Chapter 24

18 3 14
                                        

Aku terbangun tiba-tiba. Kuraba nakas untuk mencari ponsel. Kulihat masih pukul 2.30 dini hari. Ku letakkan kembali ponsel tapi kemudian tenggorokanku terasa kering. Aku langsung bangun dan duduk di tepian ranjang. Aku terkejut saat mencari sendal di bawah, kakiku mengenai sesuatu. Aku langsung menarik naik kakiku ke atas. Kulihat di bawah seseorang sedang meringkuk di lantai. Dan tambah terkejut lagi ketika tahu bahwa orang itu adalah Cinta, kekasihku.

Aku langsung turun ke bawah membangunkannya.

" Cinta? " Panggilku sambil menepuk lembut tubuhnya.

" Hemm." Cinta menjawab malas dan mencoba membuka matanya.

" Sayang? Kamu kenapa tidur di sini?"

Pelan-pelan Cinta bangun dan duduk.

" Kamu kenapa tidur di bawah?" Tanyaku lagi saat Cinta sudah sepenuhnya sadar.

" Appa suruh aku tidur di kamar kamu. Ya kali kita tidur bareng kan? Appa aneh sih."

Aku mengulum senyum mendengar jawabannya.

" Kalau appa suruh kamu tidur di kamar ini berarti kamu harus tidur di tempat tidur yang sama sama aku."

" Itu sih mau kamu." Jawabnya.

Aku langsung tertawa geli mendengar jawaban Cinta.

" Ya mau dong. Kamu tuh kaya baru kali ini aja satu ranjang sama aku. Semalem kita juga kan tidur di ranjang yang sama dan tidak terjadi apa-apa."

" Bukan tidak terjadi tapi hampir terjadi kan?"

" Hahaha. Iya baru hampir. Kalau mau di jadiin sekarang ayo." Godaku padanya.

" Ish." Cinta mencebik.

" Udah naik ke atas aja. Aku janji kita engga ngapa-ngapain selain tidur."

" Janji ya?" Cinta bertanya sekali lagi untuk meyakinkan diri.

" Iya sayang janji." Ucapku mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan.

Cinta pun pindah ke tempat tidurku kemudian berbaring menyamping.

" Terus kamu mau kemana?" Tanyanya padaku.

" Aku mau ambil minum. Kamu mau?"

Cinta menggelengkan kepalanya.

" Kamu lapar engga? Aku lupa kita belum makan malam kan?"

" Aku engga laper sih."

" Tapikan kamu belum makan sayang. Mmmm ( berpikir sejenak ) Ramyeon meokgo gallae?" Godaku sambil mengulum senyum.

Cinta langsung melotot ke arahku.

" Kamu ngeledek?"

" Eh siapa yang ngeledek? Aku cuma tawarin kamu ramyeon kok. Kamu juga pernah nanya kaya gini kan ke aku?" Kilahku sambil menahan tawa.

" Udah sana ah, aku ngantuk." Ucap Cinta menutupi wajahnya dengan bantal kemudian memiringkan badannya ke arah sebaliknya. Dia memunggungiku kesal. Aku bukannya khawatir malah tersenyum geli dengan tingkahnya.

Sekitar lima menit berlalu, aku kembali ke kamar. Ku bawakan satu botol air untuk jaga-jaga barangkali Cinta juga ingin minum. Ku rebahkan diriku di belakang Cinta, di sisi tersempit dari ranjang.

" Kamu kenapa rebahannya di belakang sih? Kan di depanku bisa." Ucap Cinta kesal tapi tetap menggeser tubuhnya memberikanku ruang untuk berbaring. Kupeluk tubuhnya dari belakang.

" Apa sih? Kan tadi janji cuma tidur aja." Protes Cinta sambil menghempaskan tanganku yang melingkar di perutnya.

" Kan ini cuma peluk. Emangnya tidur sambil meluk bukan tidur namanya?" Ucapku beralasan.

BUKAN CINTA IMPIANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang