" dh lama aku tak tengok kau ikut kegiatan ekstrakurikuler kau tu ? " Kembali tanya siswi tadi kepada Solar. " Betul keh kau dh out ? "
" Tak. Aku rehat jer " jawab Solar menoleh ke belakang, menatapnya sambil tetap berjalan. " Ape urusan kau tanyakan cam tu ? "
" Tak de lah. Aku tanya jer " geleng geleng siswi itu sambil menunduk. Ia kesal dengan pertanyaan tersebut tapi juga tidak bisa menunjukkannya. " hanya jer aku tengok Semenjak kau kecelakaan masa nak pergi olimpiade tu kau kurang aktif ikut kegiatan. So aku nak pastikan kau okey jer "
" Risaukan aku cakap jer lah " Solar kembali melihat koridor dan berjalan dengan baik dan benar. Serta tambahan Sok benar.
Siswi pemangku jabatan OSIS yang berjalan di belakangnya pun mengerutkan keningnya sedikit jijik dengan apa yang barusan ditangkap oleh Indra pendengarnya. " Aku tak cam tu " jawabnya.
" Ye kau cam tu " jawab Solar kembali melihat ke arah depan.
" Aku cakap aku tak cam tu " Keukeh teman perempuan di belakangnya sembari berjalan ke dekatnya dengan menghentakkan kakinya. Marah.
" Tunggu la Kat situ, aku rasa kau cakap cikgu tadi panggil aku jer " Solar berhenti berjalan memegang gagang pintu ruangan. Menoleh ke arahnya.
***
" Aku panggil kau Kat sini nak tanyakan perkara yang buat kau tak pernah datang ikut kegiatan ekstrakurikuler ST* " pernyataan guru laki laki dengan raut muka sedikit marah. Selebihnya murka. Solar tak berkutik duduk di hadapannya berlandaskan pada kursi kantor. " Ini merupakan hal tak baik, sementara engkau murid terbaik Kat situ "
" Aku takkan nak ikut kegiatan tu lagi " jawab Solar. " Aku dh ajukan permintaan pemberhentian dengan ketua tapi tak kena respon " tegasnya.
" Itu sebab aku yang tak bolehkan die agree " jelas sang guru. " Jelas aku tak nak potensi kau kena sia siakan '
Solar terdiam. Manusia sejenis dirinya tidak bisa menolak sebuah pujian seperti ini. Ia mulai berfikir ulang dengan dalam.
" Ikut la kegiatan esok, aku boleh lupakan yang kau tak pernah datang lagi sebelum ni " kata guru itu menyemangatinya. " Yang lain pun mestinya senang kau boleh balik berborak dengan dieorang "
" Aku tak boleh putuskan sekarang, aku ada nak tanyakan dengan Abang aku dulu. Tak pe ? " tanya solar lagi.
Sang guru mengangguk. " aku anggap kau setuju kalau engkau datang Kat sini esok ikut kegiatan " jawabnya.
Solar balas menganggukkan kepalanya. " Kalau cam tu aku permisi, cikgu " ia beranjak dari tempat duduknya dan berbalik.
" Informasi ada Kat grup chat resmi " ucapnya menjelaskan. Sementara Solar sudah keluar dari ruangan kantor tersebut.
Si siswi OSIS tadi terlihat masih menunggunya dan segera menanyakan kabar seakan ia baru keluar dari ruang pemeriksaan dokter. " Apa kata die ? "
" Oh tak de hal apa pun " jawab Solar. " Die cakap aku oke jer " sembari menunjukkan pose oke.
" serius la aku " ekspresi datar mulai ditunjukkan oleh lawan bicaranya.
" Kau tak payah tau " Solar ikut merubah nada bicara dan segera meninggalkannya.
" Engkau yang tadi suruh aku tunggu Kat sini. Skrang kau tak cakap apa apa main pergi jer pula " si lawan bicara mengikuti langkahnya.
" Aku suruh jer, tak semestinya kau patuhi " jawab Solar acuh tak acuh. " Aku bukan atasan kau kan "
Kesabaran si siswi itu sudah habis terkuras dan sekarang ia bersiap sedia memukul orang yang berjalan di dekatnya. Beruntung Sebuah panggilan dari ruang guru tadi mencegahnya, " Yaya! " ia segera berbalik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shut up !
FanfictionBerawal dari mendapatkan pekerjaan semuanya menjadi rumit untuk dibicarakan. Sampai kecelakaan terjadi dan menimbulkan kesalahpahaman, cerita ini masih terus berlanjut... Budayakan support! Nb: 3/4 karakter(tokoh) dalam cerita adalah RESMI MILIK MON...
