" solar ? Dh datang ? " Tanya seorang diantara teman temannya menyapanya yang baru saja duduk ke kursi bangku ruangan. Ruangan yang tertata rapi seperti sebuah kelas. Ruangan ekstrakulikuler sains dan teknologi. Solar mengangguk.
" Ingatkan haritu dh kena berentikan. Rupanya masih jer Kat sini ye " ujar salah seorang lagi.
" Haih kau ni cam tak tau Jer lah. Anak emas memang lah cam tu. Apa apa kena manja " sahut salah seorang si sebelah sana juga.
" Korang ni apehal dh. Solar baru jer datang bagi la sambutan baik baik " ucap orang yang pertama menyapanya tadi. " Kaann? " Araska namanya. Ia menatap Solar tepat Di hadapan seakan mengintimidasi.
" ha'ah " jawab solar mengangguk.
Ia mencoba mengingat ingat. Terakhir ia bertemu dengan Araska adalah ketika...
" Araska ada ? " Tanya Solar pada salah seorang siswa yang bukan anggota di kelasnya. Ia mencari Araska untuk menggantikan dirinya yang tidak bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diluar. Itulah kegiatan olimpiade sains dan teknologi awal mula kecelakaan.
" Ada. Tu die " jawab siswa yang di tanyainnya sembari menunjukkan arah jendela. Araska sedang membersihkan jendela itu. Solar segera menghampirinya.
" aska ? " Sapanya ketika sudah dekat.
" Ha? " Araska menoleh dan menyimpan lap basah ke ember. " Ada perlu apa ni, kau datang masa bersih bersih kelas cam ni pulak "
" Tu ha " jawab Solar sambil bersandar pada bingkai jendela. " Aku nak tawarkan kau ikut olimpiade Kat luar kota. Kau nak ke tak ? "
" Bukan kau keh yang dh kena pilih ? " Tanya Araska heran.
" ha'ah tapi aku rasa aku tak boleh ikut la " Jawab Solar. " Kau jer lah. Lagi pasti lagi baik kan? "
" Oooo faham dh aku mesti tak kena bolehkan Abang kau tu kan? Yang mata merah cam iblis tu " Araska memperjelas. " Kann? " Ucapnya sembari menatap lawan bicaranya disertai nada intimidasi.
" Sembarangan jer lah kau ni. " Solar meliriknya tajam.
" Faham faham " Araska tidak memperdulikan. " Biar aku jer pergi " setujunya sambil mengangguk.
" Okelah kalau cam tu " Solar ikut mengangguk meresponnya. " Aku nak balik kelas dh e. Aku tengok Korang sibuk Kat sini " Ia beranjak meninggalkan ruangan.
Setelahnya itu ia tidak memberitahukan lagi bahwa ia akan tetap ikut olimpiade. Sejak kecelakaan juga ia tak bertemu dengan Araska. Untuk yang lainnya pun Sekarang mereka baru saling bertatap muka lagi setelah beberapa lama sehingga itulah mungkin yang membuat Solar merasa kaku untuk bersosialisasi.
" Kau apesal lama sangat tak datang sini ? " Tanya Araska.
" Aku baru jer baikan semenjak kecelakaan tu " jawab Solar beralasan.
" Iyekeh cam tu " seorang lagi bertanya dari kursinya sendiri. " Bukan sebab kau malas jer kan "
" Tak kan lah cam tu " Solar menekankan.
" Solar dh betul balik ??? " Seorang lagi baru datang. Kali ini perempuan, perempuan yang sama memberitahukan Solar dipanggil ke ruang guru, dialah Yaya.
Solar melihatnya dengan heran, mengapa dia ada disini lagi sekarang. Belum sempat ia bertanya secara langsung Araska sudah lebih dulu berbicara.
" Ha'ah ni, die dh Comeback° sehabis wamil°° " jawab Araska menepuk nepuk pundak kanan Solar.
" Baguslahh " Yaya tersenyum manis seraya menyimpan kertas kertas di meja. Menghitung satu kertas untuk satu orang di ruangan tersebut. Perbuatannya itu menarik perhatian Solar yang segera bertanya sebelum didahului orang lain lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shut up !
FanfictionBerawal dari mendapatkan pekerjaan semuanya menjadi rumit untuk dibicarakan. Sampai kecelakaan terjadi dan menimbulkan kesalahpahaman, cerita ini masih terus berlanjut... Budayakan support! Nb: 3/4 karakter(tokoh) dalam cerita adalah RESMI MILIK MON...
