Pagi begitu cerah terlihat ketiga anak dari pasangan Adi dan Ella sedang bersiap-siap untuk berolahraga atau yang sering di sebut Jogging,
Ferdian mengajak kedua Adiknya yang masih didalam alam mimpi dengan cara menciptakan air kemuka mereka agar mereka terbangun dari alam mimpi, untuk bukan alam baka.
Silla yang sedang memakai sepatu dengan wajah kesal hanya bisa pasrah "Ngapain sih kita joging biasanya juga molor kalo weekend,"ucap Silla yang masih memakai sepatu.
"Ntah tuh, mana gua tadi masih enak-enak nya mimpi lagi nikah sama Vano lagi,"sahut Syeilla yang kesal dengan Abangnya.
Vano yang sedang melakukan pemanasan pun langsung mengehentikan gerakannya "Denger ya kedua bocil gua, liat noh badan lo berdua uda krempeng mending kita joging biar sehat, kasian gua liat badan lo berdua kek uda penyakitan,"
"Heh, gak liat nih pantat gua semok,"ucap Syeilla memamerkan pantatnya,
"Halah krempeng, krempeng aja deh g usah sok semok lah, bohay lah apa lah, ntah lah, gak peduli gua intinya kitabertiga kudu joging,"perintah Ferdian.
"Abang,"panggil Silla kepada Sang Abang.
"Iya Sayang nya Abang,"sahut Ferdian menghampiri Silla.
"Ipi siying nyi Ibing,"ucap Syeilla menirukan omongan Abang nya, " Sama Silla doang lembut coba sama gua mirip cewek PmS,"
"Ngiri banget deh lo jadi manusia,"ucap Ferdian kepada Syeilla " Silla kenapa Dek?" tanya Ferdian kepada Silla.
"Silla ngantuk mau tidur boleh ya, ya ya ya,"mohon Silla dengan memberikan rsut wajah yang memelas.
"No, gak bisa intinya harus joging,"ucap Ferdian tegas.
Syeilla dan Silla pun hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya, tidak ada cara lain untuk bisa kabur mereka harus tetap mengikuti apa keinganan Abang mereka berdua.
"Dah bangun kita pemanasan dulu,"perintah Ferdian, menyuruh kedua Adik mereka berdiri.
Syeilla dan Silla pun akhirnya bangun dengan hati yang sedikit tidak iklas, Mereka bertiga melakukan pemanasan tipis-tipis agar saat bergalan tidak keram kata Ferdian.
Setelah merasakan cukup untuk pemanasan Ferdian mengajak kedua Adiknya untuk berjalan tipis-tipis keluarga komplek. Padahal Ferdian mengajak mereka untuk lari namum mereka berdua menolak dengan keras.
"Abang cap-pek, Mau is-tirahat,"ucap Silla yang masih berjalan.
Syeilla dan Silla pun seketika duduk di panggir jalan dengan nafas yang memburu,
mereka berdua sudah tidak tahan berjalan lagi,
"Gimana mau sehat, kalian berdua aha gak mau olahraga baru juga lima menit,"ucap Ferdian, ia menarik nafasnya dalam-dalam "Ayok jalan sebentar lagi,"
"T-tapi A-abang d-dari T-tadi bilang nya S-sebentar la-gi,"ucap Silla yang sudah tidak tahan berbicara.
"B-betul I-itu, Ta-pi da-ri ta-di Eng-nggak berhenti-henti,"sambung Syeilla yang duduk di samping Silla.
Ferdian pun terpaksa duduk disampingnya mereka, karna ia merasa kasihan melihat kedua Adiknya yang sudah seperti orang habis mengejar pencuri.
Mereka bertiga duduk di pinggir jalan seperti anak kebuang yang sedang mencari rumah.
Bagitu banyak orang yang lewat mulai dari tukang sayur, Mas-mas ojol, dan banyak lagi.
"Yuk pulang yuk," ajak Syeilla yang masih duduk bersandar bersama Adiknya.
"Yuk Kak,"sahut Silla.
Ferdian langsung berdiri dan menatap mereka berdua "Gak kita jalan kedepan dulu dikit,"ucapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Same Destiny
Fiksyen Remaja"Gue pastiin lo jadi milik gue!" -Syeilla Anandita "Coba saja kalau bisa" -Vano Nugraha
