She is Queen || 04

13.9K 317 0
                                        

“Gue nggak papa kok Rey, gue bisa pulang sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Gue nggak papa kok Rey, gue bisa pulang sendiri. Lo anterin Haikal aja.” Yakin Queen, sebenarnya dirinya tidak langsung pulang melainkan akan ke apartemen Rafi karena sudah sejak 2 jam yang lalu Rafi terus mengganggunya.

“Bareng aja, gue takut lo kenapa-kenapa.” Khawatir Reyhan jika terjadi sesuatu kepada Queen, karena jika seperti ini memang yang selalu mengantar Queen pulang adalah Reyhan. Itu sudah seperti kebiasaan dan kewajiban Reyhan.

“Gue nggak kenapa-kenapa Rey, udah deh. Itu Haikal udah teler gitu lo anterin dia pulang aja.” Usul Queen lagi dengan menunjuk ke arah Haikal yang sekarang sudah tidur di jalanan. Entah mengapa hari ini dia mabuk berat, tidak seperti biasanya.

Reyhan berdecak pelan melihat Haikal yang sudah seperti orang tidak bernyawa.

“Yaudah, lo kalo ada apa-apa kabarin gue ya.” Putus Reyhan dengan berat hati. Queen tersenyum dan mengangguk.

“Gue cariin taksi dulu.”

Setelah mendapatkan taksi, Queen langsung masuk taksi dan berpamitan pada Reyhan.

“Pak bawanya hati-hati ya, ini cewek nggak boleh lecet sedikitpun.” Pintanya pada supir taksi.

“Iya mas, tenang aja.” Jawab supir taksi itu sembari memberikan acungan jempolnya.

“Yaudah gue pulang dulu.” Pamit Queen sebelum menutup pintu taksi namun ditahan oleh tangan Reyhan.

Queen mendongak melihat Reyhan seolah bertanya ada apa, namun yang didapat Queen bukan jawaban melainkan sebuah kecupan di pipi kanannya. Queen tidak terkejut karena ini memang sudah biasa dilakukan oleh Reyhan jika hanya berdua saja. Hanya sebatas kecupan, tidak lebih.

Queen memukul dada Reyhan yang kini hanya melemparkan senyum tanpa dosanya. Reyhan benar-benar sangat berani, padahal ada supir taksi yang melirik mereka lewat pantulan kaca. Queen jadi merasa tidak enak.

“Nggak papa.” Ucap Reyhan dengan santai.

-SheisQueen-

“Enak banget ya lo. Udah gue tunggu hampir 3 jam dan sekarang baru dateng.” Sarkas Rafi dengan seringainya.

“Kan gue udah bilang mau keluar sama temen-temen.” Bela Queen.

“Lo kenapa sih Queen? Lo akhir-akhir ini lebih mentingin sama temen-temen lo itu dari pada gue.” Protes Rafi tidak terima. Seharusnya Queen lebih mementingkan dirinya dari pada bersama teman-temannya yang tidak jelas itu.

“Gue juga punya temen El. Lo main sama temen-temen lo aja gue nggak larang-larang, kenapa kalo gue yang main sama temen-temen lo nggak suka?” Kesal Queen mengutarakan isi hatinya.

“Tapi lo kalo main sama temen-temen lo itu lupa waktu dan lama bales chat gue.”

“Seenggaknya gue masih sempetin buat nanggepin lo. Lo sendiri kalo udah kumpul sama temen-temen lo mana ada ngasih kabar ke gue? Chat gue aja nggak lo bales, bahkan lo bisa nggak ngasih kabar gue sama sekali lebih dari 2 hari.” Sungguh saat ini Queen benar-benar sudah sangat kesal.

“Lo mabuk?” Tanya Rafi berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Pasalnya Rafi mencium aroma alkohol yang cukup kuat dari Queen.

“Dari club lo?” Tebak Rafi yang belum juga mendapat jawaban.

“Lo nggak main sama cowok lain selain gue kan?” Selidik Rafi berturut-turut.

“Bangsat!!! Jangan diem aja lo goblok.” Marah Rafi yang merasa diabaikan. Saat ini Rafi sudah kalap pikirannya sudah menuju yang tidak-tidak. Rafi tidak ingin jika Queen juga disentuh oleh laki-laki lain selain dirinya.

Queen menghela napasnya lelah. Inilah salah satu kebiasaan Rafi yang tidak disukai Queen. Rafi berpikiran buruk tentangnya.

“Siapapun itu nggak ada selain lo El.” Jujur Queen yang membuat Rafi sedikit merasa lega.

“Gue bosen, nunggu lo dari tadi.” Ucap Rafi sembari duduk di sofa, tidak ingin melanjutkan pertengkaran.

“Maaf, gue nggak enak kalo ninggalin mereka sementara gue yang ngajak mereka kumpul.” Jujur Queen dan berjalan guna menyusul duduk di samping kekasihnya.

Queen merapatkan tubuhnya pada Rafi dan menyenderkan kepalanya di bahu Rafi. Queen memejamkan matanya menikmati waktunya. Semakin terasa nyaman kala sebuah tangan mengusap rambutnya.

Queen tahu jika Rafi tidak ingin memperpanjang pertengkaran mereka, jadi Queen juga berusaha meredam kekesalannya dan satu lagi, Queen belum melupakan mengenai ucapan teman-temannya.

“Queen.” Panggil Rafi setelah keterdiaman mereka cukup lama.

Queen hanya membuka matanya tanpa menjawab panggilan dari Rafi.

“Hubungan lo sama Reyhan.”

“Gue tau hubungan kalian udah jadi rahasia umum, tapi kenapa nggak lo bantah? Gue sebagai pacar lo juga nggak suka setiap kali anak-anak bahas kalo kalian berdua pacaran.” Lanjut Reyhan dengan sedikit angkuh tidak ingin Queen kembali menganggap dirinya cemburu.

“Kalaupun dibantah juga mereka tetep batu. Itu klaim mereka soal gue sama Reyhan dan terserah mereka aja. Gue nggak mau repot-repot ngurusih hal yang nggak guna.” Jelas Queen menjawab apa adanya.

“Gue maunya juga mereka taunya kalo gue itu pacar lo El, bukannya malah pacar Reyhan. Tapi mau gimana lagi? Lo minta kita rahasiain hubungan kita. Bukannya seharusnya lo berterima kasih sama Reyhan, karena anak-anak taunya gue sama Reyhan dan buat posisi lo makin aman.” Lanjut Queen sedikit kesal terbawa suasana.

Rafi diam. Hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat. Rafi tahu yang diucapkan Queen juga tersirat sindiran halus. Apa yang diucapkan Queen ada benarnya juga, keuntungan yang Rafi dapat mengenai posisinya yang semakin aman karena mereka tahunya Queen berpacaran dengan Reyhan. Namun tetap saja, Rafi tidak menyukainya.

“Kenapa harus rahasiain hubungan kita sih El?” Tanya Queen yang benar-benar tidak ingin Rafi jawab. Ini adalah salah satu pertanyaan yang selalu Rafi hindari selama ini.

Rafi menatap Queen dalam dan menciumnya dengan penuh kelembutan.

Rafi menatap Queen dalam dan menciumnya dengan penuh kelembutan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Telat update, maapkeun ya. Soalnya saya juga malmingan hehehe.
Silahkan meninggalkan jejak dengan cara memberikan vote dan komentar✨

V
O
T
E

T E R I M A K A S I H

She is QueenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang