" Gempa ? "
" Gempa bangun! "
Gempa membuka matanya melihat sekeliling dan tersadar. Dia tertidur di meja kerja nya dengan laptop yang masih menyala.
" Dh pukul berapa skrang ? " Ia bertanya kepada rekan nya di sampingnya itu.
" Tengah malam " jawab teman nya itu sembari menunjukkan jam di tangannya sendiri. " Jam Kat tangan kau tu apa faedahnya ? "
Gempa melihat ke tangannya sendiri.
" Aku lupa " katanya.
" Boleh pulak cam tu " gumam temannya itu. " Jom balik rumah " berjalan ke arah pintu keluar ruangan itu duluan.
" Tunggu aku " seru gempa mengikutinya.
>>>
Gempa membuka pelan pintu depan rumahnya. Melihat sekeliling ruang tengah. Berjalan masuk dengan hati hati.
" Lembur tak cakap cakap lagi " kata Halilintar yang berada di sofa. Bersama Solar yang sedang menulis dan duri dengan muka kesal nya.
" Aku ketiduran Kat kantor. sorry. Korang dh Makan ? " Jawab gempa basa basi.
" Tengok jam kau dh pukul berapa sekarang " kata Halilintar
" Hodoh hodoh cam ni pun aku takkan tunggu Abang sampai kelaparan. " Sahut Duri berpaling.
" Sorry la duri, Abang tadi ada kerja skit.. "
" Kerja kerja kerja, Abang hali pun kerja tak sampai cam tu pun " Duri berdiri dari tempat duduknya. Pergi dari tempat itu. Solar menoleh ke arahnya dan mengikuti nya.
" Aku tidur duluan ye Abang Abang " Sembari tersenyum. Solar menutup pintu kamarnya itu.
" Iye " jawab Halilintar.
" Iye Solar " jawab gempa juga.
" Akhir-akhir ni kau asik sibuk dengan pekerjaan kau jer " kata Halilintar pada orang yang sedari tadi hanya berdiri di dekat sofa.
" Iye bang, aku- "
" Belum terbiasa atur waktu? Sebab itulah kau kena belajar dari sekarang, bukan nak tunggu terbiasa sendiri jer " Halilintar meninggalkan nya juga. Ke arah kamar.
>>>
Terdengar suara alarm dari handphone yang berada di meja ruang tamu, sementara pemilik nya tidak ada di dekatnya untuk mematikan.
" Hp punya Abang gempa... " Duri bergumam melihatnya.
" Panggil la die " kata blaze
"Meh biar aku yang jawab " seru ais mengambil telpon itu dari meja. Mendekatkan ke telinganya sendiri. " Halo ? "
....
" Hodohnya Korang... " Taufan melihat ketiga saudaranya itu dengan belas kasihan. " Itu alarm la, bukan telepon "
" Loh yekeh? " Duri mengambil hp itu dari tangan Ais. Melihatnya baik baik.
" Ha'ah lahh " Blaze ikut melihat di dekatnya. " Ish ish, hodohnya kau Ais "
" Aku pulak ? " Tanya Ais heran.
" Ye lah! Kan kau yang angkat itu cam telepon, kitaorang tengok jeerr " Blaze membela diri dan adek nya. Duri.
" Hem, ye. Apapun kau nak kan blaze " Ais berjalan ke arah dapur. Meninggalkan ketiga geng itu.
Gempa menoleh ke arahnya. Sedang berada dalam kesibukannya biasanya. Memasak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shut up !
FanfictionBerawal dari mendapatkan pekerjaan semuanya menjadi rumit untuk dibicarakan. Sampai kecelakaan terjadi dan menimbulkan kesalahpahaman, cerita ini masih terus berlanjut... Budayakan support! Nb: 3/4 karakter(tokoh) dalam cerita adalah RESMI MILIK MON...
