Chapter 44

1.3K 111 4
                                        

Lisa dan Jennie berada di apartemen bambam,mereka berada di sana karena Lisa memaksa untuk pulang dari pada harus berada di rumah sakit dan bambam menyuruh kedua nya untuk tinggal di apartemen bambam bersama jennie untuk sementara waktu sampai kondisi Lisa membaik.pada awal nya Jennie menolak dan memilih untuk tinggal di apartemen nya sendiri tapi bambam mendesak Jennie agar menuruti ucapan nya karena kondisi Lisa yang sangat ia khawatirkan di tambah lagi ancaman Grim Reaper yang mungkin saja akan mereka terima.

"Kalian istirahatlah di sini aku akan memesankan makan untuk kalian."(ucap bambam)

Jennie mengangguk dan memberikan senyuman pada bambam.

"Terimakasih bam"(kemudian bambam keluar dari kamar Jennie dan Lisa)

"Honey apa kau membutuhkan sesuatu?"(ucap Jennie setelah membantu Lisa untuk berbaring di tempat tidur dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya)

"Tidak ada sayang."(balas Lisa)

"Baiklah sebaiknya kau istirahat saja Katakan padaku jika kau membutuhkan sesuatu oke, aku akan menemui Bambam sebentar."(Jennie mengecup kening Lisa kemudian membiarkan nya istirahat)

Setelah itu jennie keluar dan menemui bambam yang berada di ruang tamu yang sedang memainkan ponsel nya.

"Bam.."

"Jen?ada apa?"(Jennie menghampiri bambam dan duduk si samping nya)

"Kau tau nomor asisten yang selalu bersama Lisa?aku ingin menghubungi nya untuk mengambil barang-barang Lisa di apartemen nya"(ucapan Jennie sontak membuat bambam terkejut)

"Akh Jen... sebenarnya Lisa sudah lama sekali tidak tinggal di apartemen milik nya"

"Mwo?wae.?"

"Daddy Lisa mengambil semua fasilitas yang ia berikan pada Lisa termasuk apartemen dan mobil-mobil nya serta asisten yang selalu bersama Lisa "(Jennie sangat syok mendengar hal lain tentang Lisa yang baru ia ketahui )

"T-tapi kenapa?apa yang terjadi?"

Bambam menghela nafas sebelum melanjutkan ucapan nya.

"Itu semua karena Lisa menolak perjodohan Antara diri nya dengan Tzuyu"

Jennie kembali sedih mengetahui begitu banyak cobaan yang di alami sang kekasih di balik keceriaan serta senyuman yang ia selalu tunjukkan kepada diri nya.

"Lalu dimana selama ini dia tinggal?

"Dia tinggal di apartemen Jisoo dan berhasil mencukupi kebutuhan nya sendiri dengan bekerja sampingan menjadi mentor di dance club"(ucap bambam)

Bambam menatap lurus ke arah kamar yang sedang Lisa tempati dan tak terasa senyum muncul dari bibir nya.

"Aku bangga pada nya karena kerja kerasnya ia tidak menjadi anak manja lagi.ia lebih bertanggung jawab dan tidak bergantung pada harta Daddy nya"

Bambam beralih menghadap jennie dan menatap tepat di mata nya.

"Jadi..jangan kau pernah berfikir untuk meninggalkan nya dan membuat nya rapuh kembali mengerti.! karena saat ini hanya kau yang ia punya"

Jennie tersenyum dan mengangguk.

"Ne..aku tidak akan pernah meninggalkan nya,Lisa juga sangat beruntung memiliki sahabat seperti mu bam."(Jennie menunjukkan gummy smile nya)

...

Setelah berbincang-bincang beberapa menit bersama bambam,Jennie memutuskan kembali ke kamar Lisa untuk mengecek keadaan nya.ia masuk dan kembali merasa sedih saat melihat Lisa tengah duduk memeluk lutut nya di depan jendela yang ia buka lebar.bahkan ia tidak peduli bagaimana dingin nya angin malam menyentuh kulit nya.ia hanya menatap kosong ke luar jendela hingga tidak menyadari keberadaan Jennie yang berada di samping nya.

Grim Reaper GxG JenlisaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang