Happy reading📍
. . . . . . .
"Revan. Gue mau pulang" ucap Rara setelah lamanya dia bertukar cerita dengan Rania.
"Bentar. Katanya papa mau liat calon mantu" ucap Revan mengedipkan sebelah matanya.
"Apaansih?!. Kedip kedip kenapa? Sakit tuh mata?. Mau dicolok pake pisoo hm?" tanya Rara.
"Galak banget calon bini" gumam Revan
"Gak boleh galak galak sayang" ucap Revan memperingati.
"Terserah gue lah" ucap Rara.
"Ra?. Bisa gak ganti bahasa lo- gue nya pake aku- kamu?"
"Susah" jawab Rara
"Ya biasakan Ra" ucap Revan.
"Yaudah nanti gu- ee eh aku coba" ucap Rara sedikit kikuk
Revan yang gemas pun lantas langsung mengacak rambut Rara.
"Siap siap camer datang. Papah aku galak loh" ucap Revan menakut nakuti. Karna melihat papahnya berjalan menghampiri keduanya.
"Shhttt" ringis Revan karena terkena cubitan maut dari Rara
"Loh kamu?" ucap papanya Revan menunjuk Rara
"Loh. Papa kenal sama Rara?" tanya Revan.
"Enggak" jawab aglar
"Eeh. Om yang punya mall itu bukan?" tanya Rara yang merasa tak asing melihat wajah aglar.
"Iya. Siapa namamu?. Om lupa" ucap aglar
"Hehe.. Rafisa om" ucap Rara sedikit canggung.
"Ooh iya. Kenalin nama om aglar. Panggil papa aja biar sama kayak Revan" ucap aglar.
"Hehe. Iya om ee-eh pah maksudnya.
Aglar sedikit terkekeh melihat tingkah Rara sangat sama dengan Rania yang pertama kali berkenalan denganya.
"Kenapa kamu mau sama anak papa hm?" tanya aglar.
"Dia yang.maksa om. E pah" ucap Rara yang kembali salah dengan bicaranya.
"Aaahaaaha.. Sudah ku duga" ucap aglar tertawa.
"Mana mungkin ada yang mau sama dia" lanjutnya setelah meredakan tawanya.
"Ra" ucap Revan
"Apa?, emang bener kan?" tanya rara yang membuat Revan bubgkam.
"Hahaha. Masa anak papa takut sama perempuan sih?" tanya aglar tertawa karena melihat anaknya yang takluk dengan Rara.
"Kamu tau gak?. Dia tuh bilangnya gak mau pacaran sama siapa pun kecuali sama ica" ucap aglar
"Pah!" ucap Revan menegur dengan pelototan matanya.
"Bener kan?. Tapi apa bujtinya?. Sekarang kanu pacaran sama rara kan?" tanya Aglar.
"Udah!.papah diem!" ucap Revan.
"ica?" tanya Rara.
"enggak. Papa tadi salah ngomong doang. Yuk ah kita pulang aja kerumah kamu. Lagian ini udah sore. Nanti mamah kamu marah lagi" ucap Revan karena Rara yang mulai beetanya tanya.
"Nanti revan jelasin" bisik Revan ketelinga aglar sebelum kelyar dari rumahnya.
"Yaudah. Aku pulang dulu ya pah" ucap Rara berpamitan.
"Iya cantik. Jangan lupa sering sering main kesini ya" ucao aglar
"Insyaalloh om" ucap Rara.
'Aku tambah yakin kalo kamu itu Al" batin Rara.
. . . . . . . . . .
"Gak ada yang lo-"
"Kamu" sela Revan.
"Gak ada yang kamu sembunyiin kan dari aku?" tanya Rara.
"Enggak" jawab Revan yakin.
"Beneran?" tanya Rara.
"Iya. Kamu kenapa sih?" tanya Revan.
"Aku bingung aja. Papah kamu ngomong kamu cuman mau pacaran sama ica. Nah ica itu panggilan aku waktu kecil dari Al. Jangan jangan kamu Al?" tanya Rara menyipitkan matanya menatap Revan curiga.
"Ya- ya enggak lah. Kan Al temen kamu itu punya mata warna biru. Sedangkan aku?. Mata aku hitam Ra" ucap Revan tak sadar.
Rara semakin menyipitkan matanya.
"Darimana kamu tau kalo Al punya mata biru?" tanya Rara curiga.
Revan tersadar dari ucapanya. Dia kaget. Tapi dia berusaha menutupi kekagetanya agar tak membuat Rara semakin curiga.
"Kan kamu yang bilang waktu itu" ucap Revan dusta
"Kapan?. Perasaan gue gak pernah ngomong sama lo kalo Al itu punya mata warna biru" ucap Rara bingung
"Pernah. Percaya sama aku. Lagian mana mungkin aku Al" ucap Revan membela
"Mungkin aja" ucap Rara
"Yaudah. Kalo kamu gak mau kasih tau gue. Kamu tau gak?. Aku tuh mau tau banyak tentang kamu. Tentangmasa lalu kamu. Aku belum tau itu;. Tapi kamu? Kamu udah tau segalanya tentang aku" ucap Rara.
"Sekarang belum saatnya kamu tau. Lama kelamaan . kamu pasti bakalan tau kok" ucap revan
" yaudah. Kalo kamu gak mau kasih tau. Gue Bakal cari tau sendirii" ucap Rara.
. . . . . . . . . .
Bersambung
Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.
Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.
Maaf pendek
Ketik langsung publish hehe.....
Papaaay
KAMU SEDANG MEMBACA
ALICA [Revisi]
RomanceWARNING!! Cerita tahun 2021 dan belum revisi. Rafisa,gadis yang memiliki nama lengkap Rafisa putri frasta,biasa dipanggil Rara,gadis yang ceria,murah senyum,cerewet,dan lugu. Dibalik senyuman dan keceriaanya dia menyimpan luka yang dalam. ...
![ALICA [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/306993181-64-k365310.jpg)