Hai, Bestie
wellcome Back di cerita Aluna
Gimana kalian sehat kan?
Semoga kita semua ada dalam lindungan Allah SWT
Jangan lupa sebelum baca vote dulu ya!
Ramaikan juga kolom komentarnya
Happy Reading, Bestie.
***
"PAGI Adekku!" sapa Alyas ketika ia memasuki kamar rawat inap Aluna. Sudah dua hari Aluna dipindahkan ke ruang rawat inap, karena kondisinya sudah mulai membaik.
"Pagi juga, Kak. Mama ke mana?" tanya Aluna yang tidak melihat mamanya sejak tadi.
"Mama ada urusan sebentar di resto, sebentar kok. nanti juga balik lagi ke sini," ujar Alyas
"Oh, iya deh, Kak. Aku gak apa-apa kok jika Kak Alyas punya urusan juga."
"Lho, kok gitu ngomongnya? Kakak gak ada urusan kok. Kakak mau nemenin kamu di sini," ucap Alyas sambil mengeluarkan satu bungkus bubur ayam. Aluna tidak mau makan makanan rumah sakit, hambar katanya.
"Ya abisnya aku ngerepotin Kakak sama Mama. Udah tiga hari kalian bolak-balik ke sini," ucap Aluna merasa bersalah.
"Gak apa-apa, Dek. Udah ah, makan dulu ya!" ujar Alyas sambil menyendokkan bubur ayam tanpa kacang dan tanpa diaduk.
Coba di sini kalian team bubur diaduk atau nggak? Apa alasannya?
Aluna membuka mulutnya menerima suapan dari kakaknya. "Kak, Kavin gak tau ya kalo aku di sini?" tanya Aluna karena sudah tiga hari ini Aluna tidak melihat Kavindra menjenguknya.
"Kata siapa? Kavin tau kok!"
"Tapi kenapa dia gak jengukin aku?" tanya Aluna dengan wajah kecewanya.
"Siapa bilang Kavin gak jengukin kamu? Dia lebih dari jengukin kamu, Dek!"
"Maksud Kakak?"
"Dia nungguin kamu semalaman di sini waktu kamu masih kritis. Dia sampe gak mau pulang kalo saja Om Abian gak jemput dia untuk sekolah," terang Alyas. Ia tahu adiknya itu sangat mengharapkan kehadiran sahabatnya.
Aluna terbelalak, ia tidak peracaya dengan apa yang didengarnya barusan. "Serius, Kak?"
Alyas mengangguk, meyakinkan Aluna. Melihat kakaknya seperti itu Aluna tersenyum bahagia, ia tidak menyangka Kavindra masih peduli padanya.
"Hayo, kenapa senyum-senyum gitu?" goda Alyas.
Aluna langsung menyubit lengan kakaknya dengan pelan. "Apa sih, Kak? Gak boleh ya adeknya senyum?"
"Terus yang semalem jengukin itu siapa?" tanya Alyas kembali menggoda adiknya.
"Oh, namanya Bara," jawab Aluna.
"Iya Kakak tau namanya Bara. Maksudnya dia siapanya kamu?"
Aluna mengerucutkan bibirnya, lalu mengedikkan sebelah bahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Janji Untuk Aluna
Fiksi Remaja"Vin, aku putus sama Bara!" ungkap Aluna memberanikan diri berbicara pada Kavindra, sahabat yang telah lama tidak bertegur sapa lagi dengannya. "Gue tau," jawab Kavindra dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangannya dari barisan puisi yang tengah...
