18| Tetangga Baru

148 6 7
                                        

Hai, Bestie.

Apa kabar kalian hari ini?

Aku doakan kita semua selalu sehat ya.

Karena ternyata benar, sehat itu mahal.

Sebelum baca, aku mau abseb dulu!

Kalian dari daerah mana nih?

o yah, jangan lupa vote nya ya! 

Ramaikan kolom komentarnya.

Happy Reading, Bestie.

***

PAGI ini Aluna telah bersiap untuk berangkat sekolah, ia sengaja mau berangkat lebih pagi dari hari-hari sebelumnya. Padahal tidak sekolah pun tidak apa-apa, toh selama ini nilainya terbilang aman meski tidak unggul seperti Kavindra. Ternyata lelaki itulah yang menjadi alasan Aluna bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk. Aluna segera menoleh dan mendekati pintu, lalu ia membukanya. Ternyata Alyas.

"Ada apa, Kak?" tanya Aluna pada Alyas.

"Ada yang nyamper kamu, tuh!" jawabnya.

"Siapa, Kak?" tanya Aluna penasaran.

"Kayaknya sih, tetangga baru kita. Orangnya cantik!"

"Ish, inget Kak Tasya, Kak! Nanti aku laporin, lho."

"Dih, emangnya kenapa? Kakak kan cuman bilang cantik doang," elak Alyas.

Aluna terkekeh. "Alasan yang tidak bisa diterima," ledek Aluna.

"Dasar rese!" celetuk Alyas. "Udah cepetan, dia nungguin!"

Aluna mengacungkan jempolnya ke arah Alyas. Lalu ia turun ke bawah untuk memastikan bahwa Fara lah yang dimaksud Alyas. Ternyata memang benar, gadis itu langsung membunyikan bel sepedanya tatkala Aluna menghampiri.

"Hai, Alina!" sapa Fara dengan seringaian khas-nya.

"Aluna," ralat sang empunya.

"Oh iya, sorry! Salah satu huruf, kok," ujar Fara. "Yuk, jalan!"

"Hah, ke mana?" tanya Aluna.

"Kita kan udah janjian mau sepedaan hari ini!"

"Janjian? Kapan kita janjiannya? Perasaan gak pernah ada janji tuh, semalam."

Fara terkekeh. "Ya udah, anggap aja kita udah janjian," ujarnya. "Kamu punya sepeda, kan?"

"Punya sih, tapi aku mau berangkat ke sekolah," tukas Aluna.

"Lho, kan udah nggak belajar?" tanya Fara. "Oh, aku tahu! Kamu pasti langganan remedial, ya?"

"Enak aja!" sergah Aluna. Tetangga barunya itu agak ngeselin juga ternyata, sok akrab lagi.

"Ya udah kalo gitu sekarang kita berangkat ya, please!"

Aluna menghembuskan napas frustasinya, ia mengalah. "Oke deh!"

Janji Untuk AlunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang