Tiga hari setelah kejadian di taman yang hampir saja melukai dirinya dan Umji, Yuju masih saja memikirkan hal tersebut sambil memainkan pulpennya di depan meja kerjanya.
Dia masih mengingat dengan jelas saat pisau itu mengarah ke kepalanya dan menancap di pohon tepat di belakangnya.
Jika saja waktu itu dia tidak menyadarinya dan tidak menghindar, mungkin nyawanya sudah melayang.
"Aku rasa aku harus segera menemui presiden". Gumamnya sambil menekan-nekan pulpennya.
Dug dug dug dug
Yuju menoleh saat mendengar seseorang menendang-nendang pintu kamarnya. Dia pun berdiri dan langsung membuka pintunya.
"Hehe mianhae aku tidak bisa mengetuk pintu kamarmu". Ucap Umji yang merupakan pelaku yang menendang-nendang pintu kamar Yuju.
Tangannya tidak bisa dia gunakan untuk mengetuk karena terlalu repot membawa sepiring makanan dan sebotol air mineral.
Melihat itu Yuju pun membuka pintu kamarnya lebar-lebar dan membiarkan Umji masuk.
"Ini untuk mu". Sambung Umji sambil meletakan sepiring ubi jalar. Tanpa sengaja piring yang Umji letakan menyenggol pulpen milik Yuju dan membuat pulpen itu terjatuh.
"Jinjja?? Ini untukku??". Tanya Yuju dengan mata berbinar sambil mengambil kembali pulpennya.
Tanpa menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya, Umji pun berjalan ke ranjang Yuju dan duduk di atasnya.
"Unnie, siapa orang yang melemparkan pisau padamu saat di taman waktu itu?? Dia benar-benar hampir membuatmu terbunuh".
"Aku juga tidak tau, tapi untung saja aku bisa menghindar. Aku hebat kan?? Bayangkan saja jika aku tidak menghindar, mungkin aku sudah mati dan sekarang aku sudah menjadi hantu, bergentayangan kesana kemari, mencari siapa pelaku yang sudah membunuhku. Sendirian, kedinginan, tidak ada yang bisa melihatku, tidak ada yang bisa mendengar suaraku..."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kuharap aku tidak harus melempar botol air ku untuk membuatnya berhenti bicara".
Ucap Umji dalam hatinya sambil menatap yuju yang tidak mau berhenti bicara.
"Tapi untungnya aku menyadari itu dan menghindar".
Umji menggigit sedotan yang dia gunakan dan tangannya semakin kuat mencengkram botol air yang di pegangnya.
Dia terus memperhatikan Yuju yang mungkin akan melanjutkan kalimatnya.
Namun nafasnya terlihat lega saat Yuju memakan ubi yang dia bawa tadi dan tidak kembali berbicara.
"Ahh aku hampir melupakan sesuatu". Yuju segera menghabiskan Ubi yang ada di tangannya setelah mengingat sesuatu.