Dua Puluh Empat

6.3K 393 7
                                        

Oiya cerita ini udah gak ada konflik yang gimana lagi ya, ini cerita manis semua isinya.

---

Leon benar-benar membersihkan tubuhnya semalam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Leon benar-benar membersihkan tubuhnya semalam. Tari bisa tahu dari pakaian dalam yang ia kenakan dan kaos abu-abu kebesaran milik laki-laki itu.

Ia menyibak selimut, bergeser menuju tepi ranjang dan duduk sejenak mengumpulkan nyawa.

Setelahnya ia berdiri dan berjalan pelan keluar kamar. Wangi roti yang sedang dipanggang yang pertama kali menyapanya, wangi yang membuat perutnya mengeluarkan reaksi.

Ia kelaparan.

Matanya menemukan punggung tegap dan kekar itu. Leon tampak sibuk dengan sutil di tangannya.

Punggung liat itu menyapa Tari dan mengundang untuk kembali ia dekap.

Dan itulah yang dilakukan Tari.

"Hei, udah bangun?"

Leon menggerakkan lengan. Memeluk wanita itu dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya tetap membalik roti.

Ia lalu menanamkan sebuah kecupan di pelipis Tari dengan lembut.

"Masih sakit?"

Tari tersipu lalu menggeleng pelan. "Tapi laper,"

Laki-laki itu tertawa. "Bentar ya,"

---

Suara ketukan di pintu makin keras. Leon mengerang kesal. Ia mengambil ponselnya yang juga bergetar di atas nakas. Untuk melihat siapa yang sedang menggangu tidurnya sepagian ini.

Ternyata sudah pukul sepuluh pagi. Tari yang berada dalam pelukannya tampak terganggu hingga wanita itu menggumam.

Setelah mencumbu Tari habis-habisan, dan membuat keduanya mencapai batas diri. Mereka jatuh tertidur hampir pagi, maka seolah sepakat untuk hari-hari terakhir cuti sebelum kembali ke ibukota, yang akan mereka lakukan adalah menikmati waktu berjalan dengan santai di villa.

Leon menarik diri. Menggantikan hangat pelukannya dengan selimut untuk membungkus tubuh telanjang istrinya.

Ia lalu bangkit dari kasur, menggunakan celana dan kaosnya lagi sebelum melangkah keluar kamar.

Tidak pernah diduga sebelumnya, Leon melongo menatap seluruh keluarganya yang berada di balik pintu. Menatap kearahnya dengan wajah kesal.

"Kok pada di sini?"

Luna yang pertama kali bereaksi. Ia meringis lalu memeluk Leon sesaat.

"Sorry banget jadi ganggu honeymoon kamu, dek. Lily rewel banget pengen ketemu kalian. Terus sekalian aja kita nyusulin liburan keluarga deh. Udah lama juga kita gak liburan lengkap gini,"

Penjelasan Luna belum terproses di otak Leon, ia masih tidak mengerti sekarang.

"Tadinya mau di villa tempat kita biasa nginap, cuman gak banyak yang kosong. Terus kita tahu tempat ini bagus banget dari room tour Tari waktu itu, Bram sama Lex terus ngecek ternyata villa ini bisa kita book."

Suit & Sneakers [FIN]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang