Hai, aku lagi masa lapbul. Terus sebentar lagi juga akan sibuk akhir tahun dengan segala perintilannya. Jadi kayaknya aku mungkin agak lama post part selanjutnya,
Semoga bakal tetep sempet megang hp untuk post cerita ini ya, dan doain juga cuti aku di approve:"
Enjoy!
---
"Aunty, look!"
Tari melihat layar ponsel yang ditunjukkan oleh Billy yang kini duduk dipangkuannya. Sedang Lily tertidur di carseat di kursi penumpang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wow,"
Senyum langsung terbit dibibirnya melihat foto yang ditunjukkan oleh Billy.
"Ini siapa yang fotoin?"
"Aku dong,"
Tari lantas memamerkan foto tersebut pada Leon yang sedang menyetir. Seperti respon yang diberikan oleh Tari, Leon juga langsung tersenyum lebar.
"Bagus banget. Uncle kok gak sadar kalo kamu lagi foto,"
Billy terkekeh. "Iya lah. Uncle kan ngomel mulu dari kemaren. Itu juga lagi di bujuk sama aunty kan."
Tari terkekeh geli. Sedangkan Leon kembali manyun di balik kemudi.
"Ada satu lagi. Ini yang fotoin Lily,"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oh my god. This is so beautiful, Billy."
Billy mengangguk. "Oma said you two so fall in love each other,"
"Off course we are,"
Billy mencibir Leon membuat laki-laki itu terkekeh.
"Thank you for the beautiful picture, buddy."
"Aku tahu semalam uncle juga marah karena kita tidur sama aunty. Kalo gak suka harusnya uncle tidur aja di luar."
"She is my wife. Off course i slept with her. Not you!"
"But she is my aunty. I can do anything with her. She is not yours!"
"She's mine!"
Rengekan terdengar dari bagian belakang mendengar Leon dan Billy adu mulut.