Part 26

970 108 8
                                        

Double Update !


"Apa maksudmu menjual rumah Thana?" Reynold semakin berjalan mendekati Thana namun Elora dengan cepat menahan tubuh Reynold.

"Iyah, rumah yang aku tinggali, aku sudah menjualnya.Aku tak ingin berada satu kota denganmu, jadi aku ingin pergi dengan Eva ke tempat lain, jauh darimu dan keluargamu."

"Apa maksudmu Thana? Kau bilang kau mengijinkan aku untuk melihat Eva dan kau, tapi sekarang kau tiba-tiba mengatakan ingin pergi menjauh, lalu bagaimana aku bisa melihat kalian berdua?"

"Tidak bisa, karna aku merubah keputusanku, membiarkanmu melihat Eva membuat hatikku tak terima, kalian sempat tak menginginkannya jadi yah lebih baik kami berdua menjauh."

"Thana, tak bisa seperrti itu, aku papa Eva, aku berhak melihat anakku sendiri dan kau mau memisahkan aku dengan anakku sendiri?"

"Aku tak memisahkan, hanya memberikan waktu padaku sendiri, aku tak bisa terus-menerus bertemu denganmu dan keluargamu yang menyakitiku dulu, kau tak memberiku waktu untuk mengobati lukaku sendiri, aku butuh waktu Rey, dekat denganmu bukan membuatku membaik tapi malah memburuk, mengertilah." Sahut Thana pelan meskipun ia tau bahwa ia mengambil jalan yang salah, tidak seharusnya ia memisahkan Eva dan Reynold, tapi ia juga tak bisa, maksudnya belum bisa berada didekat Reynold seperti dulu, terlalu sakit baginya.

"Tak, tetap tak bisa, jika memang itu maumu, baiklah, tapi tinggalkan Eva pada kami." Bukan Reynold yang bersuara namun sang ibu, Shirleen.

Elora, Alvaro, Stella, Julian, bahkan Joe memandang Shirleen dengan smirk diwajah masing-masing.

"Aku tak percaya perkataan itu keluar dari mulut seorang ibu." Thana memandang mantan ibu mertuanya dengan tajam, "Ah, aku tak heran juga, kau selalu menyuruhku untuk membunuh cucumu ini."

"Katakan sesukamu, tapi tetap Eva bersama Reynold, ayahnya, kau mengatakan butuh waktu untuk sembuh, yang berarti kau sedang sakit, mentalmu sedang sakit, maka aku tak bisa membiarkan cucuku berada di tangan seorang wanita yang tidak stabil mentalnya." Sahut Shirleen tak kalah tajam.

"Benar, tapi tentu aku tak akan membiarkan anakku di jaga oleh manusia sepertimu juga, ingatlah nyonya Shirleen, aku masih punya papa dan mamaku, tentu aku lebih mempercayakan anakku pada mereka. Satu hal lagi, Eva bukan cucumu, tak ada nama Atalaric dinama Eva, tapi Eva Valerie Vijendra, sadar dirilah." Tentu saja mama papa yang dimaksud Thana adalah Stella dan Julian.

Mendengar perkataan Thana membuat Shirleen naik pitam tapi belum sempat mengatakan apapun, Reynold sudah memotongnya, "Baiklah, tak apa, sembuhi lukamu, tapi tetap jaga hatimu, aku akan menunggumu dan Eva kembali. Tapi sebelum itu aku ingin Eva, kau dan aku menghabiskan waktu seharian, sebelum kau pergi, tak apakan?" Reynold memandang mantan istrinya.

"Rey!" Shirleen tak terima hendak protes tapi ditahan oleh sang suami yang tiba-tiba sudah muncul disampingnya entah sejak kapan.

Nicholas menahan sang istri yang hendak memprotes keputusan sepihak dari Reynold yang menyetujui Thana, meskipun ia tidak terima dengan permintaan Thana tapi ia juga tak bisa berbuat banyak, ia paham mereka bertiga sudah terlalu menyakiti Thana dan Eva, mau seberapa banyak pun mereka minta maaf dan menyesal pada Thana mereka juga harus mengerti bahwa wanita itu membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka-lukanya.

"Thana." Panggil Rey dengan lembut seolah meminta persetujuan dari wanita itu akan permintaannya tadi yang belum di respon oleh Thana.

Thana memandang Reynold yang memandangnya penuh cinta, penyesalan dan juga permohonan, Thana tak kuat, salahkan siapa Tuhan memberikannya soft spot dihatinya khusus untuk Reynold, juga hati Thana terlalu baik hingga akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Reynold untuk menghabiskan waktu seharian bersama.

"Besok datanglah ke mansion Vijendra, kami akan menunggumu." Ujar Thana pada akhirnya.

"Terima kasih Thana, maaf untuk semuanya." Ujar Reynold dengan tulus dan Thana tak merespon apapun.


-------

Hari ini keluarga Vijendra tengah berkumpul bersama diruang keluarga mansion besar itu, terlihat Dean sedang bermain dengan Eva di carpet berbulu domba, Julian dan Stella duduk dilantai bermain dengan kedua cucu mereka, sedangkan Elora duduk ditengah-tengah Alvaro dan Thana.

"Kau yakin ingin pergi bersama Reynold?" 

"Ehem, aku tak bisa menolak permintaannya."

"Jika boleh jujur, aku tak masalah jika kau keluar dengan Reynold, aku hanya takut terjadi sesuatu pada Eva yang dikarenakan mantan mertuamu itu, terlihat terakhir kali ia sangat tak menyukai keputusanmu dan Reynold." Elora memandang Thana dengan khawatir.

"Hmm, sejujurnya akupun begitu tapi aku yakin Reynold tak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Eva, jika sang mama bertindak pun pasti Reynold yang menghadapinya, aku rasa nyonya Shirleen itu tidak sebodoh itu untuk bertindak jauh pada Eva." 

"Jangan khawatir, tidak ada yang akan terjadi pada Eva, nikmati waktumu kalian, aku akan menyuruh beberapa bodyguard untuk memastikan wanita itu tidak berada didekat kalian." Alvaro menengahi sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut, ia sangat menyayangi Thana seperti adik kandungnya sendiri untuk itu tidak mungkin ia membiarkan Thana berada dalam bahayaa begitu juga pada Eva.

"Lagipula jika Shirleen berani mengganggu maupun membahayakan kalian, maka aku tak segan-segan menghadapinya." Sahut Stella dengan tajam, Julian suaminya bahkan sampai bergidik ngeri.

Semua orang berusaha menenangkan Thana dan Elora yang terlihat sedikit khawatir akan pertemuan Thana, Eva dan Reynold nanti.

Sampai kepala pelayan mansion Vijendra masuk memberitahu bahwa Reynold sudah sampai.

"Antarkan dia masuk." Titah Julian sebagai tuan besar, kepala pelayan pun segera menjalankan perintah tuannya.

Suasana semakin hening, hanya terdengar suara Dean yang sedang bermain dengan Eva, lalu tak lama terdengar suara langkah kaki tegas yang membuat Thana semakin merasa gelisah ditempat duduknya, bahkan Elora sampai harus menggenggam tangan dingin milik Thana, karna sejujurnya mereka berdua memang khawatir, bukan pada Reynold tapi pada mama dari Reynold.

Masuklah Reynold yang berpakaian casual ke dalam ruang keluarga milik Vijendra, kedatangannya tidak disambut baik oleh para wanita, hanya Julian dan Alvaro yang bersikap biasa saja, sedangkan para wanita memandangnya dengan dingin, terutama Elora, dan Stella, wanita baya itu malah memandang Reynold seolah bisa menerkam pria itu.

Reynold menyapa mereka dengan sopan dan canggung pastinya, ia juga bisa merasakan aura membunuh dari Stella dan Elora namun ia berusaha bersikap biasa saja karna ia tau alasan ia ada disana hanya untuk menjemput Thana dan Eva.

"Bawa Thana dan Eva pulang dengan selamat." Titah Alvaro  dengan tenang namun begitu tegas.

"Aku tak ingin mamamu ikut campur tangan dalam quality time kalian hari ini, ingat hanya kau, Thana dan Eva. Sejujurnya kami semua khawatir pada mamamu, bisa sajakan mamamu itu melakukan sesuatu yang membahayakan Eva dan Thana." Ujar Julian to the point.

"Aku pastikan mama tidak akan berani menyentuh Thana dan Eva, paman." Jawab Reynold tanpa ragu.

"Bagus, tapi ingat jika saja terjadi sesuatu pada Eva dan Thana karna mamamu, aku pastikan tanganku yang akan mengeluarkan jantung dari mamamu langsung." Ancam Elora dengan dingin hingga membuat Reynold kesulitan menelan ludahnya sendiri.



TBC

Karna dah lama nggak update jadi double update yah.

AeilsyIr

Never be mine - Vrene Lokal (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang