Malam Mingguan

80 2 0
                                        

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, sabtu jam 6 sore waktu Bali, Arul sudah mendapatkan gaji pertamanya. Uang senilai 1.945.000 sudah di tangan. Nasi lalapan pun sudah diterima dari sang mandor untuk makan malamnya. Hatinya senang tiada terkira, apalagi ingat kalau nanti malam dia akan kembali bertemu dengan janda cantik kenalan barunya. Dia pun sudah janjian dengan ke empat temannya, Andi salah satu teman mereka tertarik untuk ikut merayakan hari gajian mereka. Setelah mengirim pesan kepada Ratna untuk memastikan kedatangannya. Arul cs menikmati makan malamnya terlebih dulu. Tak lupa dia menelpon Laila juga agar nanti malam sang istri tidak mencurigai dan menelponnya hingga merusak malam minggu nya.

Jam 9 malam tepat Arul dkk sudah berada di kafe, Ratna dengan senang hati langsung menyambut ketika melihat pelanggan barunya menampakkan wajahnya yang rupawan.

"Akhirnya kamu datang juga Mas" sapa Ratna menggandeng lengan Arul.

"Pasti dong, aku kan udah janji sama kamu" Arul mencium tangan Ratna mesra.

"Mau tak cariin teman berapa orang?? apa mau milih sendiri?" tanya Ratna. Arul melirik ke arah Rendi dan yg lainnya.

"Ajak Desi yang kemarin sama...hmmm yang satu terserah kamu aja, tapi anaknya yang asyik dan cantik ya" jawab Rendi.

"Pasti...tenang aja..." jawab Ratna. "Ya udah ayo masuk...sekalian tak orderin bir nya ya" kata Ratna.

"Sayang...birnya selain An***r ada nggak??B*****g apa Gu****s gitu??, aku ndak terlalu suka minum An***r" bisik Arul.

"Nggak ada Sayang" jawab Ratna

"Oh...ya udah deh kalau gitu" Arul akhirnya mengajak masuk ke ruang utama kafe, sedang Ratna memanggil Desi dan Ayu buat menemani mereka menghandle langganannya.

Di dalam kafe, sudah banyak table yang terisi, apalagi sekarang malam minggu, banyak yang ingin menikmati akhir pekan bersama cewek-cewek cantik yang hari ini berseragam ungu itu. Bergiliran berkaraoke pertable di jatah 5 lagu setiap putarannya, sambil bercanda, minum-minum juga dan tak sedikit juga bermesraan di table masing-masing.

"Tiga hari nggak ketemu rasanya kangeeen banget, terus inget sama kamu" kata Arul sambil membelai rambut kecoklatan sepunggung itu

"Masa' sih??"

"Iya...coba kamu mau beneran jadi pacar ku"

"Lha emang ini ndak beneran?" tanya Ratna memeluk Arul

"Maksud ku itu nggak sekedar di kafe aja, di rumah juga"

"Di kost maksudnya?"

"Dimana-mana"

"Kita kan baru kenal...kita temenan dulu aja kalau di luar ya, kalau nanti cocok, aku pasti kok mau pacaran sama Mas, aku cuma ndak mau sakit hati lagi...kasih waktu ya" bujuk Ratna."Aku janji deh...selagi kita di kafe, aku bener-bener punya Mas...ya" bujuk Ratna membelai wajah Arul.

"Ya sudah..mau gimana lagi, aku kan nggak bisa maksa perasaan kamu, tapi kamu janji ya...kasih aku kesempatan buat dekat sama kamu" Arul tak menyerah buat merayu Ratna.

"Iya Mas...aku janji" jawab Ratna "Makasih ya Mas" Ratna memeluk Arul setelah mencium pipi laki-laki tampan itu.

Bukan apa-apa, Ratna harus berpikir ulang untuk menerima Arul, bagi kebanyakan pekerja kafe, cinta itu nomer sekian, yang penting lelaki itu harus beruang dan juga harus royal, minimal harus menjamin uang kost,uang makan juga kiriman buat keluarga di kampung, apalagi Ratna janda 1 anak, jadi kiriman buat anaknya juga harus di jamin oleh lelaki yang mengikrarkan diri sebagai pacarnya. Ratna sudah lama kerja di kafe, tentu banyak langganan yang menawarkan diri menjadi pacar, tapi Ratna justru mengambil kesempatan untuk menawarkan PDKT dulu, jadi dia tidak terikat, tapi bisa merasakan aliran cuan dari cowok-cowok yang berusaha mendekatinya.

Suamiku Super PelitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang