Delapan Belas

6.1K 447 21
                                        

---

Ciuman panjang itu terlepas. Leon menjauh dari wajah Tari yang kini berusaha menarik banyak oksigen. Wajah gadis itu memerah malu, ia bahkan tidak bisa menatap Leon tepat dimata laki-laki itu.

"You don't let him kiss you like that, do you?"

Tari mengangguk. Jemari Leon kembali mengusap pipi gadis itu dengan lembut. Dengan penuh perasaan.

"You don't let him touch you like this,"

Itu bukan pertanyaan tapi Tari tetap mengangguk.

"I'll touch and kiss you, sunshine. And I'm the only one you're going to let do that."

Tari menyunggingkan senyum mendengar kalimat penuh percaya diri tersebut. Namun ia membiarkan Leon kembali memagut bibirnya. Memberikan kecupan-kecupan ringan hingga membuat Tari membuka bibirnya untuk protes.

Kesempatan itu diambil Leon untuk mengulurkan lidahnya untuk bertukar saliva dengan Tari. Ini kali pertama dan Tari tidak bisa tidak terkejut.

Tangannya lalu terulur melingkar pada leher Leon, mengusap tengkuk laki-laki itu sebelum menuju rambutnya dan menariknya pelan.

"Kiss me, Matahari. Kiss me like you want me too,"

Permintaan itu terdengar sedih. Tari membuka matanya sebentar sebelum menekan tubuhnya pada Leon. Menyerahkan diri seluruhnya.

"I don't know how--"

Mendengar bisikan Tari disela ciuman mereka membuat Leon mengangkat wajah. Ia menatap gadis manis itu. Napasnya yang memburu membuat Leon tersenyum kecil. Senyum yang membuat Tari menyentuh bibir itu dengan tangan gemetar.

"I like your smile,"akunya pelan.

"Then you may have it,"

Senyum itu mengecup Tari. Lembut dan penuh perasaan. Membawa tubuh wanita itu semakin dekat dengannya.

Leon jatuh berbaring membawa Tari ikut dalam pelukannya tanpa melepaskan ciuman mereka. Bagaimana Tari sangat menikmati cumbuan Leon membuat pria itu semakin menggila.

Tangannya meremas pinggang ramping Tari membuat Tari semakin mendekat padanya.

"He-hei?"

Panggilan Leon membuat Tari menjauhkan wajahnya yang merah. Gadis itu bahkan sudah duduk diatas pangkuannya.

"I've never let another man do this to me."

Leon mengangguk. "And there has never been another woman in this position with me."

Keduanya saling tatap. Tari yang pertama kali mengalihkan pandangan karena malu. Gadis itu akan beranjak dari tubuh Leon ketika ia merasakan sesuatu yang keras yang menjadi tempatnya duduk beberapa menit ini.

Ia menatap Leon dengan malu namun laki-laki itu tampaknya jauh lebih malu.

"Sorry, I can't control it,"

Tari meringis. Ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Jika ia beranjak dari sana akan terjadi gesekan yang mungkin akan menyakiti Leon. Tapi jika ia hanya diam, justru dirinya lah yang tidak nyaman. Apalagi benda keras itu menimbulkan perasaan asing yang entah kenapa kini justru datang.

"Tari?"

Panggilan Leon akhirnya membuat Tari bisa mengalihkan pandangan. Ia menatap Leon yang tengah tersenyum seolah menenangkan.

"Sakit, ya?"

Leon mengangguk. "Tapi bukan sakit yang kayak gitu. Gak apa-apa,"

Suit & Sneakers [FIN]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang