Bab 10

24 3 0
                                        

ᴀꜱꜱᴀʟᴀᴍᴜᴀʟᴀɪᴋᴜᴍʜᴀɪ ꜰʀɪᴇɴᴅʟʏ 👋••ᴶᵃⁿᵍᵃⁿ ᴸᵘᵖᵃ ⱽᵒᵗᵉ ʸᵃ⭐ˢᵉˡᵃᵐᵃᵗ ᴹᵉᵐᵇᵃᶜᵃ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᴀꜱꜱᴀʟᴀᴍᴜᴀʟᴀɪᴋᴜᴍ
ʜᴀɪ ꜰʀɪᴇɴᴅʟʏ 👋


ᴶᵃⁿᵍᵃⁿ ᴸᵘᵖᵃ ⱽᵒᵗᵉ ʸᵃ⭐
ˢᵉˡᵃᵐᵃᵗ ᴹᵉᵐᵇᵃᶜᵃ

><

"Zima.... Tolong bantuin ya. Plissssss" memohon sambil merengek. Supaya Azhima membantunya untuk mengerjakan tugas sejarah. Padahal, Tiara punya kelompok sendiri. Bisa-bisanya minta bantuan ke Azhima. Azhima juga sibuk dengan tugas kelompok nya juga.

"Nggak" tidak peduli. "Zima" menarik baju Azhima. Azhima mulai kesal dan geli. Akhirnya ia bersedia dengan terpaksa membantu Tiara.

"Oke." Sontak Tiara memeluk kencang tubuh Azhima dari belakang. "Ih. Makasih..... BESTie Qyuuu." Begitu bahagianya Tiara saat keinginannya dituruti oleh sahabatnya, Azhima. Karena setiap kali, Azhima lah seseorang yang menjadi pelengkap hidupnya. Begitupun Azhima.

><

Sepulang dari kampus Alva langsung ke perusahaan keluarga Keisha. Tempat kerja calon tunangan nya itu atas perintah mama untuk bertemu dan melihat keadaannya. Sesaat membuka pintu ruangan Keisha, terlihat di dalam Keisha sedang bermesraan dengan laki-laki yang tidak Alva kenal. Memang tidak sopan membuka pintu ruangan orang tanpa mengetuk. Tapi Alva sudah terbiasa saat pergi kekantor Keisha.

Alva menahan gagang pintu sembari mendengar pembicaraan mereka yang terlihat dekat dan manis. Seperti buih-buih cinta yang baru tumbuh. Muncullah senyum di wajah Alva yang seharusnya tidak ada. Jika benar-benar Alva mencintai Keisha dengan tulus.

Setelah beberapa waktu, Keisha tersadar bahwa ada Alva yang berdiri di pintu depannya. Keisha segera bangkit menghampiri Alva yang masih menunggu. "Alva. Aku..." rasa takut untuk berbicara terus terang. Alva membalas dengan senyum yang sangat lebar serta menahan kekecewaan. Senyum itu bertahan cukup lama dan semakin melebur.

"Kita selesai."

Menarik pintu dengan sangat keras dan melangkah cepat meninggalkan Keisha yang terlihat sangat menyesal. Seolah-olah Alva merasa paling patah saat itu, padahal dalam hatinya ia sangat bahagia. Terbebas dari tekanan langit. Namun ada sedikit juga luka, karena telah merusak kepercayaan orang tuanya.

Awalnya Alva berniat untuk mengakhiri hubungan mereka, namun Keisha sendirilah yang akhirnya turun tangan. Keisha yang di sana sangat menyesal telah mengkhianati Alva yang selalu ada dan selalu kasih perhatian lebih. Walau kadang dingin.

Vatma mendengar sendiri cerita dari Alva jika, Keisha telah mengkhianatinya. Langsung syok dan kecewa.

Pagi hari mereka langsung mengadakan pertemuan keluarga dari pihak Alva didampingi dengan Vatma membatalkan perjodohan ini. Kedua orang tua Keisha hanya terdiam dapat menanggung malu atas sikap putrinya. Akhirnya setelah dua bulan lebih Alva bisa terbebas dari perjodohan yang menurutnya sangat kuno.

AlvandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang