Sette

7.3K 843 158
                                        

"Dia siapa?" tanya Jeongwoo. Haruto mendongak dan menoleh ke arah Rowoon.

"Anakku. Namanya Rowoon"

Jeongwoo membulatkan matanya lalu melangkah mendekat untuk memastikan wajah Rowoon dan Haruto.

"Kalian tidak mirip."

Haruto mengangguk pelan dan berbisik ke telinga Rowoon. Rowoon mengangguk kecil lalu membalikkan badannya sehingga berhadapan dengan Jeongwoo.

"Umm.. Halo kakek namaku Rowoon. Salam kenal" ucap Rowoon sembari membungkukkan badannya sedikit. Haruto menutup mulutnya, menahan tawa yang bisa saja meledak saat itu juga. Jeongwoo melotot kaget dan memandang Haruto sinis.

"Kau memanggilku apa tadi?" tanya Jeongwoo. Kini ia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Rowoon. Anak itu memiringkan kepalanya bingung.

"Kakek. Kata Ibu, aku harus memanggilmu kakek"

"dan kau percaya pada Ibumu?" tanya Jeongwoo. Rowoon sontak mengangguk, menjawab pertanyaan Jeongwoo.

"Aku masih muda. Jangan panggil aku kakek,bocah" akhirnya tawa itu lepas dari mulut Haruto. Dia sudah bersusah payah menahan tawanya namun saat melihat ekspresi lucu Jeongwoo membuatnya tak bisa menahan tawanya. Tangannya melambai memanggil sang anak. Rowoon pun menghampiri sang Ibu lalu memeluk Haruto erat.

"Rowoon main bersama Bibi Asahi dulu yaa. Ibu ada urusan dengan kakek itu" Jeongwoo mendecak kesal mendengar sebutan kakek yang kembali ia dengar.

Rowoon mengangguk lalu pergi dari ruangan Haruto. Setelah memastikan Rowoon pergi, Jeongwoo mendudukkan dirinya di samping Haruto dan menatap lekat mata bulat itu.

"Siapa sebenarnya anak itu?" tanya Jeongwoo

"Sudah ku katakan tadi. Dia anakku" jawab Haruto.

"Aku serius, Watanabe Haruto. Siapa anak itu?" tanya Jeongwoo. Haruto terkekeh pelan lalu menatap Jeongwoo serius.

"Dia memang anakku. Anak angkatku. Ibu nya meninggal saat rogue menyerang, anak itu sebatang kara. Ayahnya entah ada dimana." jawab Haruto. Jeongwoo menghembuskan nafas lega, akhirnya ia tidak perlu berpikir macam-macam lagi.

"Jeongwoo.." panggil Haruto. Jeongwoo mengangkat satu alisnya.

"Rowoon akan ikut bersamaku. Jika keluargamu keberatan maka aku akan tetap memilih di sini daripada harus meninggalkan Rowoon." Jeongwoo menangkup pipi Haruto dan menatap lekat mata bulat itu.

"Tidak akan ada yang keberatan. Kau boleh membawanya, toh dia akan menjadi anakku juga kan?"

"Kau terlalu percaya diri. Belum tentu aku mau menikah denganmu." jawab Haruto. Jeongwoo terkekeh pelan mendengar jawaban Haruto. Dia tau Haruto sedang menarik ulur dirinya.

"mau tidak mau kau tetap akan menjadi istriku, manis" Haruto memalingkan wajahnya malu membuat Jeongwoo tertawa pelan. Tangan besarnya menjepit dagu Haruto dan kini dua pasang mata itu saling bersitatap. Jauh di dalam hatinya, Haruto sedikit mengagumi mata tajam Jeongwoo begitupula Jeongwoo yang mengagumi mata bulat cantik Haruto yang sukses membuat jantungnya berdetak hebat.

Jeongwoo mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan.

"Mungkin kau belum bisa menerimaku saat ini. Tapi perlu kau ingat, sebentar lagi kau akan terus bersamaku dan aku tidak akan membiarkanmu pergi barang sejengkal pun, kau milikku dan aku akan membuatmu bergantung padaku dan mencintaiku."

"Jeongwoo..."

"Hm?"

"Kenapa kau begitu menginginkanku?" tanya Haruto. Jeongwoo tersenyum lembut lalu mengecup singkat hidung Haruto membuat pipi Haruto seketika memerah.

DESTINO S1 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang