Bab 27

6 2 0
                                    

ᴀꜱꜱᴀʟᴀᴍᴜᴀʟᴀɪᴋᴜᴍʜᴀɪ ꜰʀɪᴇɴᴅʟʏ 👋••ᴶᵃⁿᵍᵃⁿ ᴸᵘᵖᵃ ⱽᵒᵗᵉ ʸᵃ⭐ˢᵉˡᵃᵐᵃᵗ ᴹᵉᵐᵇᵃᶜᵃ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ᴀꜱꜱᴀʟᴀᴍᴜᴀʟᴀɪᴋᴜᴍ
ʜᴀɪ ꜰʀɪᴇɴᴅʟʏ 👋


ᴶᵃⁿᵍᵃⁿ ᴸᵘᵖᵃ ⱽᵒᵗᵉ ʸᵃ⭐
ˢᵉˡᵃᵐᵃᵗ ᴹᵉᵐᵇᵃᶜᵃ

><

Kota Bogor saat ini terguyur hujan yang cukup lebat. Banyak kendaraan yang melaju cukup cepat. Ada juga yang melaju dengan pelan sebab jalanan yang licin.

Azhima mengemudi dengan pelan hingga mobil berhenti, sebab ada kemacetan. Terlihat dari kaca dalam, ada banyak kerumunan orang-orang. Karena rasa ingin tahunya, Azhima turun dari mobil dan membuka payungnya.

Tersadar melihat Azhima yang berjalan keluar. "Zima mau kemana?" Pekik Tiara dari dalam mobil. Ini anak, ada-ada aja tingkahnya.

Terlihat dari kejauhan seperti telah terjadi kecelakaan. Dengan adanya mobil hitam doff yang cukup hancur bagian depannya.

Tidak sengaja Azhima mendengar percakapan orang-orang yang bersimpangan dengannya. Menghentikan seorang laki-laki yang berdiri di depannya "Pak, itu lagi ada apa ya?" Tanyanya penuh heran. "Ada kecelakaan dek" jawabnya. "Hahhhh. Makasih pak". Ekspresi cukup khawatir.

Ada-ada saja. Kalo hujan itu hati-hati, biar nggak nimbulin korban.

Saat semua kendaraan sudah mulai berjalan lancar, Azhima masih tertuju pada kerumunan itu. "Zima, ayok. Udah ga macet tuh" pintanya. Azhima hampir pergi dan membalikkan badannya. Namun, matanya masih terjerat oleh kerumunan itu. Dan korban dari kecelakaan.

Tiba-tiba seorang perempuan beralih posisi, yang awalnya menutupi celah korban sekarang ia pergi dari tempat. Azhima menjatuhkan payungnya. Tidak ada lagi yang melindunginya dari rintik hujan yang deras di kota Bogor itu.

Tatapannya kosong dan berkaca-kaca. "Kak Alva" bisik nya pelan pada laki-laki yang berdiri di kejauhan menatapnya. Setelah membantu menyadarkan korban kecelakaan itu. Padahal, Alva juga korban yang paling parah dari kecelakaan itu.

Terlihat jelas tutup topi kepalanya berlumuran darah segar. Laki-laki itu Alva, yang berdiri tidak berdaya. Azhima berlari kearah Alva yang kini menunggunya. Dengan cucuran air mata mengguyur sama derasnya air hujan yang turun.

Alva mulai lemas hingga terjatuh pas dipangkuan Azhima tepat.

"Kak Alva" menangis terisak-isak dibawah derasnya hujan kota Bogor. Mereka berdua dikerumuni banyak orang yang melihatnya. Prihatin melihat luka yang Alva alami.

Alva yang masih pada keadaan setengah sadar membelai lembut rambut panjang Azhima yang terurai.

"Zima. Maaf udah bohongin kamu selama ini" merintih menahan luka yang semakin mengalir. Azhima mengangguk-angguk iya. Tidak kuat melihat Alva lemah tak berdaya dipangkunya kini.

"Kak Alva kita ke rumah sakit dulu" pintanya. "Dengerin _ sebentar" tidak memiliki tenaga untuk berbicara lagi. "Aku sayang sama kamu, tapi aku tahu kita tidak akan pernah bisa bersama selamanya" ungkapnya frustasi Azhima menggelengkan kepalanya tidak terima. "Nggak. Kak Alva gak boleh bilang gitu" sambungnya "kak Alva harus bertahan" pintanya memohon sangat.

AlvandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang