rara sudah lebih tenang.lalu melepaskan
Pelukanya. Dan beralih menatap Revan.

"Maaf. Maaf buat lo sedih gara gara gue yang masih mikirin masa lalu gue. Gue gak maksa lo buat berjuang. Kalo lo capek sama sikap gue. Lo pergi aja. Maaf. Gue... Gue.. Masih belum bisa lupain dia. Maaf" ucap Rara memandang mata Revan dengan tatapan sendunya.

"Gapapa Ra, gue ngerti" ucap Revan.

"Sekarang udah bisa cerita?" tanya Revan.

"Gue ngeraasa dia ada disekitaran gue, gue gak tau kenapa piling gue bilang kalo dia ada dideket gue" Rara menjeda ucapanya.

"Kemarin, gue jetemu sama orang disini. Waktu gue panggil dia langsung pergi"

"Yang gue bingung. Kenapa Al gak mau nemuin gue?"

"Gue minta maaf Van. Gue ceritain ini semua sama lo. Kalo lo mau bilang gue egois. Terserah lo. Maaf"

"Udah. Gapapa aku paham banget" ucap Revan

"Maaf ca" batin Revan.

"Lo tadi kenapa masih ada disekolah?" tanya Rara.

"Nungguin lo."

"Terus?"

"Ada barang berharga yang ilang"

"Terus?"

"Ya aku cari. Tapi gak ketemu"

"Emang apa?"

"Kunci"

"Kunci apa?"

"Kunci kalung"

"Lo pake kalung?"

"Pake"

"Coba liat" ucap Rara

Revan pun memperlihatkan kalungnya. Tanopa iya sadari jika memperlihatkan kalungnya akan memperbanyak pertanyaan Rara.

Deg

"Lo Al?"

"Bukan lah"

"Terus itu kalung?"

"Sayang, kalo kayak gini tuh banyak yang punya"

"Terus ini pungsinga apa?" tanya Rara

"Ini apa?"

"Kunci"

"Buka kalung punya dia" jawab Revan jujur.

"Maksudnya?"

"Kalung yg dia punya ada liontinya. Bisa dibuka pake kunci itu."

"Gue tambah yakin kalo lo itu Al" batin Rara

"Tadi gue nemu kunci" ucap rara

"Dimana?" tanya Revan

"Roptoof"

"Tapi anehnya. Tu kunci bisa buka kalung gue" lanjut Rara.

"Punya lo?" tanya Rara sambil menunjukan kunci tersebut.

"Gak tau aku, kan siapa tau punya orang lain, kamu simpen aja dulu" jawab Revan sedikit was was.

..........................


Bersambung

Maaf pendek ya

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.


Ayaang

Ayang

Papaaaaay

ALICA [Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang