𝓓𝓸𝓴𝓽𝓮𝓻 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓭𝓪𝓹𝓪𝓽 𝓶𝓮𝓷𝓭𝓲𝓪𝓰𝓷𝓸𝓼𝓲𝓼 𝓷𝓪𝓶𝓾𝓷
𝓣𝓾𝓱𝓪𝓷 𝓵𝓪𝓱 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓻𝓴𝓾𝓪𝓼𝓪 𝓪𝓽𝓪𝓼 𝓼𝓮𝓰𝓪𝓵𝓪𝓷𝔂𝓪
"Sejak saat itu aku mengenal Kak Alva"
"Dengan sejuta kebohongan yang ia tutupi dari ku dan orang-orang t...
"Alva, semalem seharusnya kamu tuh ajak ngobrol Keisha dong. Masak diem-dieman kayak gitu. Keisha udah relain jauh-jauh dateng kesini buat kamu" menceramahi putranya itu. Alva yang di meja makan hanya fokus pada layar handphone nya. Ia tak ingin meladeni sesuatu yang menurutnya tidak penting. Ia bergegas meninggalkan meja makan itu dan berangkat ke kampus disertakan menyalami mama.
Seperti hari pertama saat ospek, hari ini ia masih memakai mobilnya sendiri. Ia menyetir sendiri hingga ke kampus.
><
Tiara telah tiba didepan kosannya Azhima dengan mobilnya yang cukup menggugah bagi yang melihatnya. Sembari duduk di kap mobilnya dengan pede. Mengotak-ngatik telepon genggam nya.
Azhima yang datang dengan seragam hitam putih dan rambut terikat dua terkejut melihat penampilan Tiara hari ini. Ia menjerit kecil dengan telapak tangan menutup mulutnya. Sungguh aneh saja, tidak seperti biasanya saat berangkat ke kampus ataupun ke SMK. Memang sih, Tiara terbiasa berpenampilan menakjubkan. Membawa mobil sendiri. Tapi tidak untuk ke sekolah.
Azhima mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil memijat-mijat dahinya. "Wah.... Tiara kamu, kenapa?" Tertawa meledek pada Tiara. Azhima terus meringis-ringis tanpa suara. Tiara hanya tersenyum tipis sambil memutar-mutar handphone nya.
"Udah. Masuk dulu. Nanti aku jelasin sambil jalan. Yuk" mengajak Azhima masuk ke mobilnya.
Diperjalanan Tiara mulai menjelaskan alasan ia membawa mobil ke kampus, karena ia ingin terlihat pamer. Ia tak ingin kalah sama yang namanya Alva, yang sok keren. Tapi alasan utama sebenarnya bukan itu, namun karena sopirnya pulang kampung untuk satu minggu. Jadi, seminggu ini kemana-mana, ia harus menyetir sendiri. Dengan adanya kesempatan ini. Tiara memanfaatkannya untuk terlihat keren saja.
><
Saat Alva sampai di kampus. Tiara dan Azhima menyusul di belakang Alva. Kedatangan mereka membuat orang-orang di parkiran kagum. Sampai Tiara hilang kefokusan dan menabrak bagian belakang mobil Alva yang berhenti terparkir. Alva dikejutkan dengan suara yang dihasilkan dari bagian belakang. Ia menatap ke kaca spion. Karena mulai terbawa emosi, ia keluar untuk menjumpai pelaku itu.
Azhima mulai dag dig dug karena ulah Tiara. "Tiara gimana ini" menatap keluar. Mobil siapa yang baru Tiara tabrak. Sahabatnya kini diam bagai orang linglung.
"Mobil kak Alva?" Meringis abis. Setelah mengetahui siapa mobil yang ditabrak Tiara.
Bukannya jadi pamer, malah jadi malu-maluin. Dasar Tiara. Azhima dan Tiara bergegas menuju lapangan. Biar tidak kena marah.