06. Don't get close to others!

1.2K 191 22
                                        


13Des2022;tuesday

.

.

__________________________________________

__________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Waaah?"

Lisa agaknya tercengang. Dengan isian kotak makan yang tersaji di hadapannya.

"Ini benar buatanmu?"

Melihat ekspresi kagum dari sosok kekasihnya —tak ayal Yuta jadi mengangguk senang.

"Benar sekali. Aku bahkan tidak tidur sedetik pun demi menyiapkan bekal ini untukmu!"

"Tidur? Memangnya hantu masih perlu tidur ya?"

"Lisa, sekali lagi ku beritahu ya... Meski pun vampir, aku juga tetap memiliki darah keturunan manusia. Tentu saja aku masih perlu tidur."

"Ya, terserah saja sih! Umm, ngomong-ngomong... Ini semua tidak berbahan dasar darah kan?"

Sepertinya pertanyaan itu salah.

"Aku sudah tau isi otakmu sejak tadi. Meskipun sakit hati, aku berusaha mengabaikannya dan tetap membujukmu untuk makan."

Menyadari kemarahan kekasih barunya, Lisa pun seketika merutuki kecerobohan mulutnya yang suka ceplas-ceplos saat bicara.

"E-eh, maaf... Aku tidak bermaksud begitu! Ya sudah, aku tidak akan curiga lagi. Sini biar aku habiskan!"

Lisa lekas merebut kotak makan itu dari tangan Yuta. Lalu mengambil sumpit yang pria itu bawakan dan langsung mengambil satu gigitan nasi kepal berbungkus nori di sekelilingnya.

"Umm, nasinya benar-benar matang!"

"Yak! Kau pikir aku akan tega memberimu beras mentah?"

"Hehehe. Aku hanya bergurau!"

Wajah Yuta masih terlihat kesal, meskipun Lisa sudah menyantap gulungan telur yang ia masak. Kini matanya juga teralih kearah lain. Berusaha membiarkan gadis itu menyelesaikan sarapannya, sebelum nanti mengajaknya pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatan tubuhnya hari ini.

Sedang sibuk memandang —tiba-tiba sekumpulan pemuda yang tampak memasuki halaman kampus membuatnya fokus seutuhnya.

Sial!

Satu diantara keempatnya adalah sosok yang mendadak ia benci sekarang.

Pria itu menghela napas, mengingat jika laki-laki di sana berasal dari jurusan teater yang sama seperti Lisa. Pasti mereka tetap akan sering bertemu.

"Lisa!"

Mulut yang masih penuh itu terpaksa berhenti mengunyah, lalu mengalihkan pandangan pada Yuta.

"Kau tidak akan mendekati laki-laki lain kan?"

Dahi Lisa tampak mengernyit bingung. "Kau sendiri bagaimana?"

My Cutie VampireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang