Pertunangan Vano

6 3 0
                                        

Syeilla yang masih setia didalam kamarnya dengan satu kotak tisa yang hampir habis, ia menangis tidak karuan, Yaaa bagaimana tidak menangis ia mendapatkan kabar bahwa hari ini adalah hari pertunangan Vano dengan wanita yang dipilihkan oleh keluarga Vano.

Syeilla mengambil fotonya dan Vano yang ia pajang meja samping tempat tidurnya "Hiks... Hiks...Hiks... Kok lo tega sih sama gua," ucap Syeilla yang manangisi foto Vano dan dia.

Tiba-tiba notifikasi handphone Syeilla bunyi terlihat seseorang mengirim pesan kepadanya, itu adalah Azka yang mengirimkan foto dekorasi pertunangan Vano.

Azka

Send Photos....

Lo gak mau liat nih?
Demi apa Vano ganteng baner, dan ceweknya juga cantik angjayy.

Me
Y

"Lo tau gak sih, gua tuh sayang sama elo, kok lo malah giniin gue.."

"Rupanya gini ya sakitnya berharap sama manusia," ucap Syeilla tersenyum kecut, ia meletakan kembali foto yang ia pegang keatas meja.

Ia melirik boneka Lala yang ia beli bersama Vano di pasar malam "Lala, Gua pengen Vano. Lo kok diem aja sih bantuin gua dong La," ucap Syeilla berusaha ngomong kepada Boneka.

TOK...
TOK...
TOK...

"Syeil," panggil seseorang dari luar kamar Syeilla.

Syeilla yang sedang dalam mode sedih dan tidak bersemangat untuk berdiri terpaksa harus bangun untuk melihat siapa yang memanggilnya, ia berjalan kearah pintu dan membukakan pintu kamarnya terlihat Bundanya sudah ada didepan pintu dengan membawakan kebaya yang ada ditangan Bundanya.

"Ada apa Bund? trus tuh kebaya untuk apa Bund?" tanya Syeilla bingung.

"Oh ini kamu pake, Bunda mau ngajaik kamu kepertunangan anaknya temen Bunda," ucap Bunda kepada Syeilla.

"Syeilla gak ikut deh Bund," tolak Syeilla.

"Gak mau tau kamu harus ikut, ini loh bajunya uda Bunda bawain!" tegas Bunda.

"Tapi Syeilla pake baju biasa  aja deh, ngapain coba pake kebaya segala kan bukan Syeilla yang tunangan," jelas Syeilla.

"Kamu nih ya, disuruh Bundanya bantah mulu... jawab mulu... sekali-kali kek nurut sama Bundanya bisa gak sih," omel Bunda.

"Bener tuh Bund, coba disuruh sama Vano beuh semangat empat lima," ucap Ferdian tiba-tiba datang.

"Nyambung aja lo kayak tiang listri," sahut Syeilla kepada Ferdian "Bund..." panggil Syeilla kepada Bundanya.

"Uda deh Syeil Bunda gak mau debat pokoknya kamu sekarang manda dab harus pake kebaya ini titik gak da bantahan Bunda tunggu di luar!" tegas Bunda memberikan kebaya tersebut ke Syeilla dan meninggalkan Syeilla dan Ferdian.

"Mampuskan lo wlee," ejek Ferdian mengeluarkan lidahnya dan meninggalkan Syeilla.

"Arrrggg dahlah cape gua mikirnya,"

Syeilla menutup kembali pintu kamarnya dan segera bersiap untuk mandi agar Bunda Ratunya tidak memerahinya lagi.

Tidak menunggu waktu lama akhirnya Syeilla turun kearah ruang menggunakan baju kebaya.

"Nah gitu dong kan cantik kalo nurut sama Bundanya," ucap Bunda memuji Syeilla.

"Bund, Abang sama Adek mana?" tanya Ayah yang baru saja datang.

"Oh mereka berdua uda kesalon duluan sih katanya males nunggu Syeilla pasti lama mandinya," jelas Bunda.

"Kok Syeilla lagi sih Bund," ucap Syeilla tidak terima.

The Same DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang