"Aku nggak akan terima perjodohan ini sampai kapanpun"
"HARU!!"
"PA, MA I'M STILL YOUNG!! AKU MASIH MAU BEBAS!"
"Dia laki-laki yang baik, papa yakin dia bisa memperlakukanmu dengan baik. Haru, ini wasiat kakek. Kamu sayang kakek kan?" Haruto meremat rambut hitamnya dan mengusap wajahnya kasar.
"Please, pa. Aku masih mau main, ak--"
"Mainmu itu apa sih? Balapan? Terus pulang-pulang bonyok satu muka? Ini juga tujuan papa jodohin kamu sama yang sudah matang dari umur dan perilaku. Kamu butuh seseorang yang bisa ngerubah kamu." Haruto menatap tajam papanya.
"Pa, ayolah. Haru janji bakal berubah" Sang papa hanya tertawa menanggapi ucapan Haruto. Pasalnya anak itu sudah berkali-kali berjanji akan berubah tapi kenyataannya nihil. Bahkan saat ini pun wajah anaknya ada luka memar di pipi dan sudut bibirnya.
"Kamu pikir papa bakal percaya? No. Keputusan papa sudah bulat. Keluarga calon suamimu akan datang dua hari lagi." Haruto membulatkan matanya.
"PAPA!!"
"Jangan kabur, Haru. Papa akan suruh semua bodyguard papa untuk berjaga di sekolah dan di rumah." Haruto kini menatap mamanya dengan tatapan memelas, berharap sang mama akan membelanya. Sang mama hanya bisa menghela nafas dan mengusap punggung putranya.
"Turuti saja, sayang. Ini juga permintaan kakekmu, ya?" Haruto bangkit dari duduknya lalu pergi menuju kamarnya dan membanting pintu coklat tersebut membuat kedua orangtua nya menggeleng pelan.
"Biar aku yang bicara dengannya"
SPOILER END
GIMANA GAISSSS???? Muehehhe
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTINO S1 (END)
Hombres LoboHaruto merasa dirinya memanglah seorang Beta dari keluarga Watanabe. Dia yakin seratus persen karena dia tidak mengalami heat saat umurnya genap 17 tahun hingga kini ia 19 tahun dan berada di tingkat akhir sekolah menengah atas. Namun apakah pemikir...
