27. mall

12 2 25
                                        

Maaf jika ada kesalahan dalam cara penulisan ataupun kata kata.

.......................

Happy reading geees

.......................

Hari ini hari minggu. Dimana Rara masih berpacaran dengan kasur, guling, dan juga selimutnya.

"Raara, sayang. Bangun!, itu dibawah ada Reyna sama Ratu" Rere mengguncang tubuh Rara.

Tapi Rara tak menghiraukan seruan sang mama. Rara menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.

"Hufff" Rere menghela nafas melihat kelakuan anaknya.

"Kalian bangunin aja Raranya. Gak mau bangun dia" ucap Rere ketika sampai kebawah.

Reyna Dan Ratu pun beranjak untuk membangunkan Rara.

"RA?!, WOY!. BANGUN NAPA?!" Pekik Ratu.

Kemudian Reyna dan Ratu saling pandang kemudian tersenyum penih arti.

Ratu berjalan kearah kasur sebelah kiri dan Reyna kesebelah kanan.

"1"

"2"

"3"

Ratu dan Reyna mengguncang kasur tersebut sambil berteriak.

."RA?!, GEMPA BUMI RA. GEMPA BUMI!, BANGUN KITA HARUS SELAMATKAN NYAWA KITA. GUE BELUM MAU MATI HUAAAA..."teriak mereka serempak.

Didetik selanjutnya Rara bangun dari tidurnya tanpa membuka matanya.

"Hmm. Biarin aja napa. Toh itu kalian yang mati gue mah gak bakal mati. Masih ngantuk nih. Ngapain sih gempa bumi pake bilang bilang sama gue. Gak ada urusanya sama gue." ucap Rara dengan mata terpejam plus suara seraknya.

Kemudian Rara kembali merebahkan tubuhnya dan tertidur kembali.

"RARARARARARAAAAAAAAAA" teriak Ratu melengking.

"BANGUUUUUUUUUUUUUYYYN!" Reyna lanjut meneriaki Rara.

"Dibawah ada Revan noh"

"Mana?" tanya Rara langsung terbangun.

"Ye. Anying lo ya. Denger nama Revan aja langsung bangun." ucap Ratu

"Udah buruan bangun!, mandi!, kita tunggu. Kalo gak mau kita tinggal nih. Kemarin aja paling semangat biar ditraktir sama Reyna." ucap Ratu.

Rara pun langsung bangun dan membawa handuk dari lemarinya.

"Masyaallah Ra. Ngapain bawa guling sih?" tanya Reyna heran.

Rara cengengesan kemudian mengembalikan guling tersebut ke kasur.

"Lupa" ucapnya dan segeran ngacir kekamar mandi.

"Temen lo tuh" ucap Reyna

"Temen lo juga kali" timpal Ratu.

..............................

Sesampainya di mall. Mereka bertiga menjadi pusat perhatian karena penampilan mereka yang elegan dan dengan wajah mereka yang pada cantik cantik.

"Berasa jadi seleb deh kita" ucap Ratu.

"Biarin ajalah namanya juga tukgos" ucap Rara.

"Yuk ah, mau beli apa nih?" tanya Reyna

"Baju cuple, bandu, sepatu, jeans, gimana?" tanya Rara.

"Banyak nanget. Gue tekor nanti" ucap Reyna memelas.

" ya kan bayarnya nanti pake uang lo berdua" ucap Rara dengan santainya.

"Iya lo yang keenakan"

"Udah ah diem!, kan mau ditraktir"

"Yuk ah cap cuuuusss"

Mereka pun mulai memilih milih baju yang akan mereka beli. Setelah 1 jam lamanya mereka memilih baju dan juga apa yang mereka beli. Mereka pun memutuskan untuk menuju kafe. Tapi sebelum itu....

"Ra. Itu kayak Revan deh" ucap Ratu menunjuk kearah seseorang.

Rara dan Reyna pun mengikuti arah tunjuk Ratu.

"Iya bener" ucap Reyna

"Harus dibacok nih" ucap Ratu hendak menghampiri Revan. Tapi ditahan oleh Rara.

"Biarin aja. Toh juga dia bukan pacar gue" ucap Rara

"Apaansih Ra?!, dia udah anggap lo pacar dia. Tapi kenapa dia malah berpaling sama cewe lain" ucap Ratu menggebu gebu.

"Biarin, bukan urusan gue"

"Coba deh kita samperin dia" ucap Reyna.

"Ngapain?" tanya Rara

"Ya, mau liat gimana reaksi dia" ucap Reyna.

"Ide bagus" ucap Ratu.

Mereka pun melangkahkan kakinya menghampiri Revan.

"Hai" sapa Ratu.

Revan dang perempuan tersebut memandang mereka dengan tatapan anehnya.

Revan menampilkan wajah datarnya. Sedangkan gadis tersebut menampilkan senyum manisnya.

"Eh, kenapa kak?, ada yang bisa dibantu?" tanyanya dengan suara lembut plus sopanya.

"Eh, nggak. Pacar lo mirip seseorang" ucap Ratu.

"Kakak kenal sama mereka?" tanya gadis tersebut kepada Revan.

"Gak" jawab Revan.

"Bener bener nih si Revan" batin Reyna.

"Bermuka dua" batin Ratu.

"Gue kecewa sama lo" batin Rara litih.

"Hehe kita salah orang. Maaf ganggu ya" ucap Ratu.

Mereka bertiga pun segera meninggalkan Revan.

"Bener bener. Gak nyangka gue" ucap Ratu.

"Bisa banget ya dia actingnya" ucap Reyna.

"Ish, pengen bejek bejek tuh wajahnya"

"Aaarrrrggg" Ratu gereget.

"Lo berdua kenapa aih?!, bisa diem gak?!" ucap Rara.

Reyna dan Ratu pun terdiam mendengar perkataan Rara.




..................................






Bersambung

Maaf pendek

Sayang

Sayang

Ayang

Papaaay


Semangatin aku dengan cara komen 'next' sebanyak banyaknya.

Komen kalian itu buat aku semangat buat lanjutin nulis ceritanya. Walaupun cuman 'next' doang. Itu berarti banget ygy.

Maaf jika banyak kesalahan dalam cara penulisan ataupun kata kata.  Soalnya ini cerita ngetik langsung publiis.

ALICA [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang