32. mencari?

11 0 13
                                        

Happy reading ygy





.   .    .     .    .    .    .    .    .

"Kerja bagus" ucap seorang gadis kepada orang orang suruhanya setelah mengikat Rara kekursi dengan keadaan yang masih pingsan.

"Kita tunggu aja diluar. Tar juga dia bangun. Soal bayaran kalian. Nanti gue transfer ke rekening masing masing kalo misi udah selesai"

"Siap bos" jawab mereka serempak.

Mereka pun meninggalkan  Rara seorang diri diruangan tersebut.

.    .     .     .    .    .    .   .    .


Sedangkan disekolahan Revan mencari Rara kemana mana. Hingga seluruh sekolah sudah dia kelilingi.

"Kenapa gue gak telpon dia aja ya?" monolognya baru terpikir.

"Bego! Bego! Bego!" ucapnya merutuki dirinya sendiri.

Revan pun mulai menwlpon Rara. Sudah kesekian kalinya dia menelpon Rara. Tapi tak kunjung gadis itu mengangkat telpon darinya.

"Tante rere" ucap Revan teringat kepada Rere mamanya Rara.

Revan pun mulai menelpon Rere.

Tuuuut

Panggilan terhubung.

"Hallo tan" ucap Revan.

"Iya nak Revan ada apa?" tanya Rere disebrang sana.

"Raranya ada tan?" tanya Revan.

"Bukanya Rara disekolah ya?. Tadi dia udah berangkat kok" ucap Rere disebrang sana.

"Ooh. Yaudah tan. Aku tutup ya"

"E-eeh. Emangnya Rara gak ada disekolah?" tanya Rere.

"I-iya tan. Aku udah nyari diseluruh sekolahan. Tapi gak nemu nemu" ucap Revan.

"Aduuuh. Nak Revan tolong cari anak tante ya. Tante takut kalo dia kenapa napa" ucap Rere disebrang sana tampak khawatir.

"Iya siap tan. Tante tenang aja. Serahin semuanya sama aku" ucap Revan.

"Iya tante percaya sama kamu"

.    .    .    .     .     .     .     .     .     .



"Tadi pagi kalian liat Rara gak?" tanya Revan kepada kedua sahabat Rara yang tengah berada dikantin.

"Ngapain lo nanyain dia? Masih inget lo? Udah selingkuh juga" hardik Ratu sinis.

"Pliiis. Lo jangan dulu bahas itu deh. Sekarang yang harus kita pikirin kemana dia pergi? Rara hilang Ratu" ucap Revan.

"Enak aja. Siapa perempuan itu? Enak banget ya lo. Mainin perasaan sahabat kita" ucap Reyna.

"Plliiis kalian jangan bahas itu dulu. Sekarang gue tanya sekali lagi. Kalian. Lihat. Rara?" tanya Revan menekankan setiap katanya.

"Enggak. Dari tadi pagi dia gak muncul muncul kok" ucap Reyna.

"Kemana ya?. Apa jangan jangan dia diculik?" tanya Ratu panik.

"Tenang. Gue bakal berusaha sebisa gue buat nemuin dia dan kembali ke kita" ucap Revan.

"Gimana doong?" tanya ratu panik dengan mata yang berkaca kaca.

"Oke. Gue mau nanya. Terakhir kalian kontekan sama Rara dia bilang dia dimana?"

"Gue terakhir kontekan sama dia tadi malem katanya dia dirumah" ucap Raru.

"Sama" jawab Reyna.

"Lo sendiri?" tanya Reyna

Revan pun mulai berpikir dan aaah....

"Tadi gue kesiangan. Otomatis gue gak jemput dia. Biasanya kalo dia gak ada yang jemput. Dia naik apa?" tanya Revan.

"Biasanya sih. Angkot" ucap mereka berdua serempak.

"Pulang sekolah. Kita pergi dulu kehalte deket rumah rara sama halte yang deket sekolah" ucap Revan.

"Okwey"

    .     .    .      .     .    .

Kriiiing

Bel pulang telah berbunyi. Ratu dan Reyna pun segera berlari kearah parkiran dan menghampiri Revan.

Setelah mereka berdua masuk kedalam mobil Revan. Revan pun segera menjalankan mobilnya.

...

Setelah sampai ditempat tujuan mereka pun langaung turun dan melihat lihat halte tersebut.

"Gimana caranya buat kita tau Rara diculik atau enggak?" tanya Ratu.

"Kita harus minta rekaman siaitivi halte" ucap Revan memberi tahukan.

"Tapi gimana caranya kita minta rekaman sisitivinya?" tanya Reyna.

Revan pun segera menghampiri halte tersebut dan pandanganya tak sengaja menatap jam tangan yang tak asing lagi baginya.

Revan pun mulai menghubungi penjaga sisitivi dari halte tersebut dengan nomor yang dia dapat dari petunjuk digambar yang ada dihalte tersebut.

Tuuut

"........"

"Maaf pak. Bisa saya meminta rekaman sisitivi disni?"

".........."

"Loh kenapa gitu?"

"..........."

"Bapak gak tau siapa saya? Perkenalkan saya Revan alfian Aglar. Masih mau membantah?"

"........"

"Baguus. Kirimkan secepatnya!"

Tuuut

Revan memutuskan percakapan telpon tersebut secara sepihak.




   .      .      .      .      .     

Bersambung

Maaf pendek

Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.

Ketiik langsung fublis ygy

Papaaay

ALICA [Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang