Penjelasan Jenneta mengenai Reynold yang berkorban untuknya dan Eva ternyata tak membuahkan hasil sama sekali, masih sangat jelas di telinga dan otak Jenneta, ekspresi, intonasi, body language yang diberikan Thana untuk meresponnya.
"Jenneta, apapun yang sudah terjadi dimasa lalu mau seberapa menyakitkan pun itu, itu sudah berlalu dan aku tetap harus menjalani apa yang terjadi sekarang, bukan lagi berpatokan pada masa lalu. Tak peduli seberapa sakit dan penuh perjuangan Reynold lakukan untuk aku dan Eva, tidak akan merubah apapun, karna jauh sebelum Reynold pergi menemuimu dan keluargamu di Paris, aku memang sudah tak dianggap oleh Reynold dan orangtuanya, maksudku tak pernah dianggap, Dari caramu menceritakan kisah Reynold, sepertinya kau masih berhubungan baik dengan pria itu, maka katakan padanya, perceraian kami bukan karna ia pergi ke Paris untuk menemui, meninggalkan aku sendirian dan mealhirkan Eva sendirian, bukan, tapi karna reaksinya saat mendengar bahwa kau kecelakaan dan membutuhkannya disampingmu, aku tak peduli itu hanya alasan dari orangtua Reynold atau bukan, tapi pria itu langsung khawatir dan meninggalkan aku begitu saja, padahal ia jelas tau apa yang aku alami, aku lebih membutuhkannya waktu itu, karna aku sendirian, tapi ia tetap memilihmu. Orangtuamu menyiksa Reynold karna tau pria itu mengkhianatimu? Ketahuilah Jenneta, jika aku berada diposisi orangtuamu pun aku akan melakukan hal yang lebih parah dari apa yang orangtuamu lakukan pada Reynold. Reynold berkorban demi aku dan Eva? Ia tidak berkorban untuk kami, ia dihukum oleh orangtuamu untukmu, untuk membalas rasa sakit mereka pada perbuatan Reynold untukmu, bukan kami Jen. Aku tau maksudmu baik ingin Reynold memperbaiki hubungannya dengan aku dan Eva, aku tak pernah melarang pria itu untuk mendekati Eva, tapi aku hanya tak ingin, berada didekat Reynold membuatku mengingat segala hal buruk yang terjadi pada aku dan Eva karnanya dan keluarganya. Aku memang memaafkannya tapi aku masih butuh waktu untuk menyembuhkan luka yang ia beri, jika memang kami berjodoh Tuhan pasti akan menunjukkan jalan. Untukmu Jenneta, aku minta maaf dengan sangat karna merusak hubungan pertunangan dan pernikahanmu dengan Reynold, jika aku taupun aku tak mungkin mau didekati olehnya, maafkan aku dan terima kasih sudah menjelaskan semua, aku menghargai itu. Sepertinya aku meninggalkan Eva terlalu lama, permisi, selamat malam Jenneta, semoga kelak lain waktu kita bisa membicarakan hal lain." Setelah mengatakan hal itu Thana langsung masuk ke dalam meninggalkan Jenneta sendirian yang tak percaya dengan respon Thana, ia kira wanita cantik itu akan memaafkan Reynold dan hubungan mereka akan baik-baik saja, tapi siapa sangka jika hati wanita itu sudah beku.
"Kau harus berjuang sendirian Rey, Thana bukan wanita yang gampang luluh." Ujar Jenneta saat sudah menghampiri Reynold yang tengah berbincang dengan Ryan Richard, pria yang datang bersama dengan Jenneta tadi, pria yang menjadi pasangan dari Jenneta. Ryan dan Jenneta bertemu 1 tahun yang lalu dan tertarik satu sama lain, mereka baru bisa menjalin hubungan saat pertunangan Jenneta dan Reynold batal, untungnya Ryan berasald ari keluarga kaya yang sepadan dengan Jenneta juga sehingga tak sulit bagi keluarga wanita itu untuk menerima Ryan sebagai pasangan dari putri tunggal mereka.
"Kau membicarakan apa saja padanya?" Reynold memandang mantan tunangannya itu.
Jenneta mulai menceritakan apa saja yang ia ucapkan dan bagaimana respon Thana padanya, dan kedua pria itu setuju, bahwa Thana bukanlah gadis yang mudah luluh dengan cerita sedih dan pengorbanan yang dilakukan Reynold untuk kedua perempuan berharga itu.
Mata ketiganya memandang kearah Thana yang sudah mengendong Eva dan di kelilingi oleh kluarga Vijendra di tambah Joe Tanadi itu, Reynold menggerang tak suka, meskipun Joe dan Thana tak menunjukkan skinship apapun tetap saja kedekatan keduanya membuat Reynold tak terima, seharusnya ia yang ada disana.
Mata Reynold bertemu dengan mata Elora yang memandangnya dengan tatapan remeh seolah mengejek, entah apa yang Reynold lakukan hingga salah satu rekan bisnisnya yang paling berkuasa itu tak menyukainya, perasaan Reynold hanya berurusan dengan Thana bukan pada Elora.
Mata Reynold membulat saat kedua orangtuanya mendekati Thana yang sedang menggendong Eva, ia bisa merasakan akan ada hal yang tidak baik yang akan segeraz terjadi yang disebabkan oleh kedua orangtuanya itu, maka dari itu Reynold melangkahkan kakinya mendekati mereka, dan benar saja, sang mama sedang sibuk berbasa-basi pada Nyonya Stella mengenai Thana dan Eva.
"Bolehkah mama mengendong Eva Thana?" Tanya Shirleen dengan mata berbinar, wanita baya itu berani melakukan itu karna ia pikir Thana pasti akan memberikan Eva padanya, mengingat mereka sedang berada di publik.
Thana memandang Shirleen sambil menaiki sebelah alisnya, Alvaro bahkan sampai mengulum bibirnya menahan senyum, baru beberapa bulan menghabiskan waktu dengan keluarganya dan Thana sudah bisa mempraktekkan apa yang ia pelajari dari keluarganya.
"Shirleen, kau kenal dengan Thana?" Stella yang tengah berdiri disebrang Thana langsung datang kesamping Thana, berdiri didekat Thana dan meletakkan tangan kanannya pada bahu kanan Thana, merangkul Thana yang tengah menggendong Eva.
"Yah, tentu saja, Thana adalah istri dari Reynold." Jawab Shirleen tanpa ragu dan bisa Shirleen lihat wajah Stella yang kaget, tapi detik berikutnya sudah berubah menjadi tatapan tajam.
"Jadi kau, suami dan anakmu adalah dalang dibalik semua penderitaan Thana?" Pertanyaan Stella membuat Shirleen memandangnya bingung.
"Kau tak mengerti maksudku? Kau mau aku menjabarkannya satu-satu? Kau yang membuat Thana menderita selama ini, dengan suamimu juga anakmu, meninggal Thana-ku sendirian disaat ia sedang hamil, tak mengakui Thana dan Eva, selalu menyuruh Thana untuk menggugurkan kandungannya, pernikahan Thana dan Reynold yang bahkan tertutup dan disembunyikan, memilih Jenneta dibandingkan Thana yang sedang mengandung keturunan kalian, membanggakan Jenneta disaat Thana kalian tinggalkan dan tak kalian anggap, lalu sekarang kalian tiba-tiba datang mau mengakui Thana dan Eva? Roh kudus mana yang turun ke tubuhmu Shirleen?" Stella berujar dengan tenang namun setiap perkataannya bagai pedang samurai yang melukai hati, martabat dan harga diri Shirrlen, Nicholas dan Reynold.
"Kau tau, aku selalu muak dengan perkataan kalian yang selalu memuja Jenneta dulu disaat Thana sudah menjadi menantu sah kalian, ingin rasanya aku menyumpal bibirmu dengan sampah, karna memang disitu tempat sampah yang sebenarnya."
Shirleen tak percaya dengan perkataan Stella, ia selalu mengenal Stella sebagai wanita lembut, baik hati, ramah namun kali ini wanita baya itu terlihat sangat marah dan kejam. Tapi apa yang dikatakan Stella memang benar untuk itu Shirleen tidak bisa membalas dan hanya bisa diam, ia terlalu malu untuk membuka suara.
"Pergilah dan jangan ganggu anak dan cucuku lagi, aku bisa melakukan hal gila yang tidak pernah kau tau Shirleen." Ujar Stella dengan mengintimidasi.
Elora, Alvaro, dan Julian hanya bisa mengulum senyum melihat bagaimana tak berdayanya Shirllen berhadapan dengan Stella, sedangkan Thana hanya diam sambil menggendong Eva dengan alis mata yang naik sebelah dan raut wajah yang menunjukkan smirk.
Semua kejadian itu tak luput dari tatapan Reynold, ia merasa sakit dan harga dirinya diinjak-injak juga, lalu ia merasa bersalah pada sang mama yang harus mengalami hal seperti ini meskipun kejadian ini terjadi karna sikap mereka bertiga yang telah menyakiti Thana dan Eva sedemikian kalinya.
"Aku tak melarangmu untuk melihat Eva, tapi aku tak pernah mengijinkanmu untuk memegang Eva, tak peduli kau neneknya, kakeknya, ataupun papanya. Kalian sudah kehilangan hak pada Eva dan padaku, jadi sadar dirilah." Ujar Thana dengan dingin.
"Ah satu lagi, aku sudah menjual rumah yang kau berikan Rey." Ucap Thana yang membuat mata Reynold membulat.
TBC
Sorry baru bisa di update sekarang, I lupa, aing kirain dah update. Enjoy.
AeilsyIr

KAMU SEDANG MEMBACA
Never be mine - Vrene Lokal (END)
FanfictionI saw happiness in your eyes but it's not for me or because of me and never be me, never. Not even in the past, now or in the future, it never will cause you aren't mine, and I lost something that I never had.