Solar melewati pintu depan rumahnya yang terbuka sedari siang tadi. Di sofa sudah ada semua jenis bencana alam, Ais blaze Taufan Halilintar. Sedang Duri berada dekat dengan nya.
Solar melihat suasana itu agak berbeda dari biasanya, ia lantas bertanya
" Korang tengah apa kumpul kumpul cam ni? "
Keempat saudaranya itu saling menatap.
<<<Beberapa menit sebelumnya
" Abang ? " Blaze memasuki ruang tengah dengan wajah penuh heran. Ais ikut di belakangnya tetapi masih terus melihat Gempa berjalan pergi keluar dari halaman depan.
" Abang gempa kenapa pergi- "
" Aku yang suruh " Jawab Halilintar spontan
Blaze mengerenyitkan alisnya semakin heran dengan pernyataan barusan. Tidak mungkin Halilintar mengusir gempa ? Kan ?
" Pasal kecelakaan solar tu jer Abang usir die dari rumah ni ? " Ais mendahului Blaze untuk bertanya.
" Korang kena tengok foto foto ni " Taufan mendekati dispenser terpisah itu sembari menunjukkan foto pada layar handphonenya.
Blaze tersentak melihat foto itu. Sedang Ais hanya meneliti dengan muka datarnya, tenang.
" Ini Abang Gempa? " Blaze bertanya sama sekali tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tidak mungkin baginya seorang gempa berduaan dengan perempuan seperti itu, sangat impossible.
" Tengok la baik baik, itu memang gempa, dari cara berpakaian sampai gaya rambut die " jelas Taufan
" Memang tapi... "
" Korang berdua tak payah bela die lagi, kalau sampai perempuan tu ada apa apa, die mesti nak cari gempa Kat sini. Buat malu jer " lanjut Halilintar.
Blaze dan Ais akhirnya diam saling menatap mencoba berfikir harus mengatakan apa.
" Jangan bagitaukan pasal ni Kat Solar dengan Duri " -Halilintar.
" Apesal pulak? " Ais dan Blaze serentak bertanya dan menolehkan kepala.
" Dieorang masih kecil lagi laa " jelas Taufan.
" Kalau diorang tanyakan Kat mana Abang Gempa? "
" Cakapkan jer tak tau " -Halilintar.
>>>
" Kitaorang tengah bicarakan pasal kau dengan Duri "jawab blaze atas pertanyaan solar.
" Aku? " Solar menunjuk dirinya sendiri Heran
" Kitaorang kenapa??? " Duri ikut menanggapi
" Tak de la Duri, nak pula Korang berdua ni kena tipu Blaze " -ais
" Kitaorang tadi kumpul kumpul makan ni jer :v " Taufan menunjukkan kemasan snacks yang entah asalnya dari mana.
Halilintar blaze dan Ais menoleh ke arahnya ikut heran. Solar geleng geleng tidak percaya terhadap pernyataan itu. Ada yang tidak beres disini
" Abang Gempa belum balik lagi keh? " Solar bertanya menghampiri saudaranya yang lain. Di sofa.
" Belum " Jawab Taufan santai.
" Aku kiranya die takkan lembur kerja lagi " solar ikut duduk di sofa yang sudah penuh sesak itu.
" Die ada kerja luar kota Kot die bawa tas besar tu tadi " Blaze ikut menyahut.
" Wah wah, Abang gempa dah betul sibuk dengan dunia die sendiri ye? " Duri ikut menanggapi.
" Betul keh cam tu Abang ? " Solar bertanya kepada Halilintar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shut up !
FanfictionBerawal dari mendapatkan pekerjaan semuanya menjadi rumit untuk dibicarakan. Sampai kecelakaan terjadi dan menimbulkan kesalahpahaman, cerita ini masih terus berlanjut... Budayakan support! Nb: 3/4 karakter(tokoh) dalam cerita adalah RESMI MILIK MON...
