Hai, Bestie.
Welcome back!
Kalian semua sehat kan?
Semoga sehat selalu ya.
Tetap semangat menjalani hari-hari beratnya.
Jangan lupa vote dan komentarnya ya!
Happy Reading, Bestie.
***
"Ada apa ngajak aku ke sini?" tanya Kavindra pada Della ketika ia telah sampai di rooftop sekolah ketika jam pulang telah tiba.
Della tersenyum menyambut kedatangan Kavindra. "Sini duduk, Vin!" ucapnya sambil menepuk bangku besi di sebelahnya.
Kavindra menuruti, ia duduk tepat di sebelah kanan Della. "Ada apa?" ulangnya.
"Kamu sebenarnya cinta gak sama aku?" tanya Della, meskipun ia sudah tahu jawaban sebenarnya.
"Kenapa atuh nanya gitu? Kamu kan tahu aku suka sama kamu makanya aku nembak kamu," jawab Kavindra.
Della memejamkan matanya sebentar, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Kemarin pas aku ke rumah kamu, aku nemuin ini!" Della menyerahkan amplop pink yang berisi surat itu.
Kavindra terbelalak, tangannya mendadak tremor ketika menerima surat itu. "K-kamu, nemu di mana?" paniknya.
"Surat ini jatuh pas aku mau baca buku yang berisi puisi kamu, maaf aku lancang! Buku itu terbuka di meja kamu jadi aku tertarik untuk membacanya," jujur Della.
"K-kamu udah baca isinya?" tanya Kavindra berharap Della tidak melakukan hal yang ia takutkan.
Della mengangguk sambil berusaha tersenyum. "Bahkan aku bacanya bareng Aluna," lirih Della.
"Apa!?" Kavindra histeris, sungguh ia merasa malu sekaligus bingung. Ingin rasanya ia mengubur diri hidup-hidup saat itu juga.
"Maaf ya, Vin! Aku melakukan itu karena aku ngerasa Aluna perlu tahu apa yang sebenarnya kamu rasa. Kamu boleh benci sama aku soal ini."
"Del, ini gak seperti apa yang kamu baca! Aku gak cinta sama Aluna kok, ini cuma iseng aja!"
Della menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Aku yakin perasaan kamu gak main-main sama Aluna," ucap Della. "Aku cuman mau kamu jujur sama aku!" lanjutnya.
"Aku udah jujur, Del! Maafin aku jika kamu kecewa karena surat gak penting ini!" pinta Kavindra.
"Kita akhiri hubungan ini ya, Vin!"
"Del, jangan gitu! Aku gak mau putus sama kamu, bahkan kita pacaran baru dua bulan," ujar Kavindra. Ia benar-benar bingung harus melakukan apa, padahal hati kecilnya mengakui itu.
"Kita gak seharusnya bersama, Vin. Aku memang mencintai kamu, tapi aku lebih mencintai diriku sendiri."
"Maksud kamu apa?"
"Aku gak mau punya hubungan dengan orang yang gak cinta sama aku. Lebih baik kita akhiri sekarang sebelum semuanya terlambat, sebelum aku terlalu dalam mencintaimu," ucap Della. Hal ini cukup berat baginya, namun Della tidak mau egois untuk terus menjalani hubungan dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Baginya, hubungan itu dua orang dan keduanya harus memiliki rasa cinta, supaya tidak ada yang mencintai sendirian. Karena itu sangat menyakitkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Janji Untuk Aluna
Teen Fiction"Vin, aku putus sama Bara!" ungkap Aluna memberanikan diri berbicara pada Kavindra, sahabat yang telah lama tidak bertegur sapa lagi dengannya. "Gue tau," jawab Kavindra dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangannya dari barisan puisi yang tengah...
