Libur Akhir Semester

21 7 0
                                        

Kini Syeilla dan teman-temannya akan liburan akhir tau ke puncak dan tidak lupa kedua orang tua Syeilla ikut bersama mereka, mumpung kedua ornag tua Syeilla  mempunyai Villa yang ada di puncak. Mereka pun pergi bersama-sama.

Mereka menggunakan motor terkecuali orang tua Syeilla dan Silla yang menggunakan mobil,
Ferdian yang berboncengan dengan Ellena.
Keyla bersama Azka, Evan bersama sang gebetan yaitu jihan  dan pasti Vano bersama Syeilla.
Mereka pergi ke Puncak hanya dua atau tiga hari saja karna mereka mendapatkan libur semester hanya satu minggu saja.
Mereka menikmati pemandangan disepanjang jalan menuju Villa sesekali mereka berhenti untuk beristirahat, tidak  terlalu jauh hanya tiga jam perjalanan menuju Villa.

Sekian lama perjalanan akhirnya mereka lun sampai di Villa tepat pukul jam enam sore.
Saat ini mereka bersiap-siap untuk Sholat magrib bersama kecuali Evan dan Jihan.
Untuk acara malam ini Mereka berencana akan bakar-bakar sosis dan beberapa Bakso lainnya.
Udara yang segar untuk malam ini pun membuat acara menjadi seru.

Dimana pata lelaki menghidupkan api dan para perempuan mempersiapkan makanan dan minuman, mereka pun membawa semua  sosis dan bakso keluar untuk di bakar dan diimakan, disamping itu Ferdian yang hoby bermain gitar, mangambil Gitar yang ia bawa tadi, ia pun memetik sinar gitar dan membawakan nya dengan irama dan mereka pun bernyanyi bersama.

"Sayang seru ya,"ucap Syeilla yang sedang memakan bakso bakar.

"Iya nih,"ucap Vano balik.

Saat sedang asik bernyanyi tiba-tiba Ayah Syeilla membawa catur, ya memang Ayah Syeilla terkenal dengan kepintarannya memainkan catur tidak di pungkiri jika Ayahnya sering di sebut raja catur.

"Anak-anak kalo kalian bisa ngalahin Om main catur, semua keperluan kalian selama di sini Om yang nanggung,"ucap Ayah Syeilla memegang catur.

"Yang bener Om?"tanya Azka yang sedang memakan Sosi bakar.

"Iya,"ucap Om Adi yang duduk samping istrinya. ia pub melirik kearah istri nya "Sayang,"panggilnya mencium sang istri.

"Uda berumur masih aja bucin,"ucap Ferdian menyindir kedua orang tuanya.

"Iri bilang babu,"ucap Ayah sombong.

"Om ayok main sama Evan,"ucap Evan berdiri menatap Om Adi.

"Kamu yakin Van?"tanya Om Adi berdiri dan berjalan menghampiri Evan.

"Om jangan ngeremahin Evan, sekarang ayok kita main,"ucap Evan menantang Om Adi.

Om Adi dan Evan pun saling bertarung dalam catur dan mereka melihat seorang  Evan melawan Raja catur.
Dengan tampang yang serius mereka melihat keduanya main.

"Yes, Om Evan menang!"teriak Evan dengan heboh, ia pun melirik keaeah Om Adi "Jadi, Om jangan lupa ya semua tanggungan kami di sini Om yanv tanggung,"ucapnya menaiki salah satu alisnya.

"Widih selamat Bro,"ucap Azka yang menyalami Evan.

"Gak nyangka gua, lo bisa ngalahin Bapak gua yang terkelan raja catur,"ucap Ferdian takjub.

"Halah cuman lagi hoki aja itu, tadi Ayah cuman gak fokus aja,"ucap Om Adi yang mencari Alasa.

"Gak usah alasan deh kamu mas,"ucap Tante Ella.

Mereka yang melihat muka melas Om Adi pun hanya tertawa kecil, Saat mereka Asik bercanda bersama tiba-tiba datang seorang anak kecil dari dalam rumah dengan muka yang baru saja bangun tidur

"Hiks....Hiks....Hiks... Bunds kenapa Silla enggak di ajak,"ucap Silla yang berjalan menuju Bundanya dan tidks lupa dengan boneka Annabelle yang ia gendong.

"Aduh Anak Bunda maaf ya tadi kamu  tidur,"ucap Tante Ella memeluk Silla.

"Lah pantesan ada yang kurang,"ucap Syeilla yang masih mengipasi api unggun yang mereka buat.

"Rupanya bocil dari tadi gak ada,"ucap Keyla  berjalan mengambil sosis.

"Lah Cil, kasian bener lo di lupain,"ucap Azka yang tertawa melihat Silla.

"Aduh anak Ayah sini sana Ayah,"ucap Om Adi kepada anak bungsunya itu.

Silla pun menghampiri Ayahnya dan Langsung memeluk nya, Silla yang sudah kelas empat Sd yang berarti sudah berumur sepuluh tahun, masih di perlakukan layaknya anak Tk oleh kedua orang tuanya.

"Coba aja Gua sama Syeilla mana ada tuh di manjain,"ucap ferdian menyindir kedua orangtuanya.

"Ntah tuh, Silla mulu yang di manjain,"sambung Syeilla menyindir kedua orangtuanya.

"Ya biar lah iri bilang boss,"sahut Silla yang masih dipelukan Ayahnya, ia pun melirik Abang dan Kakaknya "Mungkin kalian Anak pungut,"ucap Silla ceplos.

Jlebbbb....

Rasanya di sambar pertir Syeilla dan Ferdian melihat kearah Silla dengan tatapan horor bisa-bisanya tuh bocil bilang kalo mereka anak pungut.

Syeilla dan Ferdian pun menghampiri Silla dan langsung memerahi anak tersebut. Semua uneg-uneg yang di oendam oleh mereka berdua, mereka keluar kan dengan cara memearahi bocil tersebut.

Mereka yang melihat itu pun tertawa melihat Kakak dan dan Abangnya Silla  yang sedang memarahinya.

~~~

Mereka menikmati libur semester mereka di puncak Walaupun hanya tiga hari mereka sangat bahagia bisa refreshing otak walaupun sebentar lagi akan sekolah dan bertemu dengan materi yang lumayan membuat kepala pusing.

Pagi ini haru terakhir mereka di puncak mereka berencana akan pergi untuk jalan-jalan sebentar melihat pemandangan yang indah dan perkebunan teh yang segar. Hingga rasanya tidak ingin pergi dari puncak.

Syeilla dan Vano yang sedang menikmati keindahan kebun teh harus terganggu oleh kedatangan Silla yang selalu ingin dekat dengan Vano.

"Abang Vano,"panggil Silla yang berjalan kearah Syeilla dan Vano.

"Njing nih anak selalu ganggu gua sama Vano, apa sih maunga heran gua,"batin Syeilla melihat Adiknya mendekat.

"Iya Silla ada apa? sini,"ucap Vano memanggil Silla.

"Abang kok mau sih sama kak Syeilla, kan dia jelek liat nih Silla cantik,"ucap Silla tersenyum Pepsodent.

"Hahahah iya Silla cantik kok pake banget,"ucap Ferdian mengacak rambut Silla dengan gemas.

"Kalo Silla cantik, pacaran sama Silla aja jangan sama kak Syeilla,"

Syeilla yang sedari tadi diam pun langsung melotot kearah Silla "Coba bilang lagi!"perintah Syeilla kepada Silla.

Silla yang merasakan akan ada bahaya pun bersembunyi di belakang Vano "Abang tolongin Silla,"ucap Silla yang bersembunyi dibelakang Vano.

"Heh bocil jangan sembunyi di belakang cowok gua ya lo,"ucap Syeilla seperti singa yang akan siap memakan kucing.

Vano yang melihat kedua Adik dan Kakak yang sangat random hanya bisa tertawa "Uda uda, Syeil Adek kamu masih kecil,"ucap Vano, ia pun berbalik kearah Silla dan berjongkok "Silla masih kecil gak boleh pacar-pacaran ya, sana gih sama Bunda sama Ayah nyariin Silla,"ucap Vano mengacak rambut Silla.

Silla pun pergi meninggalkan Vano dan Syeilla, Syeilla  yang melihat Adiknya pergi dengan tatapan kemusuhan pun di perlihatkan.

"Uda  Syeil, namanya juga anak-anak,"ucap Vano kepada Syeilla yang masih melihat Adiknya pergi.

Syeilla pun berbalik kearah Vano "Yakan jaga-jaga, nanti gak lucu loh kalo pacar ku direbut anak Sd kelas empat,"kesal Syeilla.

"Kamu ya ada-ada aja sih,"ucap Vano yang gemas melihat Syeilla. "Uda yuk kita balik, kan mau pulang,"ajak Vano megegang tangan Syeilla.

"Yaudah ayom,"ucap Syeilla kepada Vano.

Mereka pun bergegas balik ke Villa dan bersiap-siap akan pulang untuk siang ini.
Tidak begitu banyak barang bawaan jadi mereka tidak telalu lama mengemas barang-barang untuk pulang

The Same DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang