22. lupain!

14 3 11
                                        

Maaf jika banyak kesalahan dalam hal apapun itu

Happy reading☺






...................................

Setelah dari rumah pohon tempat rahasianya Rafisa pulang kerumahnya dengan keadaan mata yang sembab. Hal itu membuat Rere bertanya tanya kenapa anaknya itu?.

"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rere begituelihat anaknya

"Mamaah," Rafisa langsung menubruk mamahnya dan menangis terisak didalam pelukan sang mama

"Kamu kenapa hm?, cerita sama mama," ucap Rere sambil mengelus punggung Rara lembut

"Hikss... Hiks.... Tadi aku ketemu Al, hiks.... Tapi dia malah pergi. Hiks.... Al- udah gak sa- sayang lagi sa- ma aku. Hiks..... Hikss.... " Rara terisak dipelukan Rere.

" udah sayang, jangan nangis lagi, bunda ngerti gimana perasaan kamu sekarang" Rere kembali mengusap punggung Rara dengan lembut agar Rara menjadi lebih tenang.

"Mah?, apa Al udah gak sayang lagi sama aku?" tanya Rara

"Mama gak tau sayang, kamu cari cowok lain aja sana. Nungguin Al mah gak pasti!" ucap Rere

"Tap_"

" Revan masih ada Ra," ucap Rere menyela perkataan Rara.

" udah sekarang kamu mandi, terus istirahat gih" suruh Rere.

Rafisa pun mulai melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.

Ketika sampai dikamar Rafisa memandang pantulan dirinya dicermin sambil berbicara sendiri.

" maaf Al, aku ngecewain kamu, maaf aku nyerah, aku bakal coba buat nerima orang baru dihati aku, meskipun kamu masih utuh dalam hati aku."

"Yang aku pikirin cuman kenapa tadi kamu malah pergi?, tapi aku yakin kalo itu kamu."

" postur tubuhnya kayak orang yang aku kenal, apa mungkin kamu ada dekat disekitaran aku?."

Rafisa pun bergegas mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandinya.

Setelah selesai melaksanakan ritual mandinya Rafisa pun bergegas kemeja riasnya untuk mengeringkan rambutnya.

"Coba aja kalo kita gak kepisah," monolognya sambil mengeringkan rambut.

" pengen banget iih liat muka kamu."

Setelah selesai mengeringkan rambutnya. Rara pun bergegas menaiki tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya sambil menatap langit langit kamarnya.

"Revan lagi apa ya?"

"Apa gue terima aja ya?"

" ish, kenapa malah mikirin dia sih?!"

" tapi gue kalo dideket dia tu, berasa ada yang beda gitu."

....................................................



"RARA, TURUN!, KITA MAKAN MALEM NAK" teriak Rere dari lantai bawah

" IYA MAAH" teriak Rara tak kalah kencang dari atas.

Rara bergegas turun kebawah dan begitu sampainya dibawah dia dapat melihat papa dan mamanya yang sudah duduk anteng dikursi meja makan.

" gimana sekolah kamu?" tanya putra ketika Rara mendaratkan bokongnya dikursi.

" biasa aja" jawab rara malas. Karna dia tak suka jika harus membecarakan tentang sekolahnya.

Mereka pun mulai makan dengan keheningan yang menyelimuti mereka, hanya suara dentingan sendok yang terdengar diruangan itu.

..................................

"Hikss...... Hiks........ Kamu jahat Al!"

"Kamu jahat!!"

"Hiks....

Rafisa terus saja menangis terisak saat dia mengingat kejadian tadi sore.

"Kamu jahat!, aku nungguin kamu disini"

"Aku capek al, aku capek, kamu ninggalin aku seenak yang kamu mau"

"Aku capek, aku kangen sama kamu. Hikss........"

Rere yang tak sengaja lewat kamar putrinya pun langsung saja masuk kekamar putrinya. Yang kebetulan sedang tidak dikunci.

" sayang?" panggil Rere dengan lembut kemudian menghampiri putrinya yang terisak dan membawa tubuh putrinya kedalam dekapanya.

" udah ya, kamu lupain dia, masih banyak yang mau sama kamu sayang, mama mohon mama gak mau liat putri mama satu satunya ini sedih begini, mama juga ikutan sedih, udah ya jangan nangis lagi, mama mohon lupain dia ya" ucap Rere mengelus surai panjang Rara.

" aku gak bisa ma" Rara berucao dengan sangat lirih

"Bisa, kamu pasti bisa, berusaha, alihin perhatian kamu dengan apa yang berhubungan sama dia, revan pernah cerita sama mama, kalo dia cinta sama kamu"

" aku gak mau jadiin revan buat bahan untuk lupain Al dari hati aku mah"

"Gak sayang, kamu berusaha buat cinta sama revan, berusaha nak"

" tapi apa aku bisa?" Tanya Rara




......................................

Bersambung

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.

Babaaay

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang