real epilog

11 0 16
                                        

Maaf udah prank. Niih ini beneran niih




7 tahun kemudian

"SAYANG," panggil Revan berteriak dari lantai atas kamarnya.

"APA? AKU LAGI MASAK AL" jawab Rara berteriak dari bawah sana.

"SINI DULU BENTAR" teriak Al.

"NGOMONG AJA TANGGUNG AKU LAGI MASAK AL" teriak Rara.

"KAOS KAKI AKU YANG WARNA PUTIH MANA?" tanya Revan.

"ADA DIDALEM LEMARI,"

"GAK ADA" ucap Revan.

"KAMU CARI YANG BENER."

"UDAH. TAPI GAK ADA" jawab Revan berteriak lagi.

"AWAS AJA KALO AKU CARI KAOS KAKINYA ADA" teriak Rara dan segera menyelesaikan masaknya dan segera menghampiri suaminya.

Cklek

Rara memasuki kamar mereka kemudian membuka lemari dan mencari kaos kaki tersebut. Tak lama dari itu Rara pun menemukanya. Kemudian menatap tajam suaminya.

Ya, 6 tahun yang lalu mereka telah resmi menikah dan sah menjadi sepasang suami istri. Dan kini mereka telah mempunyai anak laki laki yang berumur lima tahun dari hasil pernikahan mereka.

"Terus ini apa hah?! Makanya kalo nyari barang tuh yang bener. Matanya dipake doong" ucap Rara tajam.

"Iya iya"

.    .    .    .    .    .   .

Rara dan juga Revan telah mempunyai anak laki laki yang diberi nama Rifiandra axelio Aglard kerap disapa Axel.

"Makan yang banyak sayang" ucap Rara kepada anak satu satunya itu.

"Hm" gumam Axel.

Sifat dan juga paras Axel lebih mirip dari Revan. Seperti Axel yang dingin kepada perempuan kecuali kepada sang mama yaitu Rara.

"Axel mau main dulu ya ma" ucap Axel

"Main kemana?" tanya Rara.

"Ketaman ma" jawab Axel.

"Oke tapi jangan lama lama ya" peringat sang mama.

"Iya"



.   .    .    .    .    .    .    .    .    .    .   .

Saat ini Axel tengah berjalan menuju taman yang berada tak jauh dari rumahnya. Axel melangkahkan kakinya menuju bangku yang berada ditaman tersebut dengan wajah datarnya.

Axel menduduki bangku tersebut dan menatap orang orang yang berlalu lalang dengan tatapan datarnya.

Saat dia sedang memperhatikan bocil yang tengah memakan makanan dengan mulut yang belepotan. Axel tersenyum kecil. Tapi tiba tiba dikagetkan dengan kedatangan seorang gadis mungil nan cantik.

"Hai" sapanya.

Tapi Axel tak urung menjawab. Axel bahkan tak memandang gadis tersebut.

"Nama aku Aleckia Anata Diwi Cafalii, panggiy Ana. Tapi kawo kamu mau panggiy yang layin uga gapapa" ucap gadis bernama Aleskia menjulurkan tanganya.

Axel memandang tangan yang menjulur itu tanpa berminat menerima uluran tangan Aleskia.

"Kamu gak mau themen ama aku?" tanya Ana

"Nama kamu ciapa?"

"Kamu kelac belapa?"

"Bole kalo Ana kadi pacal kamu?"

"Kenapa gak omong omong?. Kamu nda bica omong?"

"Padahal kamu anteng. Api cayang gak bica omong"

"Kamu cabal ya. Mau kan kadi themen Alec?"

Axel menggeram mendengar setiap pertanyaan yang keluar dari mulut tersebut.

"Axel" jawab Axel pada akhirnya.

"Ama anjang?" tanya Ana

"Axelio" gumam Axel malas

"Umulnya belapa?" tanya

"Lima"

"Yaudah, belalti aku panggiynya kak Lio" ucap Ana.

"Terserh" jawab Axel malas lalu bangkit dari duduknya.

"Kak lio mau kemana?" tanya Ana.

"Bukan. Urusan. Kamu" tekan Axel

"Cekalang kan kita themen. " jawab Ana polos.




.   .   .    .    .    .   .   .




Dari pertemuan Axel dan Aleskia. Axel sering menghabiskan waktunya bersama dengan Aleskia.

Dia pun tak sedingin waktu pertama kali mereka bertemu. Bahkan sekarang Axel sangat menyayangi gadis menggemaskan itu.

"Kak lio sayang Ana kan?" tanya Aleskia.

"Ya sayang doong" jawab Axel dengan tegas.

"Benelan?" tanya Ana.

"Mulai sekarang kamu panggil aku abang" ucap Axel

"Kenapa?" tanya Ales.

"Kamu udah abang anggap kayak adek abang sendiri" tutur Axel lembut.

Iya jadi teringat ucapan mamanya karena dia sering membawa Aleskia kerumah.

"Kamu jagain Ana ya. Mama kasian sama dia. Mama udah anggep dia kayak anak mama sendiri. Kalo kamu udah besar nanti. Pokoknya kamu harus jagain dia ya. Anggep dia kayak Adek kamu sendiri"

"Axel janji bakal jaga Ana ma" batin Axel memandang Ana.



































Yuhuuuuuu udaaaah dulu yeeee geees.

Eee iya. Aku mau nanya. Ada yang mau sequel dari cerita ALICA ini gak? Kalo ada komen ya.

Insyaalloh aku buatin kalo banyak banyak dukungan dari kalian. Tapi kalo gak semangat dari kalian. Kayaknya aku gak bakalan bisa buat bikin cerita lagi.

Aku juga butuh semangat. Walaupun kalian cuman komen "next" doang. Itu udah bangkitin semangat aku.

Mohon bantuanya ya teman teman. Pliiiissss

Yaudah aku pamit undur diri.

Sekian terima utang.




JANGAN LUPA MAMPIR KECERITA AKU YA. KALIAN TINGGAL LIAT DIPROFIL AKU HIHIII.

BINTANG untuk BULAN.



BAAAAAAY

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang