Selamat datang kembali, Bestie 💜
Gimana hari ini, kalian semua sehat kan?
Sebelum baca, vote dulu boleh kali ya, ramaikan komentar juga ya, Bestie.
Happy Reading, Bestie 💜
•••
Oh mengapa...
Mengapa kau tak mengerti
Halusnya perasaanku
Kau goreskan keraguan...
Lirik lagu_Rossa-Kepastian_
Aluna segera melepas earphone-nya tatkala Kavindra telah menghampirinya untuk pergi ke sekolah bersama, rutinitas yang tak pernah mereka lewatkan. Padahal Mama sudah menyiapkan sopir pribadi untuk mengantarkan Aluna ke sekolah, tapi gadis itu lebih memilih bareng Kavindra naik motor.
"Lagi dengerin lagu apa, Lun?" tanya Kavindra ingin tahu.
Aluna tersenyum dan langsung mengambil helm yang dibawa sahabatnya. "Ada deh, pokoknya lagu kesukaanku."
"O yah? Mau atuh aku dengerin!" pinta Kavindra.
"Iya ntar di sekolah, sekarang kita berangkat dulu aja ya!"
Kavindra mengangguk, ia kemudian melajukan motornya meninggalkan halaman rumah Aluna menuju SMA Cakrawala.
"Puisi yang kamu buat semalem dibawa gak?" tanya Aluna yang sudah tidak sabar membaca karya indah itu.
"Dibawa atuh, kan spesial mau aku tunjukin ke kamu." Kavindra tersenyum saat melihat wajah Aluna dari kaca spion terlihat memerah, mungkin karena tersipu.
"Ya udah, nanti pas sampe kelas, aku langsung baca ya!"
"Iya, Bawel! Untung sayang!"
🌻🌻🌻
"Kamu lagi falling in love?" tanya Kavindra sedikit memekik akibat kaget dengan lagu yang baru saja ia dengarkan dari earphone milik Aluna.
Aluna mengerutkan alisnya heran. "Hah? Apaan sih?"
"Ini lagunya..."
"Kenapa emangnya?" heran Aluna melihat ekspresi Kavindra yang terlihat shock.
"Ini lagu tentang kepastian Aluna... Jangan pura-pura bego, deh!" protes Kavindra dengan gemas. "Emangnya kamu butuh kepastian dari siapa?"
Aluna mengerlingkan matanya, sahabatnya itu benar-benar tidak pernah peka dengan perasaanya. Tapi Aluna sendiri tidak mau kalau Kavindra tahu, bahwa sudah sejak lama ia memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat.
"Kepo deh! Emangnya aku gak boleh dengerin lagu Rossa yang itu?"
"Ya enggak gitu-"
"Emangnya kalau dengerin lagu, harus sesuai sama keadaan, gitu? Enggak kan?" potong Aluna langsung.
Kavindra menyeringai. "Hehe... Iya juga sih," jawab Kavindra. "Eh tapi... Kalo suatu saat kamu beneran jatuh cinta sama seseorang... Please, kamu mah harus bilang sama aku!" lanjutnya lagi penuh penekanan.
"Iya, Kavin... Udah ah sana! Kamu ganggu aku tau gak? aku tuh lagi fokus baca puisi ini."
"Acie... Emang bacanya harus bener-bener fokus ya?"
"Menurut kamu?" Aluna lagi-lagi mengerlingkan matanya.
"Eh, Della..." sapa Kavindra pada gadis manis teman sebangku Aluna. "Mau duduk ya? Punten ya tadi aku minjem bangkunya!" lanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Janji Untuk Aluna
Teen Fiction"Vin, aku putus sama Bara!" ungkap Aluna memberanikan diri berbicara pada Kavindra, sahabat yang telah lama tidak bertegur sapa lagi dengannya. "Gue tau," jawab Kavindra dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangannya dari barisan puisi yang tengah...
