3. KECELAKAAN

505 34 3
                                        

Pagi itu semua orang berangkat pada kesibukan nya sendiri.

" Bye Abang Abang semuaa " Heboh Duri duduk di atas motor milik Halilintar dengan posisi yang terbalik memegang behel

" Duduk yang baik "

" Iyelah iyelah "

Duri memperbaiki caranya duduk.

" Abang, aku pergi duluan ye dh lambat ini " seru Solar sudah bersiap siap pergi.

" Ye, baik baik Kat jalan " jawab Halilintar.

" Peduli jugak Abang Kat aku ternyata ee " kata Solar lagi.

Halilintar tidak menanggapi.

" Kalau nanti aku kenapa kenapa, respon Abang cam mana ye kira kiranya " Solar berfikir fikir.

Halilintar tidak menanggapi.

" Gurau jer lah Abang, aku janji takkan kenapa kenapa. Aku janji balik nanti bawa medalii "

Gempa hanya mendengarkan pembicaraan itu.

>>>

" Solar bangun la, dh berapa jam kitaorang tunggu Kat sini nah " lirih Duri, sedari tadi duduk di dekat brankar, merebahkan kepalanya ke tepi brankar dengan melihat selang infus di tangan Solar.

" Duri bangun laa, dh berapa jam kau kat situ tak lapar kehh " sahut Blaze mengejek.

" Kat sini la makan dulu, Duri " sambung Taufan.

" Solar pun juga belum makan tu " jawab Duri.

Pembicaraan itu buyar ketika terdengar nada dering telepon yang berada di atas meja. Halilintar menyimpan makanan nya di tikar. Melayani telepon itu.

" Halo ? " sapanya di telpon dengan asing.

" Abang hali?! " Tanya Gempa di telepon itu.

Halilintar tidak menanggapi.

" Solar- "

" Kenapa? Solar? Kecelakaan? handphone kau sedari tadi tak aktif? " Jawab Halilintar.

" Abang dh tau ternyata, berarti Abang dh Kat die sekarang kan? Kat hospital keh? "

" Iye "

" Hospital dekat mana tu Abang "

" Tak payah Kat sini pun tak apa "

" Jangan nak gurau- "

" Aku serius. Kau tak payah Kat sini "

Gempa tidak menjawab lagi. Telepon tersebut telah diputuskannya. Dan saat itulah juga suasana di ruangan itu senyap-

" Suruh Abang gempa pergi Kat sini " seru Duri.

" Tak kau suruh pun die tetap nak Kat sini la Duri " sahut Taufan dan ice bersamaan.

" Sebab die la cam ni, kemarin Solar ajak die ikut, die tak nak. Abang solar mesti nak kena kawankan sebab cam ni nahh " protes Duri.

Dari semuanya disitu, tidak ada menjawab.

" Marahi Abang Gempa ye Abang ? " Tanya Duri pada Halilintar.

Halilintar hanya mengangguk. Kembali ke tikar untuk menyantap makanannya.

>>>

Gempa menghampiri meja resepsionis. Bertanya kepada petugas yang jaga. Di beritahukannya bahwa orang yang dicarinya berada di kamar rawat inap.

Gempa berjalan dengan sedikit tergesa-gesa ke arah kamar yang ditujukan. Di benak nya sudah terpikir jelas bahwa Duri akan menyalahkan nya atas semua ini. Dia membuka pintu kamar dengan tangan yang bergetar.

Shut up !Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang