2. OLIMPIADE SAINS DAN TEKNOLOGI

451 38 2
                                        

" Gempa ? "

" Gempa bangun! "

Gempa membuka matanya melihat sekeliling dan tersadar. Dia tertidur di meja kerja nya dengan laptop yang masih menyala.

" Dh pukul berapa skrang ? " Ia bertanya kepada rekan nya di sampingnya itu.

" Tengah malam " jawab teman nya itu sembari menunjukkan jam di tangannya sendiri. " Jam Kat tangan kau tu apa faedahnya ? "

Gempa melihat ke tangannya sendiri.

" Aku lupa " katanya.

" Boleh pulak cam tu " gumam temannya itu. " Jom balik rumah " berjalan ke arah pintu keluar ruangan itu duluan.

" Tunggu aku " seru gempa mengikutinya.

>>>

Gempa membuka pelan pintu depan rumahnya. Melihat sekeliling ruang tengah. Berjalan masuk dengan hati hati.

" Lembur tak cakap cakap lagi " kata Halilintar yang berada di sofa. Bersama Solar yang sedang menulis dan duri dengan muka kesal nya.

" Aku ketiduran Kat kantor. sorry. Korang dh Makan ? " Jawab gempa basa basi.

" Tengok jam kau dh pukul berapa sekarang " kata Halilintar

" Hodoh hodoh cam ni pun aku takkan tunggu Abang sampai kelaparan. " Sahut Duri berpaling.

" Sorry la duri, Abang tadi ada kerja skit.. "

" Kerja kerja kerja, Abang hali pun kerja tak sampai cam tu pun " Duri berdiri dari tempat duduknya. Pergi dari tempat itu. Solar menoleh ke arahnya dan mengikuti nya.

" Aku tidur duluan ye Abang Abang " Sembari tersenyum. Solar menutup pintu kamarnya itu.

" Iye " jawab Halilintar.

" Iye Solar " jawab gempa juga.

" Akhir-akhir ni kau asik sibuk dengan pekerjaan kau jer " kata Halilintar pada orang yang sedari tadi hanya berdiri di dekat sofa.

" Iye bang, aku- "

" Belum terbiasa atur waktu? Sebab itulah kau kena belajar dari sekarang, bukan nak tunggu terbiasa sendiri jer " Halilintar meninggalkan nya juga. Ke arah kamar.

>>>

Terdengar suara alarm dari handphone yang berada di meja ruang tamu, sementara pemilik nya tidak ada di dekatnya untuk mematikan.

" Hp punya Abang gempa... " Duri bergumam melihatnya.

" Panggil la die " kata blaze

"Meh biar aku yang jawab " seru ais mengambil telpon itu dari meja. Mendekatkan ke telinganya sendiri. " Halo ? "

....

" Hodohnya Korang... " Taufan melihat ketiga saudaranya itu dengan belas kasihan. " Itu alarm la, bukan telepon "

" Loh yekeh? " Duri mengambil hp itu dari tangan Ais. Melihatnya baik baik.

" Ha'ah lahh " Blaze ikut melihat di dekatnya. " Ish ish, hodohnya kau Ais "

" Aku pulak ? " Tanya Ais heran.

" Ye lah! Kan kau yang angkat itu cam telepon, kitaorang tengok jeerr " Blaze membela diri dan adek nya. Duri.

" Hem, ye. Apapun kau nak kan blaze " Ais berjalan ke arah dapur. Meninggalkan ketiga geng itu.

Gempa menoleh ke arahnya. Sedang berada dalam kesibukannya biasanya. Memasak.

Shut up !Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang