Dua Puluh Satu

6.1K 397 8
                                        

---

Tari menarik kaos Leon hingga laki-laki itu kini bertelanjang dada.

Ia kembali menurunkan wajah untuk mencium bibir Leon yang disambut laki-laki itu dengan lebih berani.

Seluruh bagian mulut Tari sudah diabsen lalu keduanya saling memagut. Tari mengusap dada Leon dengan jemarinya yang ramping membuat Leon menarik tubuh kekasihnya itu lebih dekat.

Tangannya yang sedari memeluk tubuh Tari mulai bergerak melepaskan kancing piyama berwarna biru terang itu satu persatu tanpa melepaskan ciuman mereka.

Bertepatan dengan seluruh kancing yang terbuka dan diloloskan dari tubuh kekasihnya, ciuman Leon berpindah menuju telinga Tari dan mengulumnya lembut.

Tubuh Tari menggelinjang di atas pangkuannya membuat sesuatu di bawah sana juga perlahan bangun.

Setelah puas dengan pangkal leher Tari, Leon memberikan kecupan basah di sepanjang leher jenjang itu sebelum berhenti di tulang selangka Tari. Ia menanamkan ciuman panjang dan basah sebelum mengangkat wajah menatap Tari.

"May I?"

Tari menggigit bibir bawahnya sembari mengangguk kecil. Leon tersenyum lalu mencium bibir Tari, melepaskan gigitan itu digantikan dengan miliknya sendiri.

Tangan Leon lalu mengusap bahu terbuka itu, perlahan menuju punggung mulus Tari untuk menemukan pengait bra yang dikenakan gadis itu.

Ia menariknya pelan membuat bra itu langsung turun dan mendarat di perut datar Leon.

"Oh my god,"

Mendengar bisikan Leon membuat Tari memerah malu. Ia mengangkat tangan untuk menutupi dadanya yang terbuka.

Gerakan itu lalu di tahan Leon. "I've missed a lot these years. No wonder why I always get horny every time I sleep with you."

"Leo--"

Leo tergelak. Ia masih menatap tubuh Tari dengan takjub.

"Jangan diliatin,"Tari merajuk. Ia mengangkat lengan untuk kembali memeluk Leon. Gerakan itu membuat tubuh bagian depan mereka yang tidak dilapisi benang satupun bertemu dan memberikan sensasi yang luar biasa.

"Matahari--"

"Hm?"

"Let me kiss you,"

Ciuman itu berlangsung lama dan dalam. Jemari Leon sudah mengusap setiap tempat yang ia lewati hingga berhenti di bagian depan tubuh Tari yang kini membusung menantang.

Tangannya mengusap sambil lalu untuk melihat reaksi yang akan diberikan Tari.

"Leo--"

Bisikan itu membuat Leon tahu bahwa Tari menyukainya. Tangannya lalu bergerak lembut, membelai penuh perasaan hingga membuat Tari menegakkan tubuh.

Mendapat respon seperti itu, ciuman Leon lalu berpindah semakin turun dan berhenti didepan benda kenyal yang membuatnya bergairah.

Ciuman ringan namun basah itu membuat Tari tidak dapat menahan erangan. Jemarinya bergerak reflek menekan kepala Leon seolah meminta semakin dekat pada tubuh mereka yang sudah tidak berjarak.

Jemari Leon yang sedari tadi memeluk punggung Tari mulai bergerak turun, memainkan celana piyama Tari sebelum mencoba melepaskannya.

Gerakan itu membuat Tari tersadar. Ia mendorong bahu Leon dengan napas terengah. Menatap laki-laki yang sudah diliputi gairah itu dengan perasaan bersalah.

Tatapan yang dimengerti Leon sebagai penolakan.

"Kenapa?"

"Gak bisa,"

Suit & Sneakers [FIN]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang