Kejutan

18 3 0
                                        

Sore ini Syeilla dan Vano berencana akan pergi untuk berjalan-jalan mereka rencana akan berjalan-jalan untuk sore ini. Syeilla yang sudah siap menunggu jemputan dari Vano,
Hari ini mereka berencana ke Restoran terlebih dahulu untuk mengganjel perut mereka, karena beberapa cacing yang ada diperut mereka meminta jatah makanan sedikit,

Sekian purnama akhirnya Vano pun menjemput Syeilla, mereka menuju restoran yang ada didekat danau,mereka berencana akan ke danau  setelah makan.

Saat mereka sampai didepan restoran mereka tidak sengaja melihat seseorang anak kecil yang sedang menjual bunga mawar.

"Sayang mau itu,"pinta Syeilla kepada Vano.

"Bentara ya,"ucap Vano, ia pun menghampiri anak kecil penjual bunga mawar. "Hay Dek, berapa bunga mawar nya satu?"tanya Vano.

"Satunya lima ribu kak,"ucap Adik itu tersenyum.

"Siapa nama kamu Dek?"tanya Vano lagi.

"Nama aku Adit kak,"

"Kakak ambil semunya berapa?"tanya Vano mengambil dombet yang ada disaku celananya.

"Kak ini ada dua belas tangkai, jadinya enam puluh ribu,"

"Oke Kakak ambil ya,"ucap Vano mengambil bunga tersebut dan memberikan uang senilai seratus ribu rupiah.

"Kak, aku gak punya uang kecil untuk kembaliannya,"

Vano yang gemas dengan anak kecil pun langsung mengacak rambut milik Adit "Yaudha ambil aja untuk kamu, untuk beli eskrim,"

"Makasih Kakak,"ucap Adit dengan senyumnya yang khas,

Vano pun meninggalkan Adit dan berjalan kearah Syeilla dengan membawa bunga mawar yang ada ditangannya "Nih sayang,"ucapnya memberikan bunga tersebut kepada Syeilla.

"Makasih Sayang,"

Mereka berdua pun masuk kedalam restoran, seperti biasa Syeilla mengambil tempat duduk tepat disamping jendela, dan ia bisa lihat orang yang sedang berlalu lalang.

"Permisi Mbak, Mas, silahkan pesan,"ucap pelayan yang baru saja datang membawakan menu makanan.

Syeilla pun memgambil daftar menu dan memesankan beberapa makanan dan minuman.
Pelayan pun mencatat pesanan yang di pesan oleh Syeilla.

"Bak Mbak, Mas saya tinggal dulu ya, mohon di tunggu sebentar,"ucap Pelayan tersebut.

Vano yang sedari tadi hanya melamun seperti ada yang sedang ia pikirkan
"Sayang,"panggil Syeilla kepada Vano, namun Vano hanya melamun dan tidak menjawab panggilan Syeilla,

Syeilla pun memegang tangan Vano dan menggoyangkan nya "Vano,"panggil Syeilla.

"Eh, i-iya Sayang,"ucap Vank terbata-bata.

"Kamu kenapa sih, ada masalah yang lagi kamu pikirkan?"tanya Syeilla.

"E-enggak kok sayang hehehe,"

"Yang bener?"

"Bener kok,"ucap Vano, ia melihat pelayan yang sedang datang kearah mereka membawakan talam yang berisi makanan dan minuman "Eh itu pesanannya uda datang,"

Pelayan meletakkan makanan dan minuman tepat diatas meja "Selamat di nikmati Mas Mbak,"

"Terimakasih ya Mbak,"ucap Syeilla tersenyum ramah. ia pun beralih kearha Vano "Yuk makan sayang,"

"Eh iya ayok,"

Mereka pun memakan dan meminum pesanan yang mereka pesan, mereka berdua sama sekali tidak mengeluarkan suara apa pun hanya dentingan sendok yang menemani ritual makan mereka.

The Same DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang