Happy reading ygy
. . . . . . . . . . .
"Ikhlasin van. Ikhlasin. Kasihan Rara. Pasti dia sedih banget liat lo yang kayak gini. Biarin dia tenang disana. Ikhkasin van. Ikhlasin" ucap Alfian sekali lagi.
"ENGGGAKK!!!. RARAAAAA.........."
Revan terbangun dengan nafas terengah engahnya kemudian dia pun langsung menoleh kearah Rara yang terbaring lemah diatar brankarnya.
Sebulan lamanya. Rara tak kunjung juga terbangun dari komanya. Revan setiap harinya selalu berada disamping Rara. Kecuali jika papanya yang memaksanya untuk masuk sekolah.
Revan menatap wajah pucat Rara. Revan menggosok gosokan tanganya ketangan Rara yang terasa dingin.
"Sekarang gak dingin lagi kan?" tanya Revan.
"Kamu gak capek Ra tidur terus?. Eh, aku lupa tidur kan enak ya. Gak capek juga. Cepet bangun Ra. Aku kangen sama kamu. Kamu gak kangen apa sama aku?"
"Apa kamu marah sama aku gara gara aku gak jujur sama kamu?. Liat nih. Aku Al. Al udah disini disamping ica. Seorang Al yang bermata biru. Ini aku ca" ucap Revan.
"Aku mohon. Bangun. Liat nih. Tangan kamu aja makin kurus. Udah kurus malah tambah kurus. Mending kamu bangun ya. Biar nanti aku kasih kamu makan banyak. Banyak banget. Bangun ya?"
Revan terus saja mengoceh seperti Rara yang selalu ada dan menanggapi semua ucapanya. Tapi kenyataanya. Itu hanya angan angan saja.
. . . . . . . . . . .
Ruangan Rara sedang ramai karena sahabatnya dan juga sahabat Revan yang sedang menjenguknya.
"HALLO EPRYBODDYYYY" teriak Ratu menggema dipenjuru ruangan.
"DIEEEM LO!!. GAK TAU APA INI DIRUMAH SAKIT!" teriak ciko tak kalah melengkingnya.
"Yeeee. Si Anying. Lo juga teriak dugong!" sengit Ratu.
"Serah gue dong. Lagian kan gue cuman ngingetin lo biar lo tau tempat"
"Ngingerin sih ya ngingetin. Tapi gak usah gegerin se RT kalik" ucap Ratu.
"Lo pada diem napa?. Ribut mulu perasaan" ucap Reyna.
"Tau. Jodoh kali" ucap Gala nyeletuk.
"Gak!!" jawab mereka berdua serempak.
"Ngapain lo ikutin gue?" tanya Ratu sengit.
"Yeeeh. Ge er lo. Gue gak ngikutin lo ya!. Yang ada itu lo yang ikutin gue" ucap Ciko.
"Lo!!" tunjuk Ratu.
"Loo!"
"Lo!!"
"Lo!!"
"Cik. Ngalah napa?" tanya alfian.
"Gue?. Ngalah?. Sama siratu kunti ini?. Gak salah?. Ogah gue" ucap Ciko.
"Enak aja lo bilang gue ratu kunti. Cantik gini dibilang ratu kunti" ucap Ratu.
"Beneran jodoh deh kayaknya" ucap Reyna yang sedari tadi diam menyimak.
"Jodoh?. Sama dia?!. Waht?!. Gak salah?!. Helooooowww. Gue udah punya ayang ya. Inget gue punya ayang" ucap Ratu sombong.
"Halah. Baru juga punya ayang. Selagi janur kuning belum melengkung. Masih bisa ditikung" ucap Ciko yang memperpanas keadaan.
"Wah wah wah. jadi lo mau nikung si Raja?" tanya gala.
"Heh!. Siapa yang ngomong?!" tanya Ciko sewot.
"Ya secara gak langsung. Lo udah ngomong kalo lo mau nikung siRaja" ucap gala.
"Lebih cocokan sama Raja" celetuk alfian.
"Nah bener. Raja dan Ratu tuh. Kayak kerajaan gak sih?" tanya Reyna
"Iya bener banget" jawab Ciko.
"Cik lo kalo cemburu ngomong dong" ucap gala.
"Ngomong ngomong gimana sama hubungan kalian?" tanya Ciko mengalihkan pembicaraan sambil menatap Reyna dan juga Alfian.
Seketika Reyna dan Alfian saling pandang.
"Ekhmmmm" dehem panjang Ciko.
"Fian kita udah gede kayaknya" ucap gala.
"Diem llo!" ucap Fian dingin.
"Jadi gimana?" tanya Ciko.
"Apanya?" tanya Reyna.
"Hubungan kalian!" ucap Ciko sewot.
"Ya gak gimana gimana. kepo lo" ucap Reyna.
"Ternyata seorang alfian. Ngalamin yang namanya pacaran?. Takjub gue" ucap Ciko.
"Maksudnya?" tanya Reyna.
"Diem!" ucap alfian menatap ciko.
"Lo itu pacar pertamanya. Fian tuh gak pernah sama yang namanya pacaran. Makanya gue takjub banget. Seorang Reyna bisa meluluhkan hari seorang alfian?. Takjub gue. Gue sempet ngira kalo fian itu gak normal tau gak?!"
"Gila aja lo!. Gue. Normal" ucap alfian menekankan seriap katanya.
"Eh ngomong ngomong. Lo kenapa dari tadi diem terus van?" tanya Gala menatap Revan.
"Terua gue harus ngomong apa?" tanya Revan datar.
"Gimaana van?. Udah ada perkembangan?" tanya Reyna.
"Belum" ucap Revan singkat padat dan jelas. Dan jangan lupakan wajahnya yang hanya menampilkan raut datarnya.
Mereka semua menghela nafas pelan melihat sikap Revan yang kembali dingin seperti dulu saat mereka pertama kali bertemu
"Segitunya rara berpengaruh buat lo" ucap Gala.
"Gue sayang dia" ucap Revan dengan tatapan kosongnya.
Mereka juga perihatin dengan tubuh Revan yang tak sebesar dulu. Sekarang rambut yang panjang karena tak pernah mau dipotong. Badan yang agak kurusan dan jangan lupakan bulatan hitam yang ada disekitaran matanya.
. . . . . . . .
Bersambung
Maaf pendek
Ketikkk langsung fublish
Papaaaaay
KAMU SEDANG MEMBACA
ALICA [Revisi]
Teen FictionWARNING!! Cerita tahun 2022 dan belum revisi. Rafisa,gadis yang memiliki nama lengkap Rafisa putri frasta,biasa dipanggil Rara,gadis yang ceria,murah senyum,cerewet,dan lugu. Dibalik senyuman dan keceriaanya dia menyimpan luka yang dalam. ...
![ALICA [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/306993181-64-k365310.jpg)